Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rumah Adat Sebagai Representasi Identitas Budaya: Studi Rumah Adat Kajang Lako di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi Yenni Rahmah; Agustina Agustina; Agusti Efi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah adat merupakan salah satu wujud kebudayaan yang mencerminkan identitas dan nilai-nilai kehidupan suatu masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rumah adat Kajang Lako sebagai representasi identitas budaya masyarakat Melayu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui studi literatur dan dokumentasi mengenai arsitektur serta nilai budaya yang terkandung dalam rumah adat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Kajang Lako tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga mencerminkan nilai sosial, budaya, dan filosofi masyarakat Melayu pesisir. Struktur bangunan, pembagian ruang, serta ragam hias yang digunakan memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan adat istiadat dan sistem nilai masyarakat setempat. Oleh karena itu, Rumah Kajang Lako dapat dipahami sebagai simbol identitas budaya yang perlu dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya daerah
IDEOLOGI BUDAYA MASYARAKAT TUNGKAL ILIR DALAM MOTIF BATIK TANJUNG JABUNG BARAT Yenni Rahmah; Agustina Agustina; Fuji Astuti; Indrayuda Indrayuda; Elida Elida
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung makna ideologis yang merepresentasikan pandangan hidup masyarakat pendukungnya. Batik Tanjung Jabung Barat, khususnya yang berkembang di wilayah Tungkal Ilir, menampilkan motif-motif yang berakar pada nilai religius, adat istiadat Melayu, serta relasi harmonis antara manusia dan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk motif Batik Tanjung Jabung Barat serta menganalisis nilai-nilai ideologi budaya masyarakat Tungkal Ilir yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dengan perajin batik dan tokoh budaya, serta studi dokumentasi dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif-motif seperti Rehal dan Tunjuk Ngaji, Hutan Mangrove, dan Biota Laut merupakan representasi ideologi budaya Melayu yang menekankan religiusitas, kearifan ekologis, kerja keras, dan harmoni sosial. Batik Tanjung Jabung Barat berfungsi tidak hanya sebagai produk seni dan ekonomi kreatif, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai ideologis dan identitas budaya masyarakat Tungkal Ilir di tengah arus modernisasi.
Apresiasi Siswa terhadap Batik Tanjung Jabung Barat dalam Pembelajaran Budaya Yenni Rahmah; Jupriani; Syeilendra
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.5811

Abstract

This study aims to describe students’ appreciation of Batik Tanjung Jabung Barat in cultural learning among ninth-grade students at SMP Negeri 12 Tanjung Jabung Barat. The focus of the study includes three main aspects: knowledge, attitudes, and student engagement. This study employs a descriptive approach with a mixed descriptive model, emphasizing qualitative data as the primary data supported by simple quantitative data obtained through questionnaires, observations, and interviews. The research subjects consisted of 109 students selected using purposive sampling techniques. Data analysis was conducted using descriptive qualitative methods through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The questionnaire results indicate that the overall level of students’ appreciation falls into the "good" category with an average of 75%. In detail, the attitude aspect obtained the highest percentage at 82% (very good), the knowledge aspect at 74% (good), and the engagement aspect at 69% (moderate). The results of data analysis show that although students feel proud of wearing batik, their understanding of the philosophical meaning of local batik motifs remains limited. This study concludes that culture-based learning grounded in local wisdom has successfully fostered positive student attitudes; however, there is still an imbalance in the aspects of knowledge and engagement, thus requiring more contextual, interactive, and experience-based learning strategies to optimize students’ appreciation. This study is limited to one school and uses a descriptive approach, so the results cannot be widely generalized. Therefore, future research is recommended to involve a larger sample size and to develop practice-based learning strategies to improve students’ knowledge and engagement more effectively.