Fazwa Maura Zacky
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Budaya Organisasi sebagai Mediator Hubungan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan: Tinjauan Berbagai Studi Kasus Fazwa Maura Zacky
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran budaya organisasi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan berdasarkan berbagai studi kasus yang telah dilakukan sebelumnya. Motivasi kerja dipahami sebagai dorongan internal maupun eksternal yang memengaruhi semangat individu dalam melaksanakan tugas, sedangkan kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang dicapai sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah kajian literatur (literature review) dari berbagai penelitian terdahulu yang relevan dengan topik motivasi kerja, budaya organisasi, dan kinerja karyawan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui budaya organisasi. Budaya organisasi yang kuat dan positif mampu memperkuat pengaruh motivasi kerja sehingga karyawan lebih disiplin, produktif, dan memiliki komitmen tinggi terhadap organisasi. Kesimpulannya, budaya organisasi terbukti berperan penting sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara motivasi kerja dan kinerja karyawan. Organisasi yang mampu membangun budaya kerja yang sehat dan mendukung akan lebih efektif dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusianya. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi menjadi strategi penting dalam meningkatkan efektivitas manajemen sumber daya manusia.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Melalui Program Usaha Mikro di Desa Maninjau Shelvi Arma Yudha; Fazwa Maura Zacky; Riki Fernando Helmi; Yulia Hanoselina; Rahmadhona Fitri Helmi
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v2i4.2550

Abstract

Community empowerment is a strategic approach to increasing economic independence, especially in rural areas. This study aims to analyze the impact of micro-enterprise programs on increasing economic independence of the community in Maninjau Village, West Sumatra. The method used is a descriptive qualitative approach with interview techniques, field observation, and documentation. The results of the study indicate that the implementation of micro-enterprise training programs such as entrepreneurship, capital assistance, and business assistance can encourage the growth of new business units managed by the local community, especially by women and village youth. A significant impact can be seen from the increase in family income, expansion of local economic networks, and increased knowledge and entrepreneurial skills. However, challenges such as limited market access, low financial literacy, and program desires are still challenges that need to be overcome. Overall, this empowerment program shows great potential in changing the pattern of economic independence into a more independent and sustainable pattern. This study recommends the need for synergy between local governments, financial institutions, and local assistants in strengthening the micro- enterprise ecosystem in the village.