Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP Staphylococcus aureus Aziza Afrianti; Suci Rahmawati; Maria Eka Patri Yulianti; Samwilson Slamet; Oky Hermansyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13364

Abstract

Peningkatan kasus resistensi antibiotik mendorong pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan 1:1. DMSO digunakan sebagai kontrol negatif dan antibiotik sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak menghasilkan zona hambat dengan rata-rata diameter berturut-turut sebesar 0,3167 mm (10%), 1,4667 mm (20%), 2,4500 mm (40%), 2,6833 mm (60%), dan 3,1667 mm (80%). Analisis statistik menggunakan uji Kruskal–Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p < 0,05). Aktivitas antibakteri tertinggi diperoleh pada konsentrasi 80%, namun secara keseluruhan masih tergolong lemah. Meskipun demikian, zona hambat yang terbentuk bersifat jernih yang mengindikasikan adanya efek bakterisidal. Dengan demikian, kombinasi ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang kunyit memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang dipengaruhi oleh konsentrasi, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif