Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Aktivitas Antikolestrol Ekstrak Etanol 96% Daun Salam (Syzygium polyanthum) Terhadap Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus) Rifa Rihadatul Aisy; Muchammad Farid; Putri Mulia; Rose Intan Perma Sari; Tika Hardini
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13404

Abstract

Kolesterol merupakan senyawa lipid amfipatik sekaligus komponen esensial pada membran sel dan lipoprotein plasma. Daun salam (Syzygium polyanthum) mengandung senyawa aktif flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai agen antikolesterolemia melalui penghambatan sintesis kolesterol dan peningkatan metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antikolesterol ekstrak etanol daun salam serta menentukan dosis yang paling efektif. Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimental terhadap lima ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi lima kelompok: kontrol normal, kontrol positif (simvastatin), kontrol negatif (Na-CMC 1%), serta dua kelompok perlakuan ekstrak daun salam (dosis 156 mg dan 312 mg). Kondisi hiperkolesterolemia diinduksi menggunakan pakan tinggi lemak, dan seluruh perlakuan diberikan secara oral. Hasil penelitian menunjukkan persentase penurunan kadar kolesterol berturut-turut adalah 0,0% (normal), 29,9% (kontrol positif), 6,5% (kontrol negatif), 27,1% (dosis 156 mg), dan 39,2% (dosis 312 mg). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun salam pada dosis 312 mg memberikan efek paling optimal dalam menurunkan kadar kolesterol pada kelinci jantan, bahkan melampaui efektivitas kontrol positif.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penggunaan Obat Cacing pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu Carissa Ingrid Aurelia; Samwilson Slamet; Oky Hermansyah; Dwi Kurnia Putri; Tika Hardini
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1662

Abstract

Penyakit cacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak di Indonesia. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai penggunaan obat cacing dapat menyebabkan pemberian obat yang tidak tepat dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi cacing berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang telah disusun berdasarkan indikator pengetahuan tentang penggunaan obat cacing. Sampel penelitian berjumlah 78 responden yang merupakan ibu yang memiliki anak usia 3-12 tahun dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden kategori baik sebanyak 21 responden (27%), kategori cukup sebanyak 26 responden (33%), dan kategori kurang sebanyak 31 responden (40%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang masih kurang mengenai penggunaan obat cacing pada anak. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu masih tergolong kurang sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai penggunaan obat cacing yang benar.