Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Kopi Robusta dan Serai Wangi terhadap Escherichia coli Ibrahim Ayattulah; Suci Rahmawati; Dwi Kurnia Putri; Tri Danang Kurniawan; Rose Intan Perma Sari
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i2.7972

Abstract

Antibacterial activity of a combination of 70% ethanol extracts of Robusta coffee peel (Coffea canephora) and citronella grass (Cymbopogon nardus) against Escherichia coli was evaluated using the disc diffusion (Kirby–Bauer) method. The extracts were obtained through maceration with 70% ethanol and combined in a 1:1 ratio at concentrations of 10%, 20%, 40%, 60%, and 80%. The parameter observed was the diameter of the inhibition zone formed around the discs. The results showed no antibacterial activity at concentrations of 10% and 20%. At 40%, the inhibition zone was 4.87 mm (weak category), increasing to 5.43 mm (moderate category) at 60% and 7.53 mm (moderate category) at 80%. The positive control (ciprofloxacin) exhibited an inhibition zone of 23.31 mm (very strong category), while the negative control (DMSO) showed no inhibition. Statistical analysis using One Way ANOVA indicated significant differences among treatments (p<0.05). In conclusion, the combination of 70% ethanol extracts of Robusta coffee peel and citronella grass demonstrated concentration-dependent antibacterial activity against Escherichia coli, although the activity remained in the weak to moderate category.
ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP Escherichia coli Windi Apriandri; Suci Rahmawati; Samwilson Slamet; Aina Fatkhil Haque; Dwi Kurnia Putri; Delia Komala Sari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13362

Abstract

Masalah resistensi antibiotik dalam mengatasi infeksi bakteri saat ini mendorong pencarian bahan alam sebagai alternatif pengobatan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi aktivitas antibakteri dari kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap bakteri Escherichia coli ATCC-8739 pada berbagai tingkat konsentrasi. Kedua bahan alam tersebut diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan melalui metode difusi cakram menggunakan variasi konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan rasio perbandingan kombinasi 1:1. Penelitian ini juga menggunakan DMSO sebagai kontrol negatif dan Ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Hasil pengujian menunjukkan terbentuknya zona hambat di sekitar cakram pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% serta pada kontrol positif. Nilai diameter zona hambat yang dihasilkan secara berturut-turut adalah 0,7 ± 0,12 mm, 1,63 ± 0,41 mm, 3,93 ± 1,75 mm dan 6,13 ± 1,43 mm. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi kedua ekstrak tersebut memiliki efektivitas yang terus meningkat seiring bertambahnya konsentrasi. Konsentrasi 80% menghasilkan diameter zona hambat terluas dan menjadi konsentrasi terbaik dalam kategori sedang.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penggunaan Obat Cacing pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu Carissa Ingrid Aurelia; Samwilson Slamet; Oky Hermansyah; Dwi Kurnia Putri; Tika Hardini
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1662

Abstract

Penyakit cacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak di Indonesia. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai penggunaan obat cacing dapat menyebabkan pemberian obat yang tidak tepat dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi cacing berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang telah disusun berdasarkan indikator pengetahuan tentang penggunaan obat cacing. Sampel penelitian berjumlah 78 responden yang merupakan ibu yang memiliki anak usia 3-12 tahun dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden kategori baik sebanyak 21 responden (27%), kategori cukup sebanyak 26 responden (33%), dan kategori kurang sebanyak 31 responden (40%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang masih kurang mengenai penggunaan obat cacing pada anak. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu masih tergolong kurang sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai penggunaan obat cacing yang benar.