Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Effectiveness of Education through Flashcard Media on Knowledge of Taking Medication in the Elderly with Hypertension at the Limboto Health Center, Gorontalo Regency Sri Sulfanesa Pilominu; Zainuddin; Nur Ayun R. Yusuf
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) - July 20
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i3.9261

Abstract

Hypertension is a chronic disease that requires long-term treatment and medication to prevent complications. The success of therapy is influenced by the patient's understanding of the use of antihypertensive drugs. Good knowledge can support treatment, while lack of knowledge can lead to irregularities in treatment. One of the efforts to improve the knowledge of the elderly is through education using flashcard media. This study aims to determine the effectiveness of education through flashcard media on the knowledge of taking medication in the elderly with hypertension at the Limboto Health Center, Gorontalo Regency. This study uses a quantitative method with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The population was 71 people with a sample of 42 respondents selected using purposive sampling techniques. The research instruments were in the form of knowledge questionnaires and flashcard media. Data analysis used the Wilcoxon test. The results of the study showed that there was an effectiveness of education through flashcard media on the knowledge of taking medication in the elderly with hypertension with a p-value = 0.000 (? < 0.05). It was concluded that flashcard media is effective in increasing the knowledge of taking medication in the elderly with hypertension at the Limboto Health Center, Gorontalo Regency. This research is expected to contribute and become an input material for Puskesmas in the use of flashcard media as an educational medium to increase knowledge of taking drugs in the elderly with hypertension.
Factors related to the degree of hypertension in the working area of the Limboto Health Center Nurain Afriani Walangadi; Zainuddin; Nur Ayun R. Yusuf
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) - July 20
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i3.11148

Abstract

Hypertension is a condition of increased blood pressure that is chronic and can cause serious complications if not controlled properly. Lifestyle factors such as physical activity, stress levels, and smoking behavior are thought to be related to the severity of hypertension. This study aims to analyze factors related to the degree of hypertension in the working area of the Limboto Health Center. This research method is quantitative with a correlational analytical design through a cross sectional approach. The population is all hypertensive patients totaling 4,575 people, and a sample of 98 respondents using purposive sampling techniques. The research instruments are the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Perceived Stress Scale (PSS), Global Adult Tobacco Survey (GATS). The data was analyzed using the Spearman Rank test. The results showed that most of the respondents had low physical activity (44.9%), moderate stress levels (42.9%), and moderate smoking behavior (36.7%). Based on the results of the Spearman Rank test, it was found that there was a significant relationship between physical activity and the degree of hypertension (p-value = 0.000 and the correlation coefficient r = -0.755), there was a significant relationship between the level of stress and the degree of hypertension (p-value = 0.000 and the correlation coefficient r = 0.469), and there was a significant relationship between smoking behavior and the degree of hypertension (p-value = 0.000 and the correlation coefficient r = 0.572). The conclusion of this study shows that there is a relationship between physical activity, stress levels, and smoking behavior with the degree of hypertension in people in the Limboto Health Center Working Area. The lower the physical activity, the higher the level of stress, and the more severe the smoking behavior, the higher the degree of hypertension in the respondents. Thus, the target of this research is expected to be the basis for health workers in the work area of the Limboto Health Center to increase promotive and preventive efforts through health education, routine screening, and improvement of healthy living behaviors to reduce the risk and severity of hypertension in the community.
Hubungan Risiko Jatuh dengan Fear of Falling (FOF) pada Lansia dengan Stroke Diruangan Poli Saraf Di RSUD. Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Kota Gorontalo: The Relationship Between Fall Risk and Fear of Falling (FOF) in Elderly Patients with Stroke in the Neurology Clinic at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Regional Hospital, Gorontalo City Widya Badu; Mohammad Isman Jusuf; Nur Ayun R. Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10631

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama penurunan fungsi fisik pada lansia yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan memicu fear of falling. Fear of falling tidak selalu sejalan dengan tingkat risiko jatuh secara objektif, karena dipengaruhi oleh faktor psikologis dan pengalaman individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan resiko jatuh dengan fear of falling, jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yang terdiri dari variable independen risiko jatuh dan variabel dependen fear of falling (fof). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 644 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, didapatkan sampel sebanyak 86 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner risiko jatuh dan Falls Efficacy Scale (FES-I) Indonesia version. Analisis data yang digunakan adalah uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p-value<0,05) yang artinya ada hubungan antara risiko jatuh dengan fear of falling (fof) pada lansia dengan stroke di ruangan poli saraf di RSUD. Prof. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi tenaga kesehatan di poli saraf dalam meningkatkan edukasi, pendampingan, dan rehabilitasi untuk menurunkan ketakutan jatuh, serta memeberikan informasi bagi pengembangan layanan kesehatan, khususnya perawatan pasien lansia pascastroke
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Kabila: Relationship between Sleep Quality and Quality of Life in the Elderly with Type 2 Diabetes Mellitus at Puskesmas (Community Health Center) Kabila Sandena R. Solang; Ita Sulistiani Basir; Nur Ayun R. Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7763

Abstract

Kualitas tidur merujuk pada seberapa baik seseorang tidur, mencakup aspek kontinuitas, durasi, kedalaman, dan kepuasan tidur, yang tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan tidur. Sedangkan kualitas hidup adalah gambaran menyeluruh mengenai kondisi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual individu yang dirasakan dan mempengaruhi kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kualitas tidur dengan kualitas hidup pada lansia penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Kabila. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dari total populasi 127 orang, menjadi 96 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner Pittsburgh Sleep Quslity Indeks untuk mengukur kualitas tidur penderita dan Diabetes Quality Of Life untuk mengukur kualitas hidup penderita. Hasil penelitian menunjukkan responden yang mendapatkan kualitas tidur baik dan kualitas hidup baik sebanyak 43 responden (100%), kualitas tidur buruk dan kualitas hidup cukup sebanyak 48 responden (90,6%) dan kualitas tidur buruk dan kualitas hidup kurang sebanyak 5 (9,4%). Berdasarkan uji Spearman rank di dapatkan p-value (0,000) lebih kecil dari ? = 0,05 atau p-value < nilai ? sehingga disimpulkan H1 diterima, artinya ada hubungan kualitas tidur dengan kualitas hidup pada lansia penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Kabila. Penelitian ini di harapkan dapat memberikan wawasan tentang dampak jangka panjang gangguan tidur terhadap penurunan kualitas hidup pada lansia dengan Diabetes Melitus.
Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Tanah Longsor Pada Masyarakat Di Desa Tulabolo Kecamatan Suwawa Timur: The Influence of Education on the Level of Knowledge of Landslide Disaster Preparedness in the Community in Tulabolo Village, East Suwawa District Nur Hayati Mohamad; Zulkifli B. Pomalango; Nur Ayun R. Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8257

Abstract

Tanah longsor adalah bencana alam yang sering terjadi di wilayah beriklim tropis, seperti Indonesia. Minimnya edukasi kebencanaan dan rendahnya kesiapsiagaan masyarakat menyebabkan tingginya korban jiwa pada kejadian tanah longsor di Desa Tulabolo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor pada masyarakat Desa Tulabolo. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Edukasi diberikan melalui metode ceramah dan power point, dengan instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Selain itu berdasarkan analisis data yang menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil p value = 0,000 (p < 0,05) dengan rata-rata pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor pada masyarakat sebelum edukasi 56,06 meningkat menaji 80,50 setelah diberikan edukasi. Edukasi melalui metode ceramah yang dilengkapi dengan sesi tanya jawab memungkinkan masyarakat untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mendalam mengenai langkah- langkah yang harus diambil saat bencana terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana tanah longsor. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan program edukasi yang sistematis dan berkelanjutan untuk memperkuat kesiapsiagaan di daerah rawan.
Peran Health Belief Model Dalam Meningkatkan Kesadaran Dan Perubahan Perilaku Pada Pasien Hipertensi: The Role of the Health Belief Model in Increasing Awareness and Behavioral Change in Hypertension Patients Nurlatifah Zakaria; Nasrun Pakaya; Nur Ayun R. Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8451

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak diderita bukan hanya oleh usia lanjut saja, hipertensi juga menyerang orang dewasa. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol tekanan darah pasien hipertensi ialah dengan tindakan manajemen hipertensi yang efektif salah satunya yaitu dengan menjalani pola hidup yang sehat. Tujuan Penelitian ini yaitu Untuk mengetahui gambaran penerapan Health Belief Model pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kabila. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini digunakan untuk mengetahui gambaran penerapan health belief model pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kabila. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan tehnik Cluster sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 2253 orang dan sampel sebanyak 107 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan gambaran penerapan Health Belief Model pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kabila yaitu Perceived susceptibility atau tingkat kerentanan yang dirasakan yaitu pada kategori kurang sebanyak 56 responden (52.3%), Perceived severity atau keparahan yang dirasakan yaitu pada kategori kurangs ebanyak 44 responden (41.4%), Perceived benefits atau manfaat yang dirasakan yaitu pada kategori baik sebanyak 59 responden (55.1%), Perceived barrier atau hambatan yang dirasakan yaitu pada kategori baik sebanyak 47 responden (43.9%),Self-efficacy atau kepercayaan diri sendiri yaitu pada kategori baik sebanyak 61 responden (57%), Cues to action atau isyarat untuk bertindak yaitu pada kategori baik sebanyak 49 responden (45.8%). Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi tenaga kesehatan serta bisa menjadi sumber informasi tambahan untuk meningkatkan pelayanan dan juga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penyusunan program penyuluhan atau promosi kesehatan hipertensi.