Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategies for Shariah Financial Literacy among Teachers: A Mental Accounting Approach R. Suryanti Ismail; Marissa Silooy; Yosmina T.Titaley
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v7i1.2825

Abstract

Purpose: This research aims to optimize sharia financial literacy among Muslim teachers at the Al-Hilaal Foundation, Ambon City, using a mental accounting approach. The study addresses the lack of understanding of Islamic financial principles and rational financial management among educators, who serve as vital agents of change in society Method: The study utilized a "pre-test and post-test one-group design". Data were collected from 20 teachers through questionnaires measuring sharia literacy and mental accounting concepts. Interventions included interactive lectures, discussions, and the distribution of training modules. Practical Applications: The findings demonstrate that integrating financial psychology with sharia values effectively improves financial behavior. This approach can be replicated in other educational institutions to enhance educators' economic well-being and prudent financial decision-making.  Conclusion: The intervention significantly increased participants' understanding of sharia financial management and behavior. The integration of mental accounting and maqāṣid al-sharī'ah provides a robust framework for developing sustainable financial mindsets that bridge rational and spiritual dimensions.  
SMART FINANCE, SMART MARKET (LANGKAH JEMAAT MENUJU EKONOMI KREATIF DI JEMAAT GPM SOYA) Abraham Rieuwpassa; R. Suryanti Ismail
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v7i1.2042

Abstract

Artikel ini melaporkan pelaksanaan dan hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UKIM Berdampak SMART di Jemaat GPM Soya, Kota Ambon. Program ini dirancang berbasis tiga pilar utama: Pemetaan Potensi Ekonomi Jemaat, Literasi dan Pengelolaan Keuangan, serta Pemasaran Digital. Melalui survei terstruktur terhadap 32 pelaku usaha mikro aktif, ditemukan bahwa 85% belum memiliki pencatatan keuangan, 80% masih mengandalkan pemasaran konvensional, dan 65% memiliki literasi digital yang rendah. Pelaksanaan program mencapai capaian 100% pada aspek pemetaan potensi ekonomi, 85% pada literasi keuangan, dan 78% pada pemasaran digital. Temuan lapangan menunjukkan bahwa kelompok usaha yang mengadopsi pemasaran digital mencatatkan omzet hingga 20 kali lebih tinggi dibandingkan pelaku usaha non-digital dalam komunitas yang sama. Secara keseluruhan, Program KKN Tematik UKIM Berdampak SMART telah berhasil meletakkan dasar-dasar Ekonomi Kreatif di Jemaat GPM Soya. Integrasi antara Data yang Akurat (Pilar 1), Pengelolaan Keuangan yang Sehat (Pilar 2), dan Akses Pasar Digital (Pilar 3) merupakan formula efektif untuk meningkatkan taraf hidup jemaat secara berkelanjutan. Hasil ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi (UKIM) dan lembaga keagamaan (GPM) mampu menciptakan perubahan nyata di tingkat akar rumput.
Marketing Strategies of Independent Musicians on Tiktok to Introduce Their Works and Enhance Personal Branding R. Suryanti Ismail; Marissa Silooy
Jurnal Manajemen dan Profesional Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal JPRO
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpro.v7i1.2956

Abstract

TikTok provides broad opportunities for independent musicians to promote their songs and strengthen their personal branding without the support of major record labels. This study aims to analyze the role of marketing strategies on TikTok in providing positive impacts for these musicians. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through observation of relevant TikTok accounts and online interviews with independent musicians who actively use the platform. The results indicate that independent musicians utilize various creative strategies to expand their audience reach, including collaborating with other content creators, producing visually engaging videos with high-quality audio, and consistently uploading content that aligns with TikTok's algorithm dynamics. In conclusion, these strategies effectively enhance audience engagement and support the development of independent musicians' public image, confirming TikTok's positive role as a viable marketing platform outside the major label system.
Understanding Adolescent Financial Behavior: The Role of Lifestyle, Self-Control, and Family Socioeconomic Status in E-Money Usage R. Suryanti Ismail; Gwen L. L. Pattinama; Philipus Wijayanto Malindir
Public Policy : Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik dan Bisnis Vol. 6 No. 1 (2025): Public Policy : Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik dan Bisnis
Publisher : Univiversitas Dr. Djar Wattiheluw

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines adolescent e- money usage behavior in Ambon, influenced by lifestyle, self-control, and family socioeconomic status. Data from surveys, interviews, and observations were analyzed using cluster and descriptive statistical analysis. Findings show that adolescents are grouped into three behavioral categories: Good, Fair, and Poor. Higher family socioeconomic status increases spending tendencies, while low self-control leads to impulsive transactions driven by promotions and peer influence. Additionally, the more money stored in e-money, the more frequently adolescents spend without financial consideration.
Determinasi financial technology pada generasi milenial dengan pendekatan unified theory of acceptance and use of technology (UTAUT) R. Suryanti Ismail; Mozes David Istia; Hajar Manuhaneny
Jurnal Indovisi Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Indovisi
Publisher : Indonesian Indovisi Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/1907908

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi milenial dalam menggunakan e-wallet sebagai salah satu bentuk financial technology. Secara khusus, penelitian ini menganalisis pengaruh performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating conditions terhadap minat menggunakan e-wallet. Kajian ini berlandaskan pada Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) dan menguji pengaruh keempat konstruk tersebut baik secara simultan maupun parsial terhadap adopsi e-wallet pada generasi milenial.Partisipan penelitian berjumlah 100 orang generasi milenial yang berdomisili di lima kecamatan di Kota Ambon, Indonesia. Responden merupakan individu yang lahir antara tahun 1980–2000 dan memiliki pengalaman menggunakan e-wallet dalam aktivitas keuangan sehari-hari. Sampel mencakup responden laki-laki dan perempuan dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam, sehingga mencerminkan karakteristik pengguna e-wallet pada kelompok generasi milenial.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang disusun berdasarkan konstruk utama UTAUT dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah seluruh asumsi statistik terpenuhi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi signifikan dan mampu menjelaskan 68,3% variasi minat menggunakan e-wallet. Seluruh konstruk UTAUT berpengaruh signifikan, dengan performance expectancy sebagai prediktor paling dominan, diikuti oleh social influence dan effort expectancy, sementara facilitating conditions berperan sebagai faktor pendukung. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan pengaruh sosial menjadi faktor utama dalam membentuk minat generasi milenial menggunakan e-wallet serta memperkuat relevansi UTAUT dalam konteks adopsi fintech di Indonesia.