Anggie Eka Wardani
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Simbolisme Warna Darah pada Peperangan Subali Melawan Maesasura dalam Serat Lokapala sebagai Acuan Pewarnaan Wayang Kulit 'Izza Annahdlia; Anggie Eka Wardani
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 4 (2025): Vol 21 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v21n4.p78-85

Abstract

Serat Lokapala merupakan naskah Jawa kuno yang digubah oleh Raden Ngabehi Sindusastra yang di dalamnya mengisahkan mengenai sejarah para raja di pulau Jawa. Selain itu juga diceritakan kisah Subali dan Sugriwa yang berperang melawan raja Kiskendha, yakni Maesasura yang pada akhirnya timbul kesalahpahaman antara keduanya atas kesepakatan simbol warna darah sebagai pertanda hasil peperangan. Selain itu, simbol warna tersebut juga dapat menjadi acuan pewarnaan pada wayang kulit sesuai dengan karakter masing-masing tokohnya. Penelitian ini akan membahas mengenai 1) Bagaimana makna simbolisme warna darah terhadap tanda bukti menang kalahnya peperangan antara Subali melawan Maesasura dalam Serat Lokapala, dan 2) Bagaimana korelasi simbolisme warna darah sebagai acuan pewarnaan wayang kulit. Tujuan penelitian ini yakni menguraikan pemahaman makna serta korelasi simbolisme warna darah terhadap tanda bukti menang kalahnya peperangan antara Subali melawan Maesasura dalam Serat Lokapala sebagai acuan pewarnaan wayang kulit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teori Filologi dan Semiotika oleh Ferdinand de Saussure. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan gambaran terkait makna dan korelasi simbolisme warna darah terhadap tanda bukti menang kalahnya peperangan antara Subali melawan Maesasura dalam Serat Lokapala sebagai acuan pewarnaan wayang kulit. Kata Kunci: Serat Lokapala, Simbolisme Warna, Semiotika
Technology Acceptance, Perceived Risk, and QRIS Purchase Intention: A Gender Comparison Among Generation Z College Students Anggie Eka Wardani; Yogi Dwi Satrio; Wahjoedi Wahjoedi; Bagus Shandy Narmaditya
Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jipe.v16.i1.41

Abstract

This research investigated the influence of technology acceptance and perceived risk on purchase intention toward QRIS and investigated the possible difference between genders among undergraduate students. A quantitative approach was used with data collected from 374 respondents through an online questionnaire. Respondents were obtained by multistage sampling and the data was analyzed by multiple linear regression and independent-samples t-test using IBM SPSS Statistics version 25. The analysis showed that technology acceptance has a positive and significant effect on purchase intention. whereas perceived risk showed a significant but comparatively weaker negative relationship. Collectively, the two variables explained a substantial proportion of the variation in purchase intention. In addition, no significant gender differences were identified in technology acceptance, perceived risk, or purchase intention. The overall findings suggested that male and female students in Generation Z responded to QRIS in remarkably similar ways, reflecting an increasingly gender-neutral pattern of digital payment adoption.