Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Pasangan Usia Subur DenganPemilihan Metode KB Rezqiqah Aulia Rahmat; Wulan Citra Sari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The selection of contraceptive methods is an essential component of family planning programs to control population growth and improve reproductive health. Knowledge level of couples of reproductive age plays an important role in determining contraceptive choices. This study aims to analyze the relationship between knowledge and contraceptive method selection among couples of reproductive age. A quantitative cross-sectional design was used involving 130 respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using chi-square and t-tests. The results showed that respondents with good knowledge were more likely to choose modern contraceptive methods (p<0.05). It is concluded that there is a significant relationship between knowledge and contraceptive choice. Keywords: Knowledge, Reproductive Age Couples, Contraception ABSTRAK Pemilihan metode kontrasepsi merupakan bagian penting dalam program keluarga berencana (KB) untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesehatan reproduksi. Tingkat pengetahuan pasangan usia subur (PUS) menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan dalam memilih metode KB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan pasangan usia subur dengan pemilihan metode KB. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 130 responden PUS. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PUS dengan pengetahuan baik cenderung memilih metode KB modern dibandingkan tradisional (p<0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan PUS dan pemilihan metode KB. Kata Kunci: Pengetahuan, Pasangan Usia Subur, KB, Kontrasepsi
Edukasi Senam Hamil Dalam Meningkatkan Kesiapan Fisik Dan Mental Menghadapi Persalinan Cakrawati R Cakrawati R; Nur Fatimah; Rezqiqah Aulia Rahmat; Wulan Citra Sari
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a physiological process accompanied by various physical and psychological changes that may affect maternal well-being and readiness for childbirth. Many pregnant women experience anxiety, lower back pain, fatigue, and lack of confidence before delivery. Pregnancy exercise is a safe, non-pharmacological intervention that can improve physical fitness, reduce discomfort, and enhance psychological preparedness. Community-based health education is therefore essential to increase maternal awareness and encourage regular participation in pregnancy exercise. This community service program aimed to improve the physical and psychological readiness of pregnant women for childbirth through health education and practical pregnancy exercise sessions. The program was conducted at a primary healthcare facility in Indonesia in September 2026 involving 30 pregnant women in the second and third trimesters. Activities included health education, interactive discussions, demonstrations, guided pregnancy exercise practice, breathing and relaxation techniques, individual consultations, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. Participants' practical skills and satisfaction were also assessed. Data were analyzed descriptively using frequencies, percentages, and mean score comparisons.: The program demonstrated positive outcomes in improving participants' knowledge and preparedness. The mean knowledge score increased from 66.8 before the intervention to 90.7 after the educational session. Participants also showed significant improvement in performing stretching exercises, pelvic floor exercises, breathing techniques, relaxation exercises, and appropriate labor positions. Psychological readiness improved as reflected by increased self-confidence, reduced anxiety, and greater motivation to perform pregnancy exercise regularly. Most participants expressed high satisfaction with the educational materials, practical sessions, and overall implementation of the program.: Health education combined with practical pregnancy exercise effectively improved the knowledge, physical preparedness, and psychological readiness of pregnant women for childbirth. Integrating pregnancy exercise education into routine antenatal care is recommended to promote maternal health, increase confidence during labor, and support safe and positive childbirth experiences.  Keywords: Pregnancy Exercise; Health Education; Maternal Health; Physical Readiness; Psychological Readiness; Childbirth Preparation; Community Service.   ABSTRAK Kehamilan merupakan proses fisiologis yang disertai berbagai perubahan fisik, psikologis, hormonal, dan sosial yang memerlukan adaptasi dari ibu hamil. Kurangnya aktivitas fisik yang sesuai selama kehamilan dapat menyebabkan penurunan kebugaran, meningkatnya keluhan muskuloskeletal, serta kecemasan menjelang persalinan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang direkomendasikan untuk meningkatkan kesiapan ibu menghadapi persalinan adalah senam hamil. Senam hamil berperan dalam meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, teknik pernapasan, relaksasi, serta kesiapan mental sehingga ibu lebih percaya diri menghadapi proses persalinan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan fisik dan mental ibu hamil melalui edukasi dan praktik senam hamil. Kegiatan dilaksanakan pada salah satu fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di Indonesia dengan melibatkan 30 ibu hamil trimester II dan III. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, praktik senam hamil, diskusi interaktif, pendampingan peserta, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai manfaat senam hamil, perubahan fisiologis selama kehamilan, teknik pernapasan, posisi persalinan, dan latihan relaksasi. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 66,8 menjadi 90,7 setelah kegiatan. Selain itu, sebagian besar peserta menyatakan lebih percaya diri, lebih rileks, memahami teknik mengurangi nyeri selama persalinan, serta memiliki motivasi untuk melakukan senam hamil secara rutin. Antusiasme peserta selama kegiatan juga menunjukkan bahwa metode edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu hamil. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi dan praktik senam hamil merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan yang efektif dalam meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu hamil menghadapi persalinan. Program serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pelayanan antenatal untuk mendukung persalinan yang aman, nyaman, dan berkualitas. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Ibu Hamil, Kesiapan Persalinan, Kesehatan Maternal, Senam Hamil.