Marimbun Marimbun
Bimbingan Dan Konseling Islam, Institut Agama Islam Negeri Langsa

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penguatan Kompetensi Guru: Implementasi Asesmen dan Pembelajaran Terdiferensiasi di Sekolah Penggerak Marimbun, Marimbun
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v5i2.11669

Abstract

Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dalam menerapkan asesmen dan pembelajaran terdiferensiasi di SMA yang tergabung dalam Program Sekolah Penggerak di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pendampingan berbasis lokakarya interaktif yang mengintegrasikan pembelajaran kolaboratif dan reflektif. Kegiatan ini melibatkan tiga sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Sinabang, SMA Negeri 3 Sinabang, dan SMA Negeri 3 Teupah Selatan, dengan peserta terdiri dari pengawas sekolah, kepala sekolah, dan dua perwakilan guru dari masing-masing sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep asesmen dan pembelajaran terdiferensiasi, di mana peserta mencapai pemahaman mendalam setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, guru berhasil menyusun rencana pembelajaran yang mengintegrasikan asesmen dengan strategi pembelajaran terdiferensiasi, sementara kepala sekolah dan pengawas sekolah menyusun kebijakan dukungan dan strategi supervisi berbasis data asesmen. Implementasi rencana aksi nyata di masing-masing sekolah menunjukkan bahwa program ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat komitmen terhadap pendidikan yang berbasis pada kebutuhan peserta didik. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung tujuan Program Sekolah Penggerak dan dapat menjadi model untuk direplikasi di wilayah lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih inklusif.
FAKTOR PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK STUDI LANJUT PADA REMAJA DARI KELUARGA SINGLE PARENT DI GAMPONG TEUNGOH KOTA LANGSA Rinaldi, Muhammad; Wan, Chalidaziah; Marimbun, Marimbun
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v7i2.26334

Abstract

Setiap orang dalam hidupnya pasti pernah berada difase harus menentukan pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan adalah sebuah tindakan yang diambil untuk pemecahan masalah yang ada dalam kehidupannya. Salah satu contoh pengambilan keputusan adalah pengambilan keputusan studi lanjut yang dilakukan oleh remaja. Pengambilan keputusan ini terjadi karena pengaruh dari faktor internal dan eksternal (orang tua), tetapi dalam hal itu terdapat juga seorang remaja yang berasal dari keluarga Single Parent atau memiliki orang tua tunggal, dimana bisa dikatakan remaja tersebut kurang salah satu peran orang tua. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor pengambilan keputusan studi lanjut pada remaja dari keluarga Single Parent di Gampong Teungoh Kota Langsa dan untuk mengetahui gambaran pengambilan keputusan untuk studi lanjut pada remaja dari keluarga Single Parent di Gampong  Teungoh Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian menggunakan teknik sampling purposive. Sehingga mendapatkan 10 narasumber di Gampong Teungoh Kota Langsa. Adapun hasil penelitian ialah faktor pengambilan keputusan sesuai dengan minat, bakat, dan potensi diri yang bertujuan untuk mengapai sebuah cita-cita, serta keputusan untuk pengambilan keputusan studi lanjut bagi remaja di Gampong Teungoh. Walaupun berasal dari keluarga Single Parent tetap mendapatkan dukungan penuh dari orang tua tunggalnya. Dalam hal ini proses pengambilan keputusan hasil dari diskusi antara remaja dari keluarga Single Parent dengan orang tua tunggalnya. Dimana untuk penunjang kebutuhan untuk studi lanjut remaja dari keluarga Single Parent juga berasal dari pensiunan orang tua, beasiswa serta ada juga yang bekerja.
Ketahanan Psikososial melalui Bantuan Kemanusiaan: Pemulihan Korban Banjir di Aceh Tamiang Marimbun, Marimbun; Pohan, Rizky Andana; Siregar, Mawardi; Resti, Nindi Sulvina Mai; Yustira, Vira; Anggela, Rabita; Kartika, Nur Alphia; Zuhra, Zuhra; Fadila, Nurul; Hasibuan, Marimbun
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v3i2.12794

Abstract

Banjir yang melanda Aceh Tamiang pada tahun 2022 memberikan dampak signifikan terhadap infrastruktur dan kehidupan masyarakat, menciptakan kebutuhan mendesak akan bantuan materiil dan psikososial. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan bantuan sembako serta dukungan psikososial kepada masyarakat korban banjir di Aceh Tamiang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi penggalangan dana, distribusi sembako melalui perwakilan desa, serta penyediaan bantuan psikososial oleh mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (BKI). Bantuan diberikan dalam dua tahap: tahap pertama mencakup distribusi bantuan ke Desa Balai dan Desa Raja di Kecamatan Bendahara, sementara tahap kedua menjangkau Desa Sungai Liput. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa bantuan materiil dan dukungan psikososial memberikan dampak positif dalam mengurangi kecemasan dan memperkuat ketahanan psikososial masyarakat. Program ini juga menegaskan peran penting mahasiswa BKI sebagai agen perubahan sosial yang berkontribusi langsung dalam pemulihan pasca-bencana. Kesimpulannya, pengabdian ini berhasil memberikan manfaat yang signifikan dalam memperkuat ketahanan psikososial masyarakat dengan mengintegrasikan bantuan materiil dan psikososial
Effectiveness of group counseling with positive self-talk in reducing anxiety among pregnant women in Indonesia: A true experimental study Marimbun, Marimbun; Nurhaliza, Nurhaliza; Chalidaziah, Wan; Hasibuan, Marimbun
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 8 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v8i1.7131

Abstract

Pregnancy can present significant risks, particularly during the childbirth process, which often induces fear and anxiety in pregnant women. This study aims to evaluate the effectiveness of group counseling using the Positive Self-Talk technique in reducing anxiety among pregnant women. A true experimental pretest-posttest control group design was employed, with 20 participants divided into two groups: 10 pregnant women in the experimental group and 10 in the control group. Anxiety data were collected using the Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS), adapted to measure anxiety in pregnant women. Pre-test and post-test results were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test via SPSS 20. The findings revealed a significant reduction in anxiety within the experimental group (Asymp. Sig. = 0.037), with the average anxiety score decreasing from 84.5 at pre-test to 50.8 at post-test, while the control group exhibited an increase in the average anxiety score from 85.7 to 91.4 (Asymp. Sig. = 0.0628). These results suggest that group counseling with the Positive Self-Talk technique is effective in reducing anxiety among pregnant women. This study provides valuable insights into psychological interventions aimed at alleviating anxiety in pregnant women, particularly in preparation for childbirth.
Forgiveness in Muslim Indonesia: A Cross-Sectional Study of Emotional Intelligence and Social Integration during Halal Bihalal Marimbun, Marimbun; Abdullah, Azizah; Pohan, Rizky Andana; Nengsih, Nengsih; Ilyas, Sabrida M; Chalidaziah, Wan
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.8735

Abstract

Forgiveness is a vital component of interpersonal harmony and community resilience, particularly within religious and cultural contexts. In Indonesia, the halal bihalal tradition, an Islamic communal ritual of mutual forgiveness following Eid al-Fitr, represents a unique socio-religious practice of reconciliation. This study aims to examine the psychosocial predictors of forgiveness within this ritual context using a quantitative cross-sectional design involving 512 Indonesian Muslim respondents across five provinces. A structured online questionnaire was administered to assess emotional intelligence, social integration, and dispositional forgiveness. Multiple linear regression analysis revealed that emotional intelligence (β = 0.412, p < 0.001) and social integration (β = 0.192, p < 0.001) significantly predicted forgiveness, accounting for 39.1% of its variance. The findings affirm that forgiveness is a socially embedded and emotionally regulated process, reinforced by spiritual rituals, particularly during Ramadan and post-Eid gatherings. This study extends forgiveness theories by incorporating collectivist, spiritual, and ritualized dimensions, highlighting the role of halal bihalal as a culturally grounded mechanism for emotional repair and social cohesion. Limitations include the regional scope and reliance on self-report measures. Future research is recommended to explore forgiveness as a ritualized practice across diverse religious and ethnic contexts. Keywords: halal bihalal ritual, emotional intelligence, social integration, forgiveness, emotional well-being, religious-based psychoeducation
Beyond Symptoms: A Narrative Counseling Interpretation of First-Year Student Anxiety in Indonesian Higher Education Abdullah, Azizah; Pohan, Rizky Andana; Putri, Ramtia Darma; Triyono, Triyono; Marimbun, Marimbun; Febriani, Rahmi Dwi
Buletin Konseling Inovatif Vol. 6, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The transition to higher education is a critical period in which first-year students face new academic demands, financial pressures, social adjustment challenges, and uncertainty about the future. However, limited research has examined how freshmen make sense of and narrate their anxiety, particularly in the Indonesian context. This study aimed to explore the main domains of anxiety among first-semester students in Indonesian public universities and to interpret these experiences through a narrative counseling lens. The study employed a qualitative online survey design with an interpretivist orientation. Data were collected from 199 first-semester students through open-ended questions addressing anxiety-provoking situations, sources of anxiety, and the meanings students attached to their early university experiences. The data were analyzed using reflexive thematic analysis and subsequently interpreted through a narrative counseling perspective. The findings identified four main themes: academic anxiety (41.8%), financial anxiety (23.1%), social anxiety (9.5%), and career anxiety (4.5%), while 21.1% of participants reported no anxiety. Academic anxiety was the most dominant theme and was primarily associated with adjustment to new learning demands and fear of poor performance. Overall, freshmen anxiety emerged not only as emotional distress but also as a narrative of inadequacy, burden, misfit, and uncertainty. This study highlights the need to understand freshmen anxiety as both a psychological and meaning-making process and underscores the relevance of narrative-informed support in higher education settings.
Pengembangan Modul Mikro Konseling Berbasis Psikospiritual untuk Meningkatkan Keterampilan Mahasiswa dalam Mengatasi Konflik Komunikasi Suami-Istri Marimbun; Nengsih
Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jbk.v10i1.16075

Abstract

Marital communication conflict requires prospective counselors to combine core counseling skills with sensitivity to clients’ spiritual values. This study aimed to develop a psychospiritual-based micro-counseling module for students of Islamic Guidance and Counseling in managing marital communication conflict. Using a research and development design with the ADDIE model, participants included three expert validators, three practitioner/lecturer user validators, and 20 students in a limited readability and practice try-out. Data were collected through needs analysis, document review, expert validation, usability assessment, student responses, practice observation, and focus group discussion. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were reduced, categorized, and used for module revision. The final module comprised six units: micro-counseling concepts, dynamics of marital communication conflict, psychospiritual techniques, micro-counseling skills, case-based practicum, and counselor self-evaluation. Expert validation scored 4.30 and usability testing 4.18, indicating high feasibility. The module is suitable for family counseling courses and micro-counseling practicum, though broader effectiveness testing is recommended.