Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dalam menerapkan asesmen dan pembelajaran terdiferensiasi di SMA yang tergabung dalam Program Sekolah Penggerak di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pendampingan berbasis lokakarya interaktif yang mengintegrasikan pembelajaran kolaboratif dan reflektif. Kegiatan ini melibatkan tiga sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Sinabang, SMA Negeri 3 Sinabang, dan SMA Negeri 3 Teupah Selatan, dengan peserta terdiri dari pengawas sekolah, kepala sekolah, dan dua perwakilan guru dari masing-masing sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep asesmen dan pembelajaran terdiferensiasi, di mana peserta mencapai pemahaman mendalam setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, guru berhasil menyusun rencana pembelajaran yang mengintegrasikan asesmen dengan strategi pembelajaran terdiferensiasi, sementara kepala sekolah dan pengawas sekolah menyusun kebijakan dukungan dan strategi supervisi berbasis data asesmen. Implementasi rencana aksi nyata di masing-masing sekolah menunjukkan bahwa program ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat komitmen terhadap pendidikan yang berbasis pada kebutuhan peserta didik. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung tujuan Program Sekolah Penggerak dan dapat menjadi model untuk direplikasi di wilayah lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih inklusif.