Marimbun Marimbun
Bimbingan Dan Konseling Islam, Institut Agama Islam Negeri Langsa

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penguatan Kompetensi Guru: Implementasi Asesmen dan Pembelajaran Terdiferensiasi di Sekolah Penggerak Marimbun, Marimbun
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v5i2.11669

Abstract

Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dalam menerapkan asesmen dan pembelajaran terdiferensiasi di SMA yang tergabung dalam Program Sekolah Penggerak di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pendampingan berbasis lokakarya interaktif yang mengintegrasikan pembelajaran kolaboratif dan reflektif. Kegiatan ini melibatkan tiga sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Sinabang, SMA Negeri 3 Sinabang, dan SMA Negeri 3 Teupah Selatan, dengan peserta terdiri dari pengawas sekolah, kepala sekolah, dan dua perwakilan guru dari masing-masing sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep asesmen dan pembelajaran terdiferensiasi, di mana peserta mencapai pemahaman mendalam setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, guru berhasil menyusun rencana pembelajaran yang mengintegrasikan asesmen dengan strategi pembelajaran terdiferensiasi, sementara kepala sekolah dan pengawas sekolah menyusun kebijakan dukungan dan strategi supervisi berbasis data asesmen. Implementasi rencana aksi nyata di masing-masing sekolah menunjukkan bahwa program ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat komitmen terhadap pendidikan yang berbasis pada kebutuhan peserta didik. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung tujuan Program Sekolah Penggerak dan dapat menjadi model untuk direplikasi di wilayah lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih inklusif.
FAKTOR PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK STUDI LANJUT PADA REMAJA DARI KELUARGA SINGLE PARENT DI GAMPONG TEUNGOH KOTA LANGSA Rinaldi, Muhammad; Wan, Chalidaziah; Marimbun, Marimbun
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v7i2.26334

Abstract

Setiap orang dalam hidupnya pasti pernah berada difase harus menentukan pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan adalah sebuah tindakan yang diambil untuk pemecahan masalah yang ada dalam kehidupannya. Salah satu contoh pengambilan keputusan adalah pengambilan keputusan studi lanjut yang dilakukan oleh remaja. Pengambilan keputusan ini terjadi karena pengaruh dari faktor internal dan eksternal (orang tua), tetapi dalam hal itu terdapat juga seorang remaja yang berasal dari keluarga Single Parent atau memiliki orang tua tunggal, dimana bisa dikatakan remaja tersebut kurang salah satu peran orang tua. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor pengambilan keputusan studi lanjut pada remaja dari keluarga Single Parent di Gampong Teungoh Kota Langsa dan untuk mengetahui gambaran pengambilan keputusan untuk studi lanjut pada remaja dari keluarga Single Parent di GampongĀ  Teungoh Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian menggunakan teknik sampling purposive. Sehingga mendapatkan 10 narasumber di Gampong Teungoh Kota Langsa. Adapun hasil penelitian ialah faktor pengambilan keputusan sesuai dengan minat, bakat, dan potensi diri yang bertujuan untuk mengapai sebuah cita-cita, serta keputusan untuk pengambilan keputusan studi lanjut bagi remaja di Gampong Teungoh. Walaupun berasal dari keluarga Single Parent tetap mendapatkan dukungan penuh dari orang tua tunggalnya. Dalam hal ini proses pengambilan keputusan hasil dari diskusi antara remaja dari keluarga Single Parent dengan orang tua tunggalnya. Dimana untuk penunjang kebutuhan untuk studi lanjut remaja dari keluarga Single Parent juga berasal dari pensiunan orang tua, beasiswa serta ada juga yang bekerja.
Meningkatkan Ketahanan Psikososial melalui Bantuan Kemanusiaan: Pemulihan Korban Banjir di Aceh Tamiang Marimbun, Marimbun; Pohan, Rizky Andana; Siregar, Mawardi; Resti, Nindi Sulvina Mai; Yustira, Vira; Anggela, Rabita; Kartika, Nur Alphia; Zuhra, Zuhra; Fadila, Nurul
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v3i2.12794

Abstract

Banjir yang melanda Aceh Tamiang pada tahun 2022 memberikan dampak signifikan terhadap infrastruktur dan kehidupan masyarakat, menciptakan kebutuhan mendesak akan bantuan materiil dan psikososial. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan bantuan sembako serta dukungan psikososial kepada masyarakat korban banjir di Aceh Tamiang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi penggalangan dana, distribusi sembako melalui perwakilan desa, serta penyediaan bantuan psikososial oleh mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (BKI). Bantuan diberikan dalam dua tahap: tahap pertama mencakup distribusi bantuan ke Desa Balai dan Desa Raja di Kecamatan Bendahara, sementara tahap kedua menjangkau Desa Sungai Liput. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa bantuan materiil dan dukungan psikososial memberikan dampak positif dalam mengurangi kecemasan dan memperkuat ketahanan psikososial masyarakat. Program ini juga menegaskan peran penting mahasiswa BKI sebagai agen perubahan sosial yang berkontribusi langsung dalam pemulihan pasca-bencana. Kesimpulannya, pengabdian ini berhasil memberikan manfaat yang signifikan dalam memperkuat ketahanan psikososial masyarakat dengan mengintegrasikan bantuan materiil dan psikososial