Ria Duma Situmeang
Universitas Katolik Santo Thomas

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PBL KELAS V PADA PELAJARAN IPAS SDN 067245 MEDAN SELAYANG Irmina Pinem; Debora Octavia Siringoringo; Ria Duma Situmeang; Melviana Maringga; Enzelina Tambunan
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 01 AGUSTUS 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no01pp1

Abstract

Hasil belajar siswa kelas V SDN 067245 Medan Selayang dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) masih tergolong rendah, sehingga diperlukan upaya inovatif dalam proses pembelajaran. Guru sebagai fasilitator diharapkan mampu mengembangkan keterampilan mengajar yang lebih kreatif agar dapat menarik perhatian siswa serta memotivasi mereka untuk aktif dalam kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang berfokus pada pemecahan masalah nyata sebagai bagian dari pengalaman belajar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada setiap siklus. Data penelitian diperoleh melalui tes esai yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif siswa setelah pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL secara konsisten mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 96%. Temuan ini membuktikan bahwa model PBL efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran alternatif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa serta dapat menjadi rujukan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna.
Teachers’ Experiences of the Curriculum Transition from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum in Elementary Learning at SD Agia Sophia Medan Ria Duma Situmeang; Enzelina Tambunan; Evi Sitorus; Medianti Simanjuntak
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 03 DECEMBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss3pp193-206

Abstract

Curriculum transition is an important educational process because it influences teachers’ instructional planning, classroom practices, assessment strategies, learning media, and students’ learning experiences. In Indonesia, the transition from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum requires teachers to adapt to more flexible, student-centered, project-based, and competency-oriented learning. This study aims to describe teachers’ experiences in implementing learning during the transition from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum at SD Agia Sophia Medan. This study employed a descriptive qualitative design. Data were collected through direct classroom observation and semi-structured interviews with five elementary school teachers. The data were analyzed thematically through data reduction, data display, interpretation, and conclusion drawing. The findings show that teachers experienced both opportunities and challenges during the curriculum transition. The opportunities included greater student creativity, more active participation, project-based learning experiences, and stronger student independence. However, teachers also faced several challenges, including the need to prepare new teaching media, limited learning resources, limited infrastructure, students’ low learning independence, unequal student understanding, and the need to adapt from familiar 2013 Curriculum routines. The study also found that four of the five teachers preferred the Merdeka Curriculum, while one teacher preferred the 2013 Curriculum because of familiarity and the availability of teaching materials. This study concludes that the success of curriculum transition depends strongly on teacher readiness, school support, learning media availability, professional adaptation, and continuous mentoring.