Medianti Simanjuntak
Universitas Katolik Santo Thomas, Medan

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

DAMPAK KUALITAS KEHARMONISAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU ANAK DI SEKOLAH SDN 067244 MEDAN Adrian David Ginting; Fica Miranda Br Tarigan; Meikardo Samuel Prayuda; Medianti Simanjuntak
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss2pp100-106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknologi terhadap minat belajar siswa kelas III di SD Kartika I-1 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan siswa kelas III sebagai subjek penelitian. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran dilakukan melalui media PowerPoint, video pembelajaran, dan kuis interaktif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi mampu meningkatkan minat belajar siswa yang ditandai dengan meningkatnya perhatian, antusiasme, partisipasi, serta kemudahan siswa dalam memahami materi pembelajaran. Sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif karena pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan tidak membosankan. Selain itu, penggunaan teknologi juga membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih kreatif dan variatif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan minat belajar siswa kelas III di SD Kartika I-1 Medan.
ANALISIS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SD KARTIKA I-1 MEDAN Elisabeth Purba; Septilicia Purba; Meikardo Samuel Prayuda; Medianti Simanjuntak
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss2pp117-122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap minat belajar siswa di SD Kartika I-1 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 064025 Medan yang berjumlah 24 orang. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan alat peraga rantai makanan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk mendukung penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami peningkatan minat belajar setelah mengikuti pembelajaran yang melibatkan penggunaan alat peraga dan aktivitas pemecahan masalah. Siswa menjadi lebih aktif, antusias, serta lebih mudah memahami materi yang disampaikan karena dapat melihat dan mempraktikkan konsep pembelajaran secara langsung. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa siswa merasa lebih senang, termotivasi, dan lebih cepat memahami materi dibandingkan pembelajaran yang hanya menggunakan metode ceramah. Meskipun demikian, terdapat beberapa siswa yang menganggap penggunaan alat peraga tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman mereka. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning yang didukung penggunaan alat peraga memberikan pengaruh positif terhadap minat belajar siswa, khususnya pada pembelajaran IPA di kelas V SDN 064025 Medan.
PENGARUH GAME ONLINE TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS V DI SD NEGERI 060512 PALES RAYA Debora Octavia Siringoringo; Melviana Maringga; Meikardo Samuel Prayuda; Medianti Simanjuntak
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss2pp107-112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh game online terhadap minat belajar siswa kelas V di SD Negeri 060512 Pales Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap sepuluh siswa kelas V. Data penelitian diperoleh secara langsung dari hasil pengamatan dan wawancara mengenai kebiasaan bermain game online serta dampaknya terhadap aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game online telah menjadi aktivitas yang sering dilakukan oleh sebagian besar siswa, dengan jenis permainan yang banyak dimainkan antara lain Mobile Legends, Free Fire, dan FR Legends. Penggunaan game online yang berlebihan menyebabkan siswa kurang fokus saat pembelajaran berlangsung, lebih tertarik membahas permainan dibandingkan materi pelajaran, kurang aktif dalam kegiatan belajar, serta cenderung menunda pengerjaan tugas sekolah. Selain itu, kurangnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gadget turut memperkuat kebiasaan bermain game yang berdampak pada rendahnya minat belajar siswa. Meskipun terdapat beberapa siswa yang masih mampu membagi waktu antara bermain dan belajar, secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa game online memberikan pengaruh negatif terhadap minat belajar siswa kelas V di SD Negeri 060512 Pales Raya. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru dan orang tua dalam mengawasi penggunaan game online agar tidak mengganggu proses dan hasil belajar siswa
PENGARUH INTERNET TERRHADAP PERILAKU SISWA Apri Nurlemi Br Milala; Maria GoretiBina Sembiring; Medianti Simanjuntak
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss2pp113-116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh internet terhadap perilaku siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek penelitian terdiri dari 10 siswa yang diwawancarai mengenai penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internet memiliki pengaruh positif dan negatif terhadap perilaku siswa. Dampak positif yang ditemukan antara lain membantu siswa memperoleh informasi, mengerjakan tugas sekolah, meningkatkan pengetahuan, serta mendukung proses pembelajaran melalui berbagai aplikasi pendidikan. Namun, penggunaan internet yang berlebihan juga menimbulkan dampak negatif, seperti berkurangnya waktu belajar, menurunnya interaksi sosial dengan teman sebaya, ketergantungan terhadap gadget, serta menurunnya konsentrasi belajar. Sebagian besar siswa mengaku lebih sering menggunakan internet untuk hiburan dibandingkan untuk kegiatan belajar. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan pendampingan dari orang tua serta guru agar siswa dapat memanfaatkan internet secara bijak dan bertanggung jawab. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa internet memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku siswa, baik dalam aspek positif maupun negatif, tergantung pada cara dan intensitas penggunaannya.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELEJARAN IPA SD Laura Creis Agave Br Perangin-angin; Averina Anastasya Hutauruk; Meikardo Samuel Prayuda Prayuda; Maria Sihotang; Medianti Simanjuntak
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss2pp69-73

Abstract

Media pembelajaran yang menarik dan interaktif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran IPA di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur, observasi, dan wawancara terhadap siswa yang menggunakan aplikasi Canva dalam pembelajaran IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Canva dapat membantu siswa memahami konsep-konsep IPA yang abstrak melalui penyajian materi yang lebih visual, menarik, dan interaktif. Canva juga meningkatkan minat belajar, kreativitas, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, siswa merasa lebih mudah memahami materi IPA, seperti rantai makanan dan proses ilmiah lainnya, melalui diagram, gambar, dan presentasi yang dibuat menggunakan Canva. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala, seperti siswa yang terlalu fokus pada aspek desain dan kesulitan dalam membuat tampilan yang kompleks sehingga dapat mengurangi fokus terhadap materi pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi Canva efektif digunakan sebagai media pembelajaran IPA di sekolah dasar karena mampu meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konsep, serta kreativitas siswa. Keberhasilan penggunaan Canva sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SD NEGERI 065012 Sri Yuni Manurung; Sesylia Pregita; Meikardo Samuel Prayuda; Anna Mariani; Medianti Simanjuntak
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss2pp74-83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam membentuk karakter siswa di SD Negeri 065012 Pales Raya, Kecamatan Medan Tuntungan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap guru di sekolah tersebut. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi karakter siswa serta upaya guru dalam membentuk karakter yang positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter siswa melalui pemberian teladan, bimbingan, pengawasan, nasihat, dan pendekatan yang bersifat edukatif. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa karakter siswa kelas tinggi cenderung lebih sulit dibimbing dibandingkan siswa kelas rendah. Faktor lingkungan keluarga, kurangnya perhatian orang tua, serta pengaruh perkembangan zaman menjadi beberapa penyebab rendahnya karakter siswa. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara guru, orang tua, dan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai moral, kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap sosial yang positif guna membentuk karakter siswa yang lebih baik.
ANALISIS DAMPAK GAME ONLINE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SD NEGERI 091366 GAJAPOKKI Evelina Asyera Manalu; Nurita purba; Meikardo Samuel Prayuda; Medianti Simanjuntak; Anna mariani
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss2pp90-99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak game online terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri 091366 Gajapokki. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar yang memiliki kebiasaan bermain game online. Data diperoleh melalui wawancara dengan siswa mengenai intensitas bermain game, kebiasaan belajar, serta peran orang tua dalam mengawasi penggunaan game online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game online memberikan dampak yang berbeda pada setiap siswa. Sebagian siswa yang bermain game secara berlebihan cenderung mengalami penurunan motivasi belajar, kurang fokus saat pembelajaran, jarang belajar di rumah, dan kurang berprestasi di sekolah. Sebaliknya, siswa yang mendapatkan pengawasan dari orang tua serta mampu mengatur waktu antara bermain game dan belajar tetap memiliki motivasi belajar yang baik dan mampu mencapai prestasi akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengaruh game online terhadap motivasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh intensitas bermain, pengelolaan waktu, serta peran orang tua dan guru dalam memberikan pendampingan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah dan orang tua untuk mengarahkan penggunaan game online secara bijak sehingga dampak negatifnya dapat diminimalkan dan motivasi belajar siswa tetap terjaga.
Experiment-Based Learning in Elementary Science: A Descriptive Study of Fourth-Grade Students’ Learning Outcomes at SD 032 Matiti I Grace Rawaty Manalu; Medianti Simanjuntak
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 03 DECEMBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss3pp136-148

Abstract

Science learning in elementary school should provide students with direct learning experiences that enable them to observe, investigate, discuss, and construct understanding from real phenomena. However, science instruction is still often dominated by teacher-centered explanation, which may limit students’ participation and conceptual understanding. This study aims to analyze fourth-grade students’ learning outcomes in science after the implementation of experiment-based learning at SD 032 Matiti I. This study employed a descriptive qualitative design supported by descriptive analysis of student score documentation. The participants were 34 fourth-grade students and one classroom teacher. Data were collected through classroom observation, semi-structured interviews, documentation, and analysis of students’ learning scores. The findings show that experiment-based learning supported students’ conceptual understanding, participation, curiosity, and enthusiasm during science learning. The average student score reached 79.35, which was categorized as high based on the learning outcome classification used in the study. Observation also showed that students were actively involved in visual, oral, mental, and emotional learning activities during the experiment-based lesson. Supporting factors included students’ preference for concrete activities, the flexibility of the Merdeka Curriculum, and teacher creativity in using simple materials from the surrounding environment. The main obstacles were limited science facilities, large class size, and differences in students’ levels of understanding. This study concludes that experiment-based learning is a relevant instructional method for improving the quality of elementary science learning, especially in schools with limited resources.
Teachers’ Experiences of the Curriculum Transition from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum in Elementary Learning at SD Agia Sophia Medan Ria Duma Situmeang; Enzelina Tambunan; Evi Sitorus; Medianti Simanjuntak
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 03 DECEMBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss3pp193-206

Abstract

Curriculum transition is an important educational process because it influences teachers’ instructional planning, classroom practices, assessment strategies, learning media, and students’ learning experiences. In Indonesia, the transition from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum requires teachers to adapt to more flexible, student-centered, project-based, and competency-oriented learning. This study aims to describe teachers’ experiences in implementing learning during the transition from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum at SD Agia Sophia Medan. This study employed a descriptive qualitative design. Data were collected through direct classroom observation and semi-structured interviews with five elementary school teachers. The data were analyzed thematically through data reduction, data display, interpretation, and conclusion drawing. The findings show that teachers experienced both opportunities and challenges during the curriculum transition. The opportunities included greater student creativity, more active participation, project-based learning experiences, and stronger student independence. However, teachers also faced several challenges, including the need to prepare new teaching media, limited learning resources, limited infrastructure, students’ low learning independence, unequal student understanding, and the need to adapt from familiar 2013 Curriculum routines. The study also found that four of the five teachers preferred the Merdeka Curriculum, while one teacher preferred the 2013 Curriculum because of familiarity and the availability of teaching materials. This study concludes that the success of curriculum transition depends strongly on teacher readiness, school support, learning media availability, professional adaptation, and continuous mentoring.