Maria Sihotang
Universitas Katolik Santo Thomas, Medan

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA POWERPOINT DI SDN 067244 Willfrida Purnama Sari Gulo; Efani Kudariri; Meikardo Samuel Prayuda; Maria Sihotang
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 01 AGUSTUS 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no06pp33

Abstract

Minat belajar merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan proses pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar siswa dalam penggunaan media PowerPoint pada pembelajaran di SDN 067244. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap lima siswa sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media PowerPoint mampu menarik perhatian siswa melalui tampilan gambar dan visual yang menarik sehingga membantu siswa memahami materi pembelajaran dengan lebih mudah. Namun, sebagian besar siswa lebih memilih belajar menggunakan buku karena materi yang tersedia lebih lengkap, mudah dibaca kembali, serta memudahkan mereka dalam mencatat dan mengulang pelajaran. Selain itu, siswa menganggap penggunaan PowerPoint terkadang membuat mereka tertinggal dalam mencatat materi karena pergantian slide yang berlangsung cepat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media PowerPoint belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa dibandingkan media cetak. Efektivitas penggunaan media pembelajaran lebih dipengaruhi oleh kreativitas guru dalam mengelola proses pembelajaran dan menyesuaikan media dengan kebutuhan siswa.
PENGARUH MEDIA VISUAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SDN 101883 PASAR XIII LIMAU MANIS TANJUNG MORAWA Putri Danesa Malau; Gebyanna Paula Sinaga Sinaga; Elsin Firma Situmorang; Roselli Kristanti Girsang; Meikardo Samuel Prayuda; Maria Sihotang
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 01 AGUSTUS 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no07pp41

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual terhadap motivasi belajar siswa di SDN 101883 PSR XIII Limau Manis Tanjung Morawa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap 20 siswa kelas III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual, seperti gambar, grafik, dan video, mampu meningkatkan minat, perhatian, serta semangat belajar siswa. Media visual membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit dan abstrak dengan lebih mudah, meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, serta menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan. Selain itu, siswa lebih mudah mengingat materi yang dipelajari karena informasi disajikan secara visual dan konkret. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Keberhasilan penerapan media visual dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam memilih, mengelola, dan mengintegrasikan media visual secara efektif sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tujuan pembelajaran.
ANALISIS PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DI DESA SIHAPALAN Nora Wita Purba; Mey Sari Sinaga; Meikardo Samuel Prayuda; Maria Sihotang
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 01 AGUSTUS 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no08pp48

Abstract

Peran orang tua merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar anak, karena keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang memengaruhi perkembangan dan keberhasilan belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar anak di Desa Sihapalan, Kecamatan Dolok Masagal, Kabupaten Simalungun. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas lima orang tua dan anak yang berada di lingkungan masyarakat Desa Sihapalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar anak melalui pemberian dukungan emosional, pendampingan belajar, penyediaan fasilitas belajar, pengaturan waktu belajar, komunikasi yang baik, serta pemberian motivasi dan penghargaan atas usaha yang dilakukan anak. Selain itu, keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan anak mampu meningkatkan semangat belajar, rasa percaya diri, dan prestasi akademik anak. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan ekonomi dan kurangnya waktu orang tua untuk mendampingi anak belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran aktif dan positif orang tua sangat berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar anak. Semakin tinggi keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak, semakin tinggi pula motivasi dan semangat belajar yang dimiliki anak untuk mencapai prestasi yang optimal.
PENGARUH PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD Esther Evi Rianty Siburian; Tiya Meita Purba; Elisabeth Victoria Kaban; Mika Pepayosa Sitepu; Meikardo Samuel Prayuda; Maria Sihotang
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 01 AGUSTUS 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no09pp57

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian reward dan punishment terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri 104186 Tanjung Selamat Sunggal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa kelas V yang terlibat dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reward dan punishment memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Pemberian reward berupa pujian, alat tulis, dan bentuk penghargaan lainnya mampu meningkatkan semangat, keaktifan, dan kedisiplinan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Sementara itu, pemberian punishment yang bersifat mendidik, seperti teguran dan tugas tambahan, membantu siswa memahami kesalahan serta mendorong mereka untuk tidak mengulangi perilaku yang kurang baik. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai reward dibandingkan punishment karena reward memberikan perasaan senang dan bangga atas pencapaian yang mereka peroleh. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan reward dan punishment yang dilakukan secara tepat, bijaksana, dan sesuai dengan kondisi siswa dapat meningkatkan motivasi belajar, kedisiplinan, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
ANALISIS STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PESERTA DIDIK KELAS II SEKOLAH DASAR Lasria Sifra Silaban; Cici Helen Boang Manalu; Sarmita Hasibuan; Debora Graselia Situmorang; Meikardo Samuel Prayuda; Maria Sihotang
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 01 AGUSTUS 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no10pp63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca peserta didik kelas II Sekolah Dasar serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber yang relevan mengenai pembelajaran membaca di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi seperti metode membaca langsung, basal readers, distar, penggunaan kartu huruf, gambar, nyanyian, benda nyata, serta media audio visual untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik. Strategi tersebut mampu meningkatkan minat, motivasi, pemahaman bacaan, dan kelancaran membaca siswa. Faktor pendukung meliputi tersedianya fasilitas perpustakaan, dukungan guru dan orang tua, serta penggunaan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya minat membaca sebagian siswa, kurang optimalnya program literasi sekolah, dan keterbatasan sarana pendukung membaca. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan strategi pembelajaran yang tepat serta kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peningkatan kemampuan membaca peserta didik.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELEJARAN IPA SD Laura Creis Agave Br Perangin-angin; Averina Anastasya Hutauruk; Meikardo Samuel Prayuda Prayuda; Maria Sihotang; Medianti Simanjuntak
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss2pp69-73

Abstract

Media pembelajaran yang menarik dan interaktif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran IPA di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur, observasi, dan wawancara terhadap siswa yang menggunakan aplikasi Canva dalam pembelajaran IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Canva dapat membantu siswa memahami konsep-konsep IPA yang abstrak melalui penyajian materi yang lebih visual, menarik, dan interaktif. Canva juga meningkatkan minat belajar, kreativitas, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, siswa merasa lebih mudah memahami materi IPA, seperti rantai makanan dan proses ilmiah lainnya, melalui diagram, gambar, dan presentasi yang dibuat menggunakan Canva. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala, seperti siswa yang terlalu fokus pada aspek desain dan kesulitan dalam membuat tampilan yang kompleks sehingga dapat mengurangi fokus terhadap materi pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi Canva efektif digunakan sebagai media pembelajaran IPA di sekolah dasar karena mampu meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konsep, serta kreativitas siswa. Keberhasilan penggunaan Canva sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
IMPLEMENTING CHARACTER EDUCATION IN ELEMENTARY SCHOOL: A QUALITATIVE STUDY AT SDN 064025 TANJUNG SELAMAT MEDAN Enjelia Sihite; Meikardo Samuel Prayuda; Maria Sihotang
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss2pp123-129

Abstract

Character education is an essential component of elementary education because it shapes students’ moral awareness, social behavior, discipline, responsibility, and respect for others. In the context of elementary schools, character formation cannot be separated from daily classroom practices, teacher modeling, school culture, family support, and students’ habituated behavior. This study aims to describe the implementation of character education at SDN 064025 Tanjung Selamat Medan and to identify the character values developed through school-based practices. This study employed a descriptive qualitative method. Data were collected through observation, teacher interviews, and documentation from May 14 to June 14, 2025. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that character education was implemented through four main forms: responsibility, respect, caring, and habituation. These forms were reflected in students’ daily behavior, such as maintaining school cleanliness, completing assignments, arriving at school on time, respecting teachers and peers, helping friends in need, praying before and after lessons, and greeting others politely. The implementation of character education was supported by teachers, family involvement, and the surrounding community. However, limited parental attention at home became one of the inhibiting factors. The study concludes that character education at SDN 064025 Tanjung Selamat contributes to shaping students who are responsible, disciplined, diligent, caring, and religious.
THE ROLE OF ICE-BREAKING ACTIVITIES IN SUPPORTING STUDENTS’ LEARNING MOTIVATION IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING AT AN ELEMENTARY SCHOOL Asril Kisbat Sitepu Sitepu; Ateta Malem Br. Sinulingga Sinulingga; Meikardo Samuel Prayuda; Maria Sihotang
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss2pp130-135

Abstract

Learning motivation is an essential factor that influences students’ participation, attention, and emotional involvement in classroom activities, especially at the elementary school level. However, monotonous teaching practices may cause students to feel bored, passive, and less interested in learning Indonesian language subjects. This study aims to analyze the role of ice-breaking activities in supporting students’ learning motivation in Indonesian language learning among fourth-grade students at SD Negeri 064024 Medan. This research employed a qualitative descriptive method. The data were collected through classroom observation and semi-structured interviews with five fourth-grade students. The findings show that ice-breaking activities helped create a more enjoyable, active, and emotionally supportive classroom atmosphere. Students expressed that-games, singing, quizzes, and short interactive activities made them feel more enthusiastic and reduced boredom during the learning process. The observation also indicated that students showed more positive responses when the learning process included ice-breaking activities compared to regular instruction without such activities. The study concludes that ice-breaking activities can function as a practical instructional strategy to support students’ motivation, improve classroom engagement, and reduce learning fatigue in Indonesian language learning. Therefore, teachers are encouraged to integrate simple and meaningful ice-breaking activities into classroom instruction to maintain students’ attention and enthusiasm.
Students’ Meaning-Making of Group Dynamics in Cooperative Learning: A Qualitative Study in Higher Education Rosmeika Sitompul; Fiber Yun Almanda Ginting Ginting; Maria Sihotang
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 02 NO 03 DECEMBER 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol2iss3pp182-192

Abstract

Cooperative Learning is widely used in higher education to promote academic engagement, communication, responsibility, teamwork, and social competence. However, the success of Cooperative Learning does not depend only on task completion, but also on how students experience, interpret, and negotiate group dynamics during the learning process. This study aims to explore students’ meaning-making of group dynamics in learning through the Cooperative Learning method among first-year students of the Primary School Teacher Education Program at Universitas Katolik Santo Thomas Medan. This study employed a descriptive qualitative design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, documentation, and Focus Group Discussion. The data were analyzed using an interactive qualitative analysis model involving data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. The findings show that students interpreted group dynamics as a social learning process involving group formation, role distribution, communication, participation, conflict management, and shared responsibility. Students viewed group work as a space for developing confidence, empathy, tolerance, leadership, and communication skills. However, unequal participation, differences in working styles, limited commitment, and passive group members became major challenges. The findings also indicate that lecturer facilitation, clear group goals, open communication, peer support, and mutual trust supported positive group dynamics. This study concludes that Cooperative Learning provides meaningful academic and character-building experiences when group interaction is intentionally structured, monitored, and continuously reflected upon.