Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Adolescent Movement Cares About Menstrual Hygiene Management (MHM) Fayakun Nur Rohmah; Siti Arifah
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.321 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v4i2.1130

Abstract

Lack of knowledge about The Menstrual Hygiene Management (MHM) and poor water sanitation is a problem in adolescents in Indonesia. This community service activity aims to increase students' knowledge and awareness about MHM. This community service was carried out in October 2019 at SD Muhammadiyah Karangkajen I and SD Muhammadiyah Karangkajen II followed by 25 students from grades IV, V and V. The design of this activity is the provision of training on MKM by providing training modules and applying several learning methods including lectures, discussions, and simulations that begin with pretest and end postest. The results showed there was a difference in the average value of knowledge of students to MKM and statistically significant p<0.05.  It is expected that students can do MHM appropriately and provide the right information to friends. Teachers are expected to play an active role in providing information about reproductive health so that students get accurate information
Self-Efficacy Menyusui Nifas Post Sectio Caesar Nurul Kurniati; Siti Arifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.135 KB)

Abstract

Latar belakang : Penyebab kematian bayi di Indonesia, antara lain bayi berat lahir rendah 29%, asfiksia 27%, tetanus dan infeksi 15%, masalah pemberian minum 10%, masalah hematologi 6%, diare serta pneumonia 13%. Bayi yang diberikan ASI selama enam bulan atau lebih memiliki ketahanan hidup 33,3 kali lebih baik daripada bayi yang disusui kurang dari 4 bulan, dan bayi yang disusui selama 4-5 bulan memiliki ketahanan hidup 2,6 kali lebih baik daripada bayi yang disusui kurang dari empat bulan, untuk itu perlu kepercayaan diri (self-efficacy) ibu mampu memberikan ASI secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui self-efficacy menyusui pada ibu post section caesaria. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah responden sejumlah 30 subyek dengan quota sampling. penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner BSES-SF yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan secara umum gambaran tingkat self-efficacy menyusui ibu adalah rendah sejumlah 56,67% pad post SC, ibu dengan paritas multipara cenderung memiliki self-efficacy yang tinggi (43,33%), dan berdasarkan usia ibu, rentang usia reproduktif cenderung memiliki self-efficacy yang rendah (33,3%). Kesimpulan: Self efficacy ibu menyusui post SC dari faktor paritas dan usia masih cenderung rendah. Saran bagi tenaga kesehatan dan keluarga dapat memberikan motivasi dan dukungan kepada ibu dalam meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI kepada bayinya.
Implementasi Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2012 Tentang Pemberian ASI Eksklusif Siti Arifah
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.616 KB) | DOI: 10.31101/jkk.2060

Abstract

Rumah Sakit di DIY sudah melaksanakan program ASI Eksklusif, namun belum terlaksana dengan optimal.Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi PP No. 33 tahun 2012 Penelitian kualitatif pendekatan yuridis sosiologis. Tekhnik pengumpulan data primer dan data sekunder.Sampel 3 RS di DIY. Hasil faktor yuridis  dua RS sudah memiliki peraturan internal, dan satu RS belum memiliki peraturan internal pemberian ASI ekslusif tetapi pemberian ASI eksklusif sudah terlaksana, faktor sosial :dukungan ibu, dukungan keluarga, tingkat pengetahuan. , faktor teknis : kesiapan konselor ASI belum mencukupi, belum terdapat pojok lakatasi yang sesui setandar. Simpulan:  terdapat tiga faktor terkait imlementasi ASI eksklusif di RS yaitu faktor yuridis, faktor soaila dan faktor teknis.  Saran: fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan diwajibkan memilki peraturan internal dan konselor ASI
Evaluasi pelaksanaan pengukuran tinggi badan oleh kader Posyandu di Wilayah Yogyakarta Anindhita Syahbi Syagata; Fayakun Nur Rohmah; Khalisa Khairani; Siti Arifah
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 17, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.937 KB) | DOI: 10.31101/jkk.2311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek pengukuran tinggi badan di Posyandu wilayah Kecamatan Godean. Survei deskriptif observasional dengan desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan di Posyandu Puskesmas Godean 1 dan 2 Kabupaten Sleman, pada Agustus-September 2019. Sebanyak 66 kader sebagai subjek diambil menggunakan strata random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 70% kader mengukur tinggi badan anak yang tidak bersepatu, berdiri tegak menghadap ke depan, dan menarik tuas sampai ke ubun-ubun. Lebih dari 50% kader mengukur tinggi badan dengan punggung, bokong, tumit menempel di dinding, dan membaca hasilnya dengan benar. Namun, hanya 27% yang memberikan koreksi hasil pengukuran anak berumur 2 tahun.
The Therapeutic Benefits of Warm Compresses in Alleviating Menstrual Pain (Dysmenorrhea) among Young Woman Beatrix Yenike Zangga; Luluk Khusnul Dwihestie; Siti Arifah
Journal of Public Health Sciences Vol. 2 No. 01 (2023): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/jphs.v2i01.289

Abstract

The aim of this study was to examine the effectiveness of warm compresses in reducing dysmenorrhea, or menstrual pain, among young women. A pre-experimental study was conducted on 30 female students of 7th-grade at SMPK Waimangura (a junior high school) using a One-Group Pre-test Post-test Design, with respondents selected through purposive sampling. The study used a numerical rating scale to gauge the level of menstrual pain, and the data was analyzed using the Wilcoxon test. Prior to applying warm compresses, most of the participants reported moderate pain, but after the application of warm compresses, the majority reported no pain. The results showed a significant effect of warm compresses in reducing menstrual pain, with a p-value of 0.000 (<0.05). Therefore, it is recommended that young women use warm compresses as a non-pharmacological method to alleviate menstrual pain by applying a clean towel-covered glass bottle for 15-20 minutes. This intervention is effective in reducing muscle spasms in the abdominal area, providing a sense of comfort, and reducing pain.
Hubungan Konsumsi Junk Food Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri: Tinjauan Implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Pasal 50 Siti Arifah; Maulidya Puteri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.188

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang terjadi tanpa adanya kelainan anatomis dengan gejala nyeri pada perut bagian bawah dan pinggang. Salah satu faktor risiko yang diduga berperan adalah konsumsi junk food, dengan kandungan lemak yang tinggi dalam junk food dapat memicu meningkatnya hormon prostaglandin sehingga menyebabkan kontraksi pada uterus. World Health Organization (WHO) tahun 2020 menjelaskan angka kejadian dismenore di dunia sangat tinggi, yaitu 1.769.425 atau sekitar 90% wanita yang mengalami dismenore, di Indonesia sebesar 64,25% dengan rincian 54,89% dismenore primer dan 9,36% adalah dismenore sekunder, di Kota Yogyakarta sebesar 52% dan pada daerah Kabupaten Sleman sebesar 88,64% dan 11,36% mengatakan tidak mengalami dismenore. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi junk food dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 38 siswi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar anamnesa untuk mengetahui kejadian dismenore primer dan kuesioner Food Frequency Quistionnaire (FFQ) untuk mengukur frekuensi konsumsi junk food siswi. Hasil penelitian menggunakan uji Fisher’s Exact Test didapatkan hasil p-value=0,632 (p-value >0,05). Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi junk food dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 2 Gamping. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan referensi bagi remaja putri, orang tua, tenaga kesehatan, serta pihak sekolah dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hiperurisimia Pada Pra Lansia Dan Lansia Di Ranting Aisyiyah Karangkajen, Mergangsan Yogyakarta Najwa Azzahra; Siti Arifah; Yekti Satriandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.190

Abstract

Hiperurisimia adalah keadaan di mana kadar asam urat dalam darah meningkat, sering kali tanpa disadari, dan dapat menyebabkan masalah sendi seperti gout arthritis. Keadaan ini semakin menjadi perhatian khususnya pada orang-orang yang berusia lanjut, karena fungsi metabolisme tubuh cenderung menurun serta adanya peningkatan faktor risiko seperti konsumsi makanan yang kaya purin dan kurangnya aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisimia pada pralansia dan lansia di Ranting Aisyiyah Karangkajen, Mergangsan, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yaitu penelitian desktiptif analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah warga Ranting Aisyiyah Karangkajen Mergangsan Yogyakarta berjumlah 35 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner baku  food recall 1 x 24 jam dan IPAQ. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dengan nomor etik No.4360/KEP-UNISA/IV/2025. Hasil analisis Chi Squere pada hubungan pola makan dengan kejadian hiperurisimia didapatkan hasil P value 1.000 (1.000 > 0,05) artinya tidak ada hubungan yang signifikan, dan pada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisimia didapatkan hasil P value 0,435 (0,435 > 0,05) artinya tidak ada hubungan yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisimia pada pralansia dan lansia di Ranting Aisyiyah Karangkajen, Mergangsan, Yogyakarta.
EDUKASI DAN SKRINING ANEMIA SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI Fayakun Nur Rohmah; Siti Arifah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.51710

Abstract

Anemia pada remaja putri berdampak negatif pada prestasi akademik dan kesehatan jangka panjang. Di SD Muhammadiyah Karangkajen I dan II, pengetahuan mengenai anemia masih rendah, dan skrining belum pernah dilakukan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan melakukan skrining anemia. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi tentang pencegahan anemia, memeriksa kadar Hemoglobin (Hb), membagikan tablet tambah darah (tablet Fe), dan memberikan lembar monitoring konsumsi tablet Fe. Evaluasi edukasi dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan siswi tentang anemia. Hasil skrining menunjukkan prevalensi anemia yang tinggi, dengan 47% siswi terdiagnosis. Program edukasi terbukti efektif, dengan peningkatan signifikan pada skor rata-rata pengetahuan peserta dari 56 (pre-test) menjadi 81 (post-test). PkM ini berhasil mengidentifikasi masalah anemia yang signifikan dan meningkatkan pemahaman siswi. Tindak lanjut medis diperlukan bagi siswi yang anemia, serta program edukasi yang berkelanjutan
Kebiasaan jajan dengan kejadian diare pada siswa kelas VIII Deviana Arfani; Siti Arifah; Armenia Diahsari
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2823

Abstract

Background: Diarrhea remains a health problem in school-aged children, causing dehydration and other health problems. One risk factor is unhygienic snacking habits. Junior high school students are a group that frequently consumes snacks both at school and outside of school, putting them at risk of diarrhea if they do not pay attention to food hygiene. Purpose: To determine the relationship between snacking habits and diarrhea incidence in students. Method: This quantitative study used a descriptive correlation design with a cross-sectional approach. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 71 respondents. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used the chi-square test. Results: The study showed that 57 respondents (80.3%) had adequate snacking habits, while 40 respondents (56.3%) had no diarrhea. The data analysis obtained a value of 0.010 <0.05. Conclusion: There is a relationship between snacking habits and diarrhea incidence in students.   Keywords: Diarrhea Incidence; Middle School Students; Snacking Habits.   Pendahuluan: Diare masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah yang dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan kesehatan lainnya. Salah satu faktor risiko yang berperan adalah kebiasaan jajan yang kurang higienis. Siswa SMP merupakan kelompok yang sering mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, sehingga berisiko mengalami diare apabila tidak memperhatikan kebersihan makanan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan jajan dengan kejadian diare pada siswa. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sampel 71 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukan kebiasaan jajan dengan kategori cukup sebanyak 57 responden (80.3%) dan kejadian diare didapatkan hasil dengan tidak terjadi diare sebanyak 40 responden (56.3%). Hasil analisis data diperoleh nilai 0.010 <0.05. Simpulan: Terdapat hubungan antara kebiasaan jajan dengan kejadian diare pada siswa.   Kata Kunci: Kebiasaan Jajan; Kejadian Diare; Siswa SMP.
Citra tubuh dengan kepercayaan diri pada siswa kelas VIII M Aulia Rahman; Siti Arifah; Istinengtiyas Tirta Suminar
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2826

Abstract

Background: Body image remains a psychological issue among school-aged adolescents, affecting their self-confidence. One contributing factor is dissatisfaction with physical appearance, such as body shape, weight, and skin condition. Purpose: To determine the relationship between body image and self-confidence in eighth-grade students. Method: This quantitative research method used a descriptive correlation design with a cross-sectional approach. The sampling technique used purposive sampling, with a sample size of 68 students at SMP 2 Mlati. The research instruments used a body image questionnaire (MBSRQ-AS) and a self-confidence questionnaire (Self-Confidence Scale). Data analysis used the Chi-Square Test. Results: 23 respondents (33.8%) had negative body image and 45 respondents (66.2%) had positive body image. Self-confidence was categorized as low in 22 respondents (32.4%) and high in 46 respondents (67.6%). The data analysis yielded a value of 0.012 <0.05. Conclusion: There is a relationship between body image and self-confidence in eighth-grade students.   Keywords: Body Image; Junior High School Students; Self-Confidence.   Pendahuluan: Citra tubuh masih menjadi permasalahan psikologis pada remaja usia sekolah yang dapat memengaruhi kepercayaan diri mereka. Salah satu faktor yang berperan adalah ketidakpuasan terhadap penampilan fisik, seperti bentuk tubuh, berat badan, dan kondisi kulit. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan kepercayaan diri pada siswa kelas VIII. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, dengan jumlah sampel 68 siswa di SMP 2 Mlati. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner citra tubuh (MBSRQ-AS) dan kepercayaan diri (Self-Confidence scale). Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil: Citra tubuh dengan kategori negatif sebanyak 23 responden (33.8%) dan kategori positive sebanyak 45 responden (66.2%). Kepercayaan diri didapatkan hasil dengan kepercayaan diri rendah sebanyak 22 responden (32.4%) dan kepercayaan diri tinggi sebanyak 46 responden (67.6%). Hasil analisis data diperoleh nilai 0.012<0.05. Simpulan: Terdapat hubungan citra tubuh dengan kepercayaan diri pada siswa kelas VIII.   Kata Kunci: Citra Tubuh; Kepecayaan Diri; Siswa SMP.