Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengenalan dan Penguatan Branding Produksi Genteng Tanah Liat Jatiwangi Majalengka Menuju Kualitas Kesejahteraan Masyarakat Elih Solehah Fatimah; Aceng Sunanto; Faisal Fajar Putranto; Dwi Laksmi Ayu Wulandari; Puput Luciana; Diding Bajuri; Sutarjo Sutarjo
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Mei, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i5.2211

Abstract

Perkembangan ekonomi yang disertai adanya transformasi industri menciptakan perekonomian yang kompleks. khususnya pada industri kecil yang terus dikembangkan, seperti industri genteng. Industri genteng ramai diperbincangkan, sejak adanya arahan program gentengisasi. Genteng tanah liat memiliki keunggulan seperti harga yang terjangkau dan tahan segala cuaca. Kabupaten Majalengka juga merupakan salah satu daerah dengan produksi genteng unggulan. Terlebih saat ini program gentengisasi menjadi program pemerintah. untuk mendorong penggunaan produk UMKM dalam pembangunan perumahan rakyat. Secara khusus Program ini ditandai dengan pembelian genteng dari sentra UMKM Genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. maka perlu diselenggarakan pengabdian. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman, daya saing, serta nilai ekonomi produk genteng tanah liat khas Jatiwangi melalui strategi penguatan identitas merek (branding). hasil kegiatan menunjukkan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pengenalan dan penguatan branding genteng tanah liat di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, telah dilaksanakan melalui tahapan persiapan, sosialisasi dan edukasi branding, evaluasi, serta pengembangan kegiatan. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman para pengrajin dan kelompok usaha mengenai pentingnya branding sebagai strategi dalam membangun citra produk, meningkatkan daya saing, serta memperluas pemasaran produk genteng tanah liat. Kegiatan ini dikembangkan dengan penyiaran narasi dan berita melalui media Kabar Majalengka sebagai dukungan penguatan branding genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.
Kebijakan Tata Kelola Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis Terhadap Kelayakan Implementasi Berkelanjutan Yang Berdampak Secara Multiplier Effect Dengan Pemanfaatan Teknologi Diding Bajuri; Nurul Jannah Lailatul Fitria; Sigit Sugiarto; Elih Solehah Fatimah; Elawati
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i1.18180

Abstract

Free Nutritious Meal (MBG) program is a strategic government policy aimed at improving students’ nutritional quality and supporting human resource development toward Indonesia Emas 2045. In addition to fulfilling nutritional needs, the MBG program also has the potential to create a multiplier effect on the local economy through the involvement of MSMEs, local farmers, and food distribution providers. However, the implementation of the program still faces several challenges related to governance, sustainability, inter-institutional coordination, and the utilization of technology. This study aims to analyze the governance of the MBG program toward the feasibility of sustainable implementation that generates a multiplier effect through technology utilization. This research employed a mixed methods approach with a Sequential Explanatory design. Data were collected through questionnaires, interviews, observations, and documentation. Quantitative data were analyzed using Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM), while qualitative data were analyzed using narrative analysis techniques. The results indicate that governance plays an important role in supporting sustainable implementation, strengthening stakeholder coordination, and enhancing local economic impacts. Furthermore, technology utilization contributes to improving transparency, monitoring, and accountability in program implementation.