Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebijakan Tata Kelola Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis Terhadap Kelayakan Implementasi Berkelanjutan Yang Berdampak Secara Multiplier Effect Dengan Pemanfaatan Teknologi Diding Bajuri; Nurul Jannah Lailatul Fitria; Sigit Sugiarto; Elih Solehah Fatimah; Elawati
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i1.18180

Abstract

Free Nutritious Meal (MBG) program is a strategic government policy aimed at improving students’ nutritional quality and supporting human resource development toward Indonesia Emas 2045. In addition to fulfilling nutritional needs, the MBG program also has the potential to create a multiplier effect on the local economy through the involvement of MSMEs, local farmers, and food distribution providers. However, the implementation of the program still faces several challenges related to governance, sustainability, inter-institutional coordination, and the utilization of technology. This study aims to analyze the governance of the MBG program toward the feasibility of sustainable implementation that generates a multiplier effect through technology utilization. This research employed a mixed methods approach with a Sequential Explanatory design. Data were collected through questionnaires, interviews, observations, and documentation. Quantitative data were analyzed using Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM), while qualitative data were analyzed using narrative analysis techniques. The results indicate that governance plays an important role in supporting sustainable implementation, strengthening stakeholder coordination, and enhancing local economic impacts. Furthermore, technology utilization contributes to improving transparency, monitoring, and accountability in program implementation.
IMPLEMENTASI E-PUSKESMAS DAN KOMPETENSI PEGAWAI TERHADAP EFEKTIVITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS CIGASONG Sinta Rosmiati; Diding Bajuri; Puput Luciana Handayani; Arie Nurfauzi; Elawati; Baihaki Hasybi; Imas Yani Fitriani
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 17 No. 02 (2026): Volume 17 No. 02 Juni 2026
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v17i02.45274

Abstract

Efektivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Cigasong masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum optimalnya penggunaan E-Puskesmas, rendahnya kompetensi pegawai, kurangnya kedisiplinan, serta lambatnya penyampaian informasi kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi penggunaan E-Puskesmas dan kompetensi pegawai terhadap efektivitas pelayanan kesehatan pada Puskesmas Cigasong Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan dominasi kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 56 pegawai sebagai responden, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan verifikatif dengan menggunakan korelasi, regresi, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penggunaan E-Puskesmas berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pelayanan kesehatan. Kompetensi pegawai juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pelayanan kesehatan, bahkan menjadi faktor yang paling dominan. Secara simultan, implementasi penggunaan E-Puskesmas dan kompetensi pegawai memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap peningkatan efektivitas pelayanan kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pemanfaatan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankan pelayanan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pegawai dan optimalisasi penggunaan E-Puskesmas perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan.