Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Madrasah Nizamiyyah Sebagai Lembaga State- Led Education: Analisis Historis Terhadap Politisasi Pendidikan Islam Pada Abad Ke-11 Aliyatinada Aliyatinada; Sugeng Listyo Prabowo
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.777

Abstract

Penelitian ini menganalisis Madrasah Nizamiyyah sebagai fenomena politisasi pendidikan Islam pada abad ke-11 melalui pendekatan historis-kritis. Madrasah yang didirikan oleh Nizam al-Mulk pada tahun 1066 menandai transformasi fundamental dari sistem pendidikan Islam yang spontan dan egaliter menuju model state-led education yang terstruktur di bawah kontrol negara. Menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan analisis isi historis, penelitian ini mengungkapkan bahwa pendirian Madrasah Nizamiyyah dimotivasi oleh kepentingan politik Dinasti Seljuk untuk mengkonsolidasasi kekuasaan dan memerangi pengaruh Syiah melalui indoktrinasi ortodoksi Sunni. Temuan penelitian menunjukkan bahwa institusionalisasi pendidikan membawa paradoks: kemajuan organisasional dalam hal standardisasi, pembiayaan, dan aksesibilitas, namun disertai kemunduran intelektual akibat pembatasan kebebasan akademik dan marginalisasi ilmu-ilmu sekuler. Mekanisme kontrol negara diimplementasikan melalui penunjukan profesor berdasarkan loyalitas ideologis, kurikulum yang menekankan yurisprudensi Syafi'i dan teologi Asy'ari, serta sistem beasiswa yang menciptakan ketergantungan ekonomi. Dampak jangka panjangnya adalah stagnasi intelektual yang berkontribusi pada kemunduran peradaban Islam, sementara universitas Barat mengadopsi warisan keilmuan Islam. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara dukungan negara dan otonomi akademik untuk mencegah instrumentalisasi pendidikan bagi kepentingan politik partisan
Resource-Constrained Leadership and Teacher Competence Development: A Qualitative Case Study in an Islamic Boarding School Purna Wirawan; Baharudin Baharudin; Sugeng Listyo Prabowo
JUMPA : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jumpa.v6i1.16984

Abstract

Teacher competence determines the quality of learning, yet madrasah principals in private Islamic boarding schools must raise that competence while working with limited funding and incomplete facilities. This study examines how the principal of Pondok Pesantren Nurmadani NW Montong Lisung strengthens teacher competence, what obstacles constrain those efforts, and what solutions the principal applies in response. The research used a qualitative case study design. Data came from in-depth interviews with foundation administrators, three madrasah principals, a deputy principal, teachers, and administrative staff, and were supported by field observation and documentation. Analysis followed the interactive model of data condensation, data display, and conclusion drawing, while source triangulation secured the trustworthiness of the findings. Three results emerged. The principal builds competence through a broad and repeating cycle of workshops, subject forums, curriculum training, and supervision that is planned before each budget year. The main obstacles form a connected chain in which limited funding narrows facilities and training and, together with heavy administrative workloads, slows the uneven adaptation of some teachers to classroom technology. The principal answers these constraints by recombining free, external, and community resources, such as official training portals, district workshops, peer collaboration, and priority-based planning. The study contributes a model of resource-constrained, bricolage-driven leadership for continuous teacher development. Its implication is that leadership effectiveness in low-resource pesantren rests on the capacity to orchestrate scarce and borrowed resources rather than on budget size, which offers practical guidance for policy support and for principals facing comparable conditions.
PERAN MANAJEMEN INFORMASI DALAM PENGELOLAAN PENGETAHUAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN: STUDI LITERATUR Widya Putri Azhari; Novi Aurannisa; Oktavia Dwi Lestari; Sugeng Listyo Prabowo
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.677

Abstract

Lembaga pendidikan pada dasarnya adalah organisasi berbasis pengetahuan, namun ironisnya banyak lembaga justru menghadapi kesulitan mengelola aset pengetahuannya sendiri secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran manajemen informasi dalam mendukung pengelolaan pengetahuan di lembaga pendidikan, mengidentifikasi model dan strategi manajemen pengetahuan yang relevan, mengkaji kaitannya dengan mutu pembelajaran, serta merumuskan rekomendasi implementasi khusus bagi lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada protokol PRISMA, terhadap 36 referensi terindeks. Hasil penelitian ini menunjukkan empat peran utama manajemen informasi dalam siklus pengelolaan pengetahuan: pengumpulan dan pengorganisasian, distribusi dan knowledge sharing, pelestarian pengetahuan institusional, serta analisis informasi untuk pengambilan keputusan berbasis bukti. Implementasi knowledge management yang efektif terbukti berkorelasi positif dengan peningkatan kinerja guru, inovasi kurikulum, dan mutu lulusan. Kebaharuan penelitian ini adalah pengembangan model knowledge management integratif untuk lembaga pendidikan Islam yang menyatukan infrastruktur teknologi, kepemimpinan transformasional berbasis nilai Islam, budaya berbagi pengetahuan, dan proses knowledge management terstruktur — dengan tradisi keilmuan Islam sebagai fondasi etis yang autentik dan motivator internal yang kuat. 
Analisis  Pemikiran Sa’di terhadap Nilai-Nilai Moral Kehidupan dalam Pembentukan Karakter Isham Adrisna Kurniawan; Sugeng Listyo Prabowo
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Sa’di mengenai nilai-nilai moral kehidupan serta relevansinya dalam pembentukan karakter manusia. Sa’di dikenal sebagai salah satu sastrawan dan pemikir Islam yang banyak menuangkan ajaran moral, etika, dan kebijaksanaan hidup melalui karya-karyanya, terutama Gulistan dan Bustan. Di tengah berbagai tantangan moral yang dihadapi masyarakat modern, pemikiran Sa’di menjadi penting untuk dikaji sebagai sumber nilai yang dapat mendukung penguatan karakter individu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari karya-karya Sa’di serta berbagai literatur yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Sa’di menekankan berbagai nilai moral, seperti kejujuran, keadilan, kerendahan hati, kesabaran, tanggung jawab, kasih sayang, serta penghormatan terhadap sesama manusia. Nilai-nilai tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan pribadi, tetapi juga berperan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Dalam konteks pembentukan karakter, pemikiran Sa’di mengajarkan bahwa karakter yang baik dibentuk melalui pendidikan moral, pembiasaan perilaku positif, dan pengendalian diri yang berlandaskan nilai-nilai spiritual serta kemanusiaan. Oleh karena itu, pemikiran Sa’di memiliki relevansi yang tinggi dalam upaya pengembangan pendidikan karakter di era modern, terutama dalam membentuk individu yang berakhlak mulia, bijaksana, dan bertanggung jawab.