Muhammad Rayfansyah
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hadis-Hadis Tentang Moralitas dan Spiritualitas: Ruhani, Ibadah dan Etika Muhammad Rayfansyah; Z. Zarkasih
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji hadis-hadis Nabi Muhammad SAW tentang moralitas, spiritualitas, dimensi ruhani, ibadah, dan etika melalui analisis akademis yang komprehensif. Kajian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, menganalisis hadis-hadis shahih dari sumber-sumber primer meliputi Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan at-Tirmidzi, Sunan Abi Dawud, dan al-Arba'un an-Nawawiyyah. Penelitian difokuskan pada lima kategori tematik: (1) kesempurnaan iman dan akhlak, (2) spiritualitas dan dimensi ruhani, (3) etika sosial dan moralitas, (4) ibadah dan ketakwaan, serta (5) integrasi kesalehan ritual dan sosial. Analisis menunjukkan bahwa ajaran Islam memiliki paradigma integratif yang menyatukan dimensi spiritualitas, moralitas, dan etika dalam satu kesatuan yang holistik. Temuan utama mengindikasikan bahwa: (1) kesempurnaan iman tidak dapat dipisahkan dari manifestasi akhlak mulia dalam kehidupan praktis, terutama dalam konteks keluarga dan interaksi sosial; (2) spiritualitas dalam Islam bukan sekadar pengalaman mistis yang terpisah dari realitas sosial, melainkan motivasi internal yang mendorong praktik kebajikan dan transformasi sosial; (3) menuntut ilmu merupakan ibadah spiritual yang memiliki nilai eskatologis; (4) nilai-nilai moral seperti kejujuran, solidaritas, dan empati merupakan indikator keimanan yang sempurna dengan implikasi pada kehidupan duniawi dan ukhrawi; dan (5) akhlak mulia merupakan tujuan utama dari seluruh praksis keagamaan, termasuk ibadah ritual. Penelitian ini berkontribusi bagi pendidikan Islam dengan menekankan pentingnya pendekatan holistik yang mengintegrasikan dimensi kognitif, spiritual, moral, dan sosial dalam pedagogi Islam kontemporer.
Developing AI-Based Educational Animated Videos for Islamic Religious Education in Junior High Schools Muhammad Rayfansyah; Muhammad Luthfi Hamzah
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i3.474

Abstract

This study aims to develop an Artificial Intelligence (AI)-based educational animated video as a learning medium for Islamic Religious Education (PAI), specifically on the Islamic Cultural History (SKI) topic "Andalusia: The City of Islamic Civilization in the West" for seventh-grade junior high school students, as well as to assess its feasibility and effectiveness in improving student learning outcomes.  Previous studies on PAI learning media have rarely integrated generative AI technologies into animated instructional design. The research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research subjects consisted of 17 seventh-grade students at SMP Al-Muhajirin Pekanbaru, selected through purposive sampling. A Pre-Experimental Design with One-Group Pretest-Posttest Design was applied. Data were collected using a media expert validation sheet (Likert scale), as well as pre-test and post-test instruments. The media expert validation results indicated a feasibility percentage of 93.13%, categorized as "Highly Feasible". Statistical analysis using the Wilcoxon Signed-Rank Test yielded a Z value of -3.650 with Asymp. Sig. (2-tailed) < 0.001, demonstrating a significant difference between pre-test scores (mean 66.47) and post-test scores (mean 85.88). The average N-Gain Score of 0.6346 (63.46%) falls within the "moderate" and "sufficiently effective" categories. Therefore, the AI-based educational animated video developed in this study is declared feasible and effective for use in PAI learning at the junior high school level.  
PARADIGMA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBELAJARAN ABAD KE-21 Muhammad Rayfansyah; Sri Murhayati
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 19 No 02 (2025): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v19i02.1354

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik, sekaligus sebagai filter nilai di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur yang relevan, seperti buku, jurnal, artikel, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI tidak cukup berfokus pada aspek kognitif semata, melainkan perlu diintegrasikan dengan keterampilan abad ke-21, yakni critical thinking, communication, collaboration, dan creativity (4C). Integrasi tersebut bertujuan membentuk peserta didik yang religius, cerdas, adaptif, serta mampu menghadapi tantangan era digital. Tantangan utama PAI abad ke-21 meliputi kesenjangan literasi digital, keterbatasan kompetensi guru, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, penguatan literasi digital, serta peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru PAI menjadi agenda penting. Dengan demikian, PAI berperan tidak hanya sebagai sarana internalisasi nilai agama, tetapi juga sebagai pilar utama dalam mencetak generasi berkarakter, berdaya saing global, dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta bangsa.
Paradigma Pendidikan dalam Al-Qur`an: Telaah Tafsir Tematik Tentang Tujuan dan Materi Pendidikan Muhammad Rayfansyah; Alwizar
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i2.1044

Abstract

Education in Islam has a strong philosophical foundation derived from the Qur’an as the sacred scripture of Muslims. This study aims to examine in depth the terminology, objectives, and educational content from the Qur’anic perspective. The methodology used is a literature review with a thematic tafsir approach to Qur’anic verses related to education. The findings show that the Qur’an employs various educational terms such as tarbiyah, ta’lim, and ta’dib, each having its own meaning and dimension. The objectives of education in the Qur’an include the formation of a faithful and pious personality, the development of intellectual potential and knowledge, as well as the cultivation of noble character. Meanwhile, the content of education encompasses the teaching of tawhid, worship, ethics, knowledge of the universe, and social skills. This study provides an important contribution to understanding a comprehensive and holistic concept of Islamic education based on the primary source of Islamic teachings.
Praktek Ayat-Ayat Kauniyah: Persepsi Pemahaman Al-Qur`an Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan Melalui Pendalaman Integrasi Islam dan Sains Muhammad Rayfansyah; Zarkasih; Rian Vebrianto
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i3.1300

Abstract

This study aims to examine students’ perceptions and understanding of kauniyah verses in the Qur’an as a source of knowledge through the integration of Islam and science. The methodology employed in this research is a mixed methods approach with an explanatory sequential design, in which quantitative data are collected and analyzed first, followed by qualitative data to further explain and deepen the findings. The study involved 30 participants aged approximately 20–25 years. The research instruments consisted of a questionnaire and interviews. All instrument items were declared valid, with r-count values greater than r-table (0.361), and reliable, with a Cronbach’s Alpha coefficient of 0.951. Data were collected through the distribution of questionnaires via Google Forms and direct field observations. Data analysis was conducted using data triangulation techniques. The results of descriptive statistical analysis indicate that students’ perceptions fall into a very high category, with a mean score of 4.44. In addition, the average total respondent score reached 70.97 or 88.7%, indicating a strong dominance of positive perceptions toward the Qur’an as a source of knowledge. These findings suggest that students possess a good level of understanding and a positive attitude toward the integration of Islam and science in the learning context.