Rendahnya sensitivitas sosial di kalangan peserta didik sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam proses pendidikan, meskipun kebijakan Kurikulum Merdeka telah mengarahkan pembelajaran pada pengembangan kompetensi personal dan sosial secara seimbang. Di SD Gondoriyo Semarang ditemukan berbagai indikasi lemahnya hubungan interpersonal antarsiswa, seperti kurangnya kesediaan untuk membantu teman, terbatasnya kemampuan memahami kondisi emosional orang lain, serta rendahnya penghormatan terhadap keragaman pendapat saat kegiatan kelompok berlangsung. Situasi tersebut menunjukkan bahwa pembentukan karakter sosial memerlukan strategi pembelajaran yang lebih partisipatif dan kolaboratif. Atas dasar itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji efektivitas penerapan Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan empati siswa kelas V. Kajian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan eksperimen semu nonequivalent control group design dan melibatkan 48 peserta didik sebagai sampel penelitian. Pengumpulan informasi dilakukan melalui pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 29.0 melalui pengujian normalitas, homogenitas, dan perbedaan rata-rata. Hasil analisis memperlihatkan adanya peningkatan signifikan pada aspek empati setelah siswa mengikuti pembelajaran berbasis proyek. Perubahan tersebut tercermin dari semakin kuatnya semangat kolaborasi, meningkatnya kepedulian terhadap rekan, serta tumbuhnya sikap toleran dalam lingkungan belajar. Oleh karena itu, model PjBL layak dijadikan alternatif pembelajaran untuk memperkuat kompetensi sosial peserta didik, sementara penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan responden dan indikator kajian.