Nur Rezky Ramadhan
State University of Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemodelan Kecanduan Mobile Legends Menggunakan Model Seir Pada Mahasiswa Nur Rezky Ramadhan; Nur Rahmah Yunita Abar; Arian Nurrifqhi
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.8726

Abstract

Kecanduan game online merupakan salah satu fenomena perilaku digital yang semakin banyak dijumpai pada mahasiswa dan dapat berdampak pada aktivitas akademik, relasi sosial, serta pengendalian diri. Penelitian ini bertujuan membangun dan menganalisis model matematika tipe SEIR untuk menggambarkan dinamika penyebaran kecanduan Mobile Legends: Bang Bang pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Angkatan 2023. Populasi dibagi ke dalam empat kompartemen, yaitu Susceptible (S), Exposed (E), Addicted (A), dan Recovered (R). Data awal yang digunakan berjumlah 146 mahasiswa, terdiri atas 100 individu rentan, 8 individu terpapar, 38 individu kecanduan, dan 0 individu pulih. Analisis dilakukan melalui pembentukan sistem persamaan diferensial, penentuan titik kesetimbangan, analisis kestabilan lokal, perhitungan bilangan reproduksi dasar, dan simulasi numerik menggunakan Maple 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa titik kesetimbangan bebas kecanduan bersifat tidak stabil karena nilai eigen memiliki bagian real positif. Bilangan reproduksi dasar diperoleh sebesar R0=117,65, sehingga R0 >1 dan menunjukkan bahwa kecanduan berpotensi bertahan secara endemik dalam populasi apabila tidak ada intervensi yang memadai. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa skenario dengan laju pemulihan tinggi (ε=0,05;θ=0,04) dan laju relaps rendah (λ=0,005) merupakan skenario terbaik, ditandai dengan penurunan kompartemen kecanduan mendekati nol dan peningkatan kompartemen pulih hingga sekitar 40% dalam 50 hari. Novelty penelitian ini terletak pada adaptasi model SEIR berbasis data observasi langsung pada mahasiswa Angkatan 2023 serta analisis empat skenario parameter untuk mengidentifikasi peran pemulihan dan relaps dalam pengendalian kecanduan Mobile Legends. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi kampus yang terstruktur melalui edukasi, konseling, penguatan aktivitas alternatif, dan dukungan sosial berkelanjutan.
Dinamika Kecanduan Vape Mantan Pengguna Dengan Intervensi Relaps Nur Rezky Ramadhan; Alvioni Bani
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.8727

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengonstruksi artikel ilmiah berbasis model matematika untuk menggambarkan dinamika kecanduan vape dengan mempertimbangkan faktor relaps pada mantan pengguna. Model dikembangkan menggunakan pendekatan kompartemen SEIR yang dimodifikasi, dengan empat kelompok populasi yaitu rentan, terpapar, kecanduan, dan pulih. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pemodelan matematika, pengumpulan data kuesioner terhadap 150 responden usia 15-30 tahun, penentuan nilai awal, formulasi sistem persamaan diferensial, analisis titik kesetimbangan, bilangan reproduksi dasar, kestabilan lokal, dan simulasi numerik. Hasil menunjukkan bahwa nilai eigen negatif, yaitu -0,21 dan -0,26 nilai awal populasi terdiri atas 100 individu rentan, 20 terpapar, 20 kecanduan, dan 10 mantan pengguna. Nilai bilangan reproduksi dasar yang diperoleh sebesar R0 = 0,9157 sehingga berada di bawah ambang satu. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyebaran kecanduan vape cenderung dapat dikendalikan. Namun, relaps menyebabkan proses penurunan kecanduan berlangsung lebih lambat dan menimbulkan fluktuasi pada kelompok pulih. Kebaruan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan laju pemulihan mampu menekan kelompok terpapar dan kecanduan secara signifikan. Dengan demikian, pengendalian kecanduan vape perlu menggabungkan pencegahan, pemulihan, dan pencegahan kambuh secara berkelanjutan.