Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENANGANAN TINDAK PIDANA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN KAUM HAMBA (ATA) OLEH KAUM BANGSAWAN (MARAMBA) DALAM TRADISI DI SUMBA TIMUR Felly Chitas Rambu Dionisius; Karolus Kopong Medan; Ngongo Dede
LAWYER: Jurnal Hukum Vol. 4 No. 1 (2026): LAWYER: Jurnal Hukum, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/lawyer.v4i1.1496

Abstract

Penelitian ini menyelidiki jenis-jenis kekerasan yang dialami perempuan dari kelas Ata (kelompok budak/pelayan) oleh Maramba (bangsawan) dalam kerangka perbudakan tradisional di Sumba Timur, serta menilai pendekatan hukum terhadap insiden-insiden tersebut. Dengan menggunakan metodologi penelitian hukum empiris dengan perspektif sosiologis, studi ini mengumpulkan data melalui wawancara komprehensif dan analisis dokumen di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Temuan menunjukkan bahwa perempuan Ata mengalami tiga bentuk utama kekerasan: kekerasan fisik (seperti pemukulan dan penyiksaan), kekerasan seksual (termasuk perkosaan dan eksploitasi reproduksi sejak usia muda), dan kekerasan psikologis (yang dimanifestasikan melalui ancaman, penghinaan, dan kontrol berlebihan). Tanggapan hukum menghadapi hambatan besar karena terbatasnya jumlah korban yang melaporkan insiden, yang disebabkan oleh rasa takut, ketergantungan ekonomi, dan penerimaan yang kuat terhadap hukum adat yang lebih mengutamakan penyelesaian keluarga daripada peradilan pidana, sehingga memungkinkan impunitas bagi pelaku dan mempertahankan siklus kekerasan struktural.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PEMBUATAN SPEED BUMP ILEGAL DI KOTA KUPANG Orland Ricard Nokas; Adrianus Djara Dima; Ngongo Dede
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12322

Abstract

Speed bump berfungsi untuk memperlambat laju kendaraan pada area dan jalan tertentu dengan syarat dan spesifikasi yang telah diatur dalam undang - undang. Namun pada penelitian penulis, ditemukan speed bump yang dibangun oleh warga kota kupang tidak sesuai dengan syarat dan spesifikasi yang diatur dalam undang - undang sehingga menimbulkan dampak negatif bagi pengguna jalan. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan harapan dan kenyataan dalam penyelenggaraan alat pembatas kecepatan di Kota Kupang. Jenis penelitian yang digunakan adalah empiris. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan responden, informan serta narasumber dan melakukan observasi ke lokasi penelitian. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu masyarakat sekitar tempat speed bump ilegal, pejabat Dinas Perhubungan dan pejabat satuan lalu lintas Kota Kupang. Penelitian ini menemukan bahwa warga Kota Kupang membuat speed bump ilegal karena tidak mengetahui adanya aturan khusus mengenai speed bump dan ingin melindungi pengguna jalan lain dan orang - orang sekitar lingkungan mereka akan terjadinya kecelakaan. Namun faktanya perbuatan tersebut justru melanggar aturan dan menimbulkan banyak dampak negatif sehingga para pelaku pembuatan speed bump ilegal ini dapat dipidana yang diatur dalam pasal 274 Undang - Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.