Urgensi penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai instrumen kebijakan pemerintah dalam mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Surabaya. Kemiskinan masih menjadi tantangan sosial-ekonomi yang terus berlangsung di wilayah perkotaan, termasuk di Kota Surabaya, terutama di tengah guncangan ekonomi seperti pandemi COVID-19 yang meningkatkan kerentanan rumah tangga dan ketidakstabilan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BLT sebagai instrumen kebijakan dalam mengurangi kemiskinan di Kota Surabaya serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, menggunakan kriteria seleksi yang jelas seperti relevansi terhadap pengentasan kemiskinan, publikasi pada jurnal bereputasi atau laporan resmi pemerintah, kebaruan data, dan kredibilitas metodologi. Data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah, dokumen kebijakan, laporan pemerintah, dan data statistik resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BLT memiliki peran signifikan dalam mendukung rumah tangga berpendapatan rendah melalui pemenuhan kebutuhan dasar, menjaga stabilitas konsumsi, dan mengurangi kerentanan ekonomi, terutama pada masa krisis. BLT juga berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang efektif untuk mencegah penurunan kesejahteraan yang lebih lanjut. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan, seperti ketidaktepatan sasaran penerima, keterbatasan dan ketidakmutakhiran data kemiskinan, serta sifat bantuan yang sementara sehingga membatasi dampak jangka panjangnya. Temuan ini mengimplikasikan bahwa meskipun BLT efektif dalam pengentasan kemiskinan jangka pendek, keberlanjutannya sangat bergantung pada integrasi dengan program pemberdayaan ekonomi, peningkatan sistem data berbasis digital, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat guna mewujudkan ketahanan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.