Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR HITUNG CAMPURAN PADA SISWA Mufidah Hannum Nst; Wahyuni Syafitri Burha; Zurriyana Nainggolan; Rama Nida Siregar
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 9, No 2 (2026): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v9i2.245-252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hitung campuran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental research) melalui desain Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberikan perlakuan model CPS dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berbentuk uraian yang diberikan dalam bentuk pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji statistik inferensial dengan uji t (independent sample t-test) setelah melalui uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi 0,003 0,05. Selain itu, nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yang menunjukkan bahwa model CPS efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Model CPS juga terbukti mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta pemahaman konsep secara lebih sistematis dalam pembelajaran matematika. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hitung campuran dan dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang inovatif. 
PROBLEMATIKA INTEGRASI MAZHAB FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM Pefriani Pefriani; Juliana Sari Caniago; Mufidah Hannum Nst; Safrina Harahap; Pahri Siregar
International Journal of Community Service (IJCS) Vol. 5 No. 1 (2026): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijcs.v5i1.1866

Abstract

This study aims to analyze the characteristics of schools in educational philosophy and their implications for Islamic education. This study uses a qualitative approach with the type of library research, which is sourced from books, scientific journals, and other relevant literature. The data was analyzed descriptively and comparatively to identify the differences, similarities, and contributions of each school. The results show that the philosophy of education is divided into two main tendencies, namely traditional (essentialism and perennialism) that emphasizes the stability of values and the dominant role of educators, and contemporary (progressivism, existentialism, and reconstructionalism) which is oriented towards individual freedom, learning experience, and social change. In the context of Islamic education, each school has its relevance as well as its limitations. Traditional schools are aligned with efforts to maintain basic Islamic values, while contemporary schools contribute to the development of more adaptive and contextual learning methods. However, the difference in paradigm between schools requires a proper selection and integration process so as not to conflict with Islamic principles. This study concludes that an integrative approach that combines traditional values with modern thinking becomes a strategic solution in the development of relevant, adaptive, and sustainable Islamic education.