Wardani Wardani
UIN Jurai Siwo Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ethical Awareness of Educators Toward AI Usage: A Study on Bias, Privacy, and Responsible Implementation Wardani Wardani; Mutia Velli Agusta
AI and Developmental Insights in Education Vol. 1 No. 2 (2025): AI and Developmental Insights in Education
Publisher : CV. FoundAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/aidie.v1i2.87

Abstract

The increasing use of artificial intelligence in education has intensified concerns regarding algorithmic bias, data privacy, and the ethical responsibilities of educators, yet little is known about how educators understand and respond to these ethical challenges. This quantitative study examined the extent to which educators’ awareness of bias and privacy predicts their commitment to responsible AI implementation. A total of 214 educators participated in a cross-sectional survey that included validated measures of bias awareness, privacy awareness, and responsible implementation. Data were collected online and analyzed using descriptive statistics, correlations, and multiple regression. Results showed that both bias awareness and privacy awareness were significant predictors of responsible AI use, with the model explaining 46% of the variance. Educators reported moderate to high awareness across ethical domains, and effect sizes indicated meaningful relationships among variables. These findings highlight the central role of ethical literacy in shaping how educators adopt and regulate AI tools in classroom contexts. The study contributes a data-driven understanding of ethical awareness in AI-mediated education and underscores the need for professional development and policy frameworks that equip educators to navigate emerging ethical challenges.
PENGUATAN KAPASITAS PENGELOLA DAN PENGGIAT BUDAYA PADA MUSEUM SANTA MARIA SEBAGAI MEDIA EDUKASI Karsiwan Karsiwan; Tubagus Ali Rahman Puja Kusuma; Wardani Wardani; Lisa Retno Sari; Yunisca Nurmalisa; Berchah Pitoewas
MALAQBIQ Vol. 5 No. 1 (2026): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v5i1.2053

Abstract

Museum sebagai institusi budaya memiliki peranan penting dalam pelestarian, pendidikan, dan penguatan identitas budaya suatu daerah. Museum Mini Santa Maria merupakan klinik kesehatan tertua di Metro yang berdiri sejak tahun 1938, dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak pertengahan tahun 2021. Pendampingan dan penguatan kapasitas pelaku budaya (mahasiswa, penggiat budaya, dan pengelola museum), merupakan strategi penting untuk mendukung pengelolaan museum yang berkelanjutan dan branding yang efektif sebagai daya tarik wisata serta pusat edukasi sejarah dan budaya. Hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan zaman, sekaligus menginformasikan keberadaan Museum Mini Santa Maria kepada masyarakat luas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar para pelaku dan penggiat budaya dapat mengembangkan literasi sejarah dan budaya Kota Metro kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Metode pengabdian yang digunakan menggunakan pendekatan ABCD dengan menekankan pada pengembangan komunitas. Hasil dan capaian kegiatan pengabdian yang telah dilakukan diantaranya 1), Penguatan kapasitas pelaku budaya melalui pendampingan dan branding Museum Mini Santa Maria merupakan langkah strategis dalam pelestarian budaya dan sejarah daerah. 2) Pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan branding perlu dilakukan agar museum lebih dikenal masyarakat Metro pada khususnya dan Lampung pada umumnya. 3) Kolaborasi pemanfaatan Museum Mini Santa Maria perlu digalakkan antara pengelola dan lembaga mitra seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi, pihak swasta, dan masyarakat serta komunitas sejarah menjadi sangat penting dalam menciptakan sinergi pemanfaatan museum sebagai sumber belajar secara efektif, massif, dan berkelanjutan. Kegiatan pendampingan pada stakeholder museum perlu digalakkan mengingat museum di Kota Metro memerlukan sosialisasi, konsolidasi, penguatan dan pendampingan kepada pengelola museum dan pelaku budaya sebagai garda terdepan dalam implementasi suatu kebijakan pemerintah seperti Ayo Kunjungi Museum. Keberadaan Museum Mini Santa Maria dapat dioptimalkan baik sebagai memori kolektif maupun sebagai alternatif sumber belajar.