p-Index From 2021 - 2026
7.288
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Humano: Research Journal Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Panggung Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Asatiza: Jurnal Pendidikan Ijtimaiya : Journal of Social Science and Teaching AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA Aceh Anthropological Journal CENDERAWASIH: Jurnal Antropologi Papua Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Poros Onim Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) JURNAL PENDIDIKAN IPS PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Journal of Islamic History Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Social Pedagogy: Journal of Social Science Education Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Balale' : Jurnal Antropologi Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Purbawidya: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi MENTARI : Journal Of Islamic Primary School Tamaddun: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Malaqbiq : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Digital Learning, Social Science, and Life-course Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

MEMMANG: THE ORAL TRADITION OF LAMPUNG SOCIETY Karsiwan, Karsiwan; Sari, Lisa Retno
Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/wjsb.v12i2.197

Abstract

The aim of this research was to determine that “Memmang” is a part of the oral traditions of Lampung society. The method used in this research was a historical method with data collection techniques through interview, observation, and documentation. The data were analyzed qualitatively. The results showed that (1) Memmang is one of the art of oral traditions of Lampung society, (2) there are three main functions of Memmang as an oral tradition of Lampung society, namely: media of treatment, media for strengthening love matters, and a support activity, both personal and social activities. In the development of the oral tradition of Lampung society, Memmang begun to decline. It was happened because only practiced by a small number of people who lived in the village and still adhered to customary values. Besides, the decline of Memmang was influenced by several aspects, such as (a) the strong belief towards religious values, b) the level of people education has been increased so that society is more rational, (c) the influence of the immigrant society causes the local people be influenced and become more Indonesian, and (d) the decline of values and norms as the result of blended with the values and norms of the immigrant society. 
Penerapan Model Pendidikan Ramah Anak Dalam Mendukung Partisipasi Siswa Tusriyanto Tusriyanto; Anita Lisdiana; Atik Purwasih; Karsiwan Karsiwan; Sri Handayana; Muhammad Mujib Baidhowi; Apri Wahyudi; Srinatin Srinatin
Elementary : Jurnal Iilmiah Pendidikan Dasar Vol 8 No 1 (2022): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.506 KB) | DOI: 10.32332/elementary.v8i1.4614

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan penerapan model pendidikan ramah anak dalam mendukung partisipasi siswa di Madrasah Ibtidaiyah melalui kajian deskriptif kualitatif dengan mewancarai beberapa guru/kepala sekolah, melakukan kegiatan observasi serta mengkaji berbagi literatur yang relevan. Pendidikan ramah anak sebagai bentuk pengejewantahan dari Dasar Negara Indonesia memberikan perlindungan hidup, tumbuh kembang serta memberikan perlindungan terhadap anak dari kekerasan maupun diskriminasi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pendidikan ramah anak di madrasah, sebanyak 56% mengunakan pendekatan, kreativitas, non-diskriminasi, kebebasan berpikir dan lainnya, sebanyak 21% melaksanakan pembelajaran aktif dan berdiferensiasi, sebanyak 14% mengembangkan media pembelajaran dan sebanyak 9% belum menerapakan model pembelajaran ramah anak. Selain itu, berdasarkan data yang diperoleh penerapan Pendidikan Ramah Anak yang dilaksakan di MI telah mendukung partisipasi siswa, meliputi penataan ruang, tempat duduk, majalah dinding, mengikutsertakan dalam lomba, memasukkan penilaian siswa sebagai alat evaluasi kinerja guru, kebebasan berpendapat, menyalurkan buah pikiran serta kreativitasnya. Pelaksanaan pendidikan ramah anak di sekolah/madrasah merupakan terobosan barus dalam dunia pendidikan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik untuk mendapatkan hak-hak dasarnya, seperti hak hidup layaknya sebagai manusia, mendapatkan pendidikan, perlakukan yang tepat sesuai tingkat perkembanganya sehingga memiliki kemampuan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapinya.Kata kunci: Model, Pendidikan Ramah Anak, dan Madrasah Ibtidaiyah
PEMBELAJARAN IPS BERBASIS NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PADA SISWA SMK FARMASI CENDIKIA FARMA HUSADA Karsiwan Karsiwan; Pujiati Pujiati; Rufaidah Rufaidah
Humano: Jurnal Penelitian Vol 8, No 1 (2017): Periode Juni
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.645 KB) | DOI: 10.33387/humano.v8i1.482

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses pembelajaran IPS dengan berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal. Kegiatan penelitian dilaksanakan di SMK Farmasi Cendikia Farma Husada pada tahun ajaran 2015-2016. Subjek penelitian adalah seluruh siswa-siswi kelas X.A SMK Farmasi Cendikia sebanyak 46 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS berbasis nilai-nilai kearifan lokal mampu memberikan alternative proses pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan sekaligus menantang bagi siswa. Pembelajaran IPS dengan berpijak pada tema-tema kearifan lokal sangat membantu dalam proses pembelajaran di sekolah. Melalui proses pembelajaran IPS berbasis nilai-nilai kearifan lokal inilah, siswa diharapkan mampu mengembangkan ide, gagasan, kreatifitas dalam berfikir serta beragumentasi ilmiah, melalui proses pembelajaran yang mampu menempatkan siswa sebagai pelaku pembelajaran. Kata Kunci: Proses Pembelajaran; IPS; Kearifan Lokal ABSTRACT. This study aims to develop an IPS learning process based on local wisdom values. The research activity was conducted at SMK Farmasi Cendikia Farma Husada in academic year 2015-2016. Research subjects are all students of class X. A SMK Pharmacy Cendikia as many as 46 students. The results showed that IPS learning based on the values of local wisdom can provide an interesting learning process alternative, fun, and challenging for students. IPS learning based on the themes of local wisdom are very helpful in the learning process in school. IPS through a learning process based on the values of local wisdom of this, students are expected to develop ideas, ideas, creative thinking and scientific argumentation, through a learning process that is capable of placing students as perpetrators of learning. Keywords:  Learning process; IPS; Local wisdom
Sosialisasi Sistem Akreditasi dan Keterbutuhan Dokumen Akreditasi Pada PKPPS Khidmatusunnah Karsiwan Karsiwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat (abdira) Vol 2, No 2 (2022): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v2i2.140

Abstract

The accreditation of Islamic boarding school education units is a real effort that needs to be done by religious education providers. The purpose of this service activity is as an effort to provide understanding and awareness of the quality of Islamic boarding school educational institutions. The method used in this community service activity is the community education method by providing socialization of the importance of the accreditation document given to PKPPS Khidmatusunnah as the target of the activity. The results of this community service activity include 1) the implementation of accreditation for the PKPPS group that is included in the PKBM non-formal education category, and is included in the BAN PAUD and PNF accreditation systems in each province; 2) Socialization of the accreditation assessment system and the need for accreditation documents is expected to be able to raise awareness of the importance of accreditation in educational institutions as a form of institutional accountability to the community; 3) the need for accreditation documents as national education standards consist of eight main standards, namely content standards, graduate competency standards, process standards, educational assessment standards, facilities and infrastructure standards, educators and education personnel standards, education management standards, and education financing standards
Kejayaan Lada Hingga Praktek Perburuhan di Lampung Abad ke XVIII Hingga Abad XX Karsiwan Karsiwan
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.2710

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui kejayan lada Lampung dan praktek perburuhan yang terjadi di dalamnya, dari abad XVIII-XX. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, dengan empat unsur utama yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena menggunakan sumber dari data hasil tinjauan pustaka dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengumpulan data, kejayaan lada Lampung dan praktek perburuhan yang terjadi di dalamnya dari abad XVI-XX merupakan dua hal yang saling mendukung. Lada di Lampung dikenal dengan sebutan Lampung Black Papper karena kualitas dan ketenarannya, di masa Kesultanan Banten budidaya lada berkembang pesat dengan banyaknya perintah penanaman lada oleh Sultan melalui piagam yang dikirimkan ke pemimpin adat (Punyimbang).  Pada awalnya praktek perburuhan di Lampung dilakukan secara sukarela, pada masa awal budidaya lada, dan berubah sejak Lampung berada di bawah Kesultanan Banten dengan perintah penanaman lada yang semakin besar, setelah kedatangan kolonialisme Belanda. Perburuhan masa itu terbagi menjadi tiga kelas yakni, 1) Buruh Lepas, 2) Buruh Bebas, 3) Buruh Kontrak.
Kebijakan Pendidikan Pemerintah Kolonial Belanda pada Masa Politik Etis di Lampung Karsiwan Karsiwan; Lisa Retno Sari; Lisa Retno Sari
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4375

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan pemerintah kolonial Belanda dalam bidang pendidikan pada masa politik etis di Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan teknik pengumpulan data melalui teknik studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa Penyelenggaraan pendidikan pada masa politik etis semakin masif sejak Gubernur Jenderal Van Heutz mengizinkan pendirian sekolah-sekolah desa, dengan sumber pembiayaan oleh masyarakat desa. Pembangunan sekolah, pengadaan tenaga pengajar dan anggaran gaji guru bersumber dari keuangan desa. Subsidi biaya penyelenggaraan pendidikan di Lampung baru diberikan pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1922 hingga 1942. Jumlah keseluruhan sekolah yang tercatat di Karesidenan Lampung terdiri dari 42 sekolah desa, 4 sekolah rakyat dan 6 sekolah lanjutan yang tersebar di Onder Afdeling Teluk Betung dan Kota Agung.
Pendampingan Program Studi dan Unit Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro melalui Kegiatan Sistem Audit Mutu Internal (AMI) Berbasis Online Tusriyanto Tusriyanto; Kisno Kisno; Suryadi Suryadi; Muhammad Mujib Baidhowi; Hotman Hotman; Karsiwan Karsiwan; Sarah Ayu Ramadhani; Fitri Sari
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): Januari-Juni 2022
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/d.v4i1.4438

Abstract

The purpose of the higher education quality assurance system is to ensure the fulfillment of higher education standards systemically and sustainably so that a culture of quality grows and develops. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) must implement the Internal Quality Assurance System to control and improve the implementation of higher education in a planned and sustainable manner. One of the most important processes of the internal quality assurance system is the evaluation activity carried out through the Internal Quality Audit whose purpose is to see the suitability between the implementation of higher education with higher education standards and standards set by universities. Internal Quality Audit is a form of self-evaluation and as a form of preparation for the internal audit conducted by BAN-PT and other accreditations. Internal Quality Audit activities are carried out by the Quality Assurance Institute of IAIN Metro as the leading sector. The technical implementation is carried out online starting with internal coordination activities, instrument socialization (auditors and auditees) through zoom meetings related to filling out data forms (auditees) and assessment forms (auditors). The scheduled audit implementation is given to each auditor and auditee, the process is carried out through a zoom meeting with the technical room division (breakout room) where each auditee enters the room that has been determined together with the auditor. The results of the auditor's assessment that have been collected at the Quality Assurance Institute were analyzed qualitatively by averaging the results based on the indicators in the assessment instrument. The implementation of the Internal Quality Audit at IAIN Metro online as a whole went well thanks to the cooperation of the entire Quality Assurance Institute team, all institutional leaders as well as auditors and auditees. The implementation of Internal Quality Audit is a fixed price because if it is not carried out every year, it will result in the non-accreditation of all study programs. Keywords: Internal Quality Audit, Auditor, Auditee, online
PEMBANGUNAN IRIGASI WAY TEBU SEBAGAI KEBIJAKAN ETIS PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA DI PRINGSEWU TAHUN 1927 Karsiwan Karsiwan; Wakidi Wakidi; Muhammad Basri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 3 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.303 KB)

Abstract

The purpose of this research is to find out the construction of Way Tebu irrigation as an effort of the colonial Netherlands Government to improve the productivity of Food-crops in Lampung. The research method was the historical method with data collection technique through studies of librarianship technique, documentation, observation and interview. The data analysis technique was qualitative data analysis techniques. Based on the research, the construction in Way Tebu III in Pringsewu was started on 1927 to anticipate water deficiency in old colonial, Gedong Tataan. The process of its construction involved citizens who worked in working together. The purpose of its building was to increase agricultural production of rice-producing so that Lampung Regency became centre of food-producing especially rice-producing. Tujuan dari penelitian  ini  adalah untuk mengetahui pembangunan irigasi Way Tebu sebagai usaha pemerintah kolonial Belanda untuk meningkatkan produktifitas tanaman pangan di daerah Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis dengan teknik pengumpulan data melalui teknik studi kepustakaan, dokumentasi, observasi dan wawancara.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pembangunan Way Tebu III di daerah Pringsewu dimulai pada tahun 1927 untuk mengantisipasi kekurangan air di daerah kolonisasi lama di Gedong Tataan. Proses pembangunan melibatkan warga secara bergotong royong. Pembangunannya bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan dan untuk mendukung program kolonisasi pemerintah kolonial Belanda. Kata kunci: pringsewu, irigasi, way tebu, talang
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kitab Kuntara Raja Niti Sebagai Pedoman Laku Masyarakat Lampung Citra Ayyuhda; Karsiwan Karsiwan
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 1 No 1 (2020): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.361 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v1i1.2125

Abstract

Tujuan Penelitian untuk mengetahui nilai-nilai ke-Islaman dalam laku masyarakat Lampung yang terdapat pada Kitab Kuntara Raja Niti. Metode penelitian, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Penelitian ini fokus kepada kandungan nilai-nilai ke-Islaman dalam laku masyarakat Lampung dalam aktifitasnya berdasarkan aturan dalam Kitab Kuntara Raja Niti. Jenis penelitian ini berusaha untuk mengembangkan konsep, pemahaman dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat nilai-nilai ke-Islaman dalam tradisi masyarakat Lampung yang terdapat pada Kitab Kuntara Raja Niti. Nilai-Nilai ke-Islaman tersebut antara lain: 1) Harga diri, 2) Berbudi pekerti, 3) Teguh pendirian, 4) Larangan sumpah palsu, 5) Ramah, 6) Saling Menghormati, 7) Cara berucap, 8) Akhlak Bujang gadis, 9) Menjaga lingkungan alam, 10) Bersihnya desa. Semua nilai-nilai kearifan local tersebut yang terdapat dalam hokum adat masyarakat Lampung yaitu Kitab Kuntara Raja Niti dapat di Integrasikan kedalam perspektif islam yang mayoritasnya dianut oleh warga Negara Indonesia. Kata kunci: Nilai-Nilai Islam, Kuntara Raja Niti, Laku Lampung
Pengembangan Nilai Karakter dan Kecakapan Hidup Bagi Pengurus Santri Putri Pondok Pesantren Baitun Nur Punggur Kabupaten Lampung Tengah Rahmat Hidayat; Lian Ferliana; Novi Eka Rahmawati; Karsiwan Karsiwan
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 2 No 1 (2021): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.803 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v2i2.3516

Abstract

Pengembangan nilai karakter dan kecakapan hidup bagi pengurus santri putri Pondok Pesantren Baitun Nur Punggur Lampung Tengah, merupakan suatu proses yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Pengembangan nilai karakter yang diperoleh pengurus santri putri yaitu terdiri dari nilai religius, ibadah, ikhlas, disiplin, sabar, tanggung jawab, dan tawadhu’. Sementara kecakapan hidup yang dikembangkan oleh pengurus santri putri yaitu, pengasuh anak, kawirausahawan dan keahlian urusan domestik. Proses pengembangan nilai karakter dan kecakapan hidup dilakukan dengan cara memberikan keteladanan bagi anak, tugas dan tanggung jawab pada urusan domestik, dan melalui pembelajaran dan pembiasaan dalam mengasuh anak. Dalam proses pengembangan nilai karakter yang dilakukan melalui tugas sehari-hari itu akan menjadikan kehidupan para pengurus santri putri menjadi terpola dan kemudian berkembang menjadi suatu kebiasaan. Dimana kebiasaan yang telah dilakukan oleh pengurus putri kelak akan bermanfaat setelah mereka bermasyarakat dengan apa yang telah dipelajari selama di pesantren.
Co-Authors Adelia Azzahra Aditya Wibowo anggrani, anggun - Anisa Mayzar Anita Lisdiana Anita Lisdiana Anita Lisdiana Apri Wahyudi Arum Ramadhani, Sekar Atik Purwasih Atik Purwasih Azahra, Fauzia Azzahra, Ladya Bagus Riski Saputra Berchah Pitoewas Bibit Suranti Chintia Eka Rahmadani Citra Ayyuhda Dena Alinda Dewi Ratnawati Dian Permata Sari Endang Indika Yustina Febby Rullya Rasyid Fitri Sari Fitriani, Lutfia Gaya Mentari Hidayat Mohamad Wahyu Hotman Hotman Ingle, Poonam Kisno Ladya Azzahra Lestari, Riska Dwi Lian Ferliana Linda Nurlatifah Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retnosari Lisdiana, Anita Lusi Handayani M Akmal Nur Pasha M. Sa'i Maya Sari Maya Sari Mila Rosita Putri Mohamad Wahyu Hidayat Mudinillah, Adam Muhammad Mujib Baidhowi Nabita Deassy Sabilla Nadya Yulfiani Nadya Yulfiani Novi Eka Rahmawati Patminingsih, Astuti Pratiwi, Nisa Pujiati Pujiati Rahmat Hidayat Ratna Sari Retno Sari, Lisa Rifda Shofhatunnaja Rima Yuni Saputri Rita Oktaviani Rufaidah Rufaidah Sarah Ayu Ramadhani Sari, Lisa Retno Sekar Arum Ramadhani Septian Trijayanto Septiyana Septiyana Sri Handayana Srinatin Srinatin Suranti, Bibit Suryadi Suryadi Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma Tubagus Ali Rahman Puja Kusuma Tusriyanto Tusriyanto Tusriyanto Tusriyanto tusriyanto tusriyanto Wakidi Wakidi Wardani Wardani Wardani Wardani Wellfarina Hamer Widiyani, Putri Nur Yudiyanto Yudiyanto Yunisca M.Pd S.Pd Nurmalisa Zainul Muklis