Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hambor as Little Narrative in Managing Conflict and Peace Situation in Manggarai, Flores, East Nusa Tenggara Maksimilianus Jemali; JB Banawiratma; Wening Udasmoro
International Journal of Interreligious and Intercultural Studies Vol 4 No 2 (2021): International Journal of Interreligious and Intercultural Studies
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ijiis.vol4.iss2.2002.2226

Abstract

This article explores the practice of Hambor tradition as little narrative in managing conflict and peace situations in Manggarai, Eastern Indonesia. Hambor, which means peace, is a component of local wisdom and a strategy for resolving conflict based on local culture. There are several issues to address, including the following: what is the meaning, impact, and manifestation of Hambor for Manggarai people on a personal and social level? What is the role of Hambor tradition in managing conflict and peace in Manggarai? This research used the ethnographic method through the genetic structuralism approach developed by the French philosopher and sociologist Pierre Bourdieu to understand the meaning, impact, and implementation of the Hambor process in daily life by the Manggaraian speech community. The research result shows that Hambor is the leading force in creating peace and harmony for the Manggarai people. Hambor is the substance of harmony between humans, the world (tana lino), the ancestors (wura agu ceki), and the God (Mori Kraéng). Hambor process in Manggarai will be useful if it is based on a mutual commitment to overcoming disputes, transformative option (post-conflict), and the involvement and willingness of perpetrator and victim to forgive one another.
IDENTIFIKASI POTENSI DESA DAN PELATIHAN PEMBUATAN SOUVENIR PADA KELOMPOK PEREMPUAN DI DESA GOLO WUA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PERUBAHAN IKLIM Purnami, Wahyuni; Jemali, Maksimilianus
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 3 (2024): September : 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i3.56229

Abstract

Desa Golo wua merupakan salah satu desa di bawah koordinasi dari Kecamatan Wae Ri’i, Manggarai, NTT. Penduduk Desa Golo Wua mempunyai mata pencarian utama sebagai petani penggarap maupun petani pemilik. Pola pertanian yang ada di desa Golo Wua menggunakan sistem pertanian tadah hujan. Adanya perubahan iklim tentu mempunyai dampak yang signifikan terhadap pola penanaman dan produksi hasil pertanian. Salah satu upaya untuk mendapatkan penambahan pendapatan keluarga dengan cara mengoptimalkan potensi-potensi desa yang ada. Pada pengabdian masyarakat ini, tim pengabdian berkolaborasi dengan pemerintah desa, tokoh adat untuk mengembangkan Desa Golo Wua sebagai desa wisata dalam jangka panjang. Berbagai aspek perlu dipersiapkan. Salah satu persiapannya adalah ketersediaan kelompok perempuan dalam membuat souvenir yang berbasis lokal, untuk menjadi daya tarik wisatawan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk: 1. Mengidentifikasi potensi-potensi lokal, budaya, untuk dapat menjadi sarana pengembangan desa wisata yang dapat menjadi alternatif peningkatan pendapatan keluarga di desa Golo Wua; 2. Pelatihan pembuatan souvenir berbasis bahan lokal pada kelompok perempuan di desa Golo Wua; 3. Menjalin Kerjasama antara tim pengabdian, pemerintah desa, dan tokoh adat dalam mengembangkan desa wisata di Desa Golo Wua. Kegiatan pengabdian dilakukan selama 8 bulan dengan melibatkan partisipasi kelompok ibu, tokoh adat, dan kaum muda yang berasal dari Desa Golo Wua. Hasil pengabdian masyarakat menyimpulkan bahwa Desa Golo Wua mempunyai berbagai potensi lokal dari sumber daya alam, seperti kontur alam yang indah, tersedianya bahan kerajinan daun pandan dan tanaman pewarna alami. Potensi kegiatan budaya masih sangat terpelihara oleh masyarakat. Potensi sumber daya manusia berupa pengaruh tokoh adat yang masih kuat, dan kelompok perempuan yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga melalui kerajinan dari daun pandan.Golo Wua Village is one of the villages under the coordination of Wae Ri'i sub-district, Manggarai, NTT. The residents of Golo Wua village have their main livelihood as sharecroppers and farmer owners. The agricultural pattern in Golo Wua village uses a rain-fed agricultural system. Climate change certainly has a significant impact on planting patterns and agricultural production. One effort to increase family income is by optimizing existing village potential. In this community service, the service team collaborates with the village government and traditional leaders to develop Golo Wua village as a tourist village in the long term. Various aspects need to be prepared. One of the preparations is the availability of women's groups to make locally based souvenirs, to attract tourists. This community service aims to: 1. identify local, cultural potential, to become a means of developing a tourist village which can be an alternative to increasing family income in Golo Wua village. 2. Training in making souvenirs based on local materials for women's groups in Golo Wua village. 3. Establish collaboration between the service team, village government and traditional leaders in developing a tourist village in Golo Wua village. The service activities were carried out for 8 months involving the participation of groups of mothers, traditional leaders and young people from Golo Wua village. The results of community service concluded that Golo Wua village has various local potentials from natural resources, such as beautiful natural contours, the availability of pandan leaf craft materials and natural dye plants. The potential for cultural activities is still very well maintained by the community. Human resource potential in the form of the influence of traditional leaders who are still strong, and women's groups who are able to increase family income through crafts from pandan leaves.
ESKALASI TINDAKAN POLITIK DALAM PERSPEKTIF FILOSOFIS HANNAH ARENDT Jemali, Maksimilianus
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.639

Abstract

Manusia adalah makhluk politik yang eksistensinya tidak terlepas dari kodrat natural sebagai figur yang selalu berada bersama yang lain. Manusia selalu memiliki ikhtiar untuk keluar dari personalitas kepada komunalitas. Dalam realitas komunalitas, akan tampak berbagai peristiwa; entah itu yang konstruktif maupun destruktif. Tindakan politik bisa saja menghasilkan kesejahteraan bersama (konstruktif) tetapi di sisi lain politik bisa menghancurkan humanitas itu sendiri (destruktif). Karena terjadi banyak peristiwa, maka muncul juga banyak perspektif. Hannah Arendt adalah seorang filsuf yang berusaha merefleksikan konteks tindakan politik pada zamannya dan juga menganalisis kondisi totalitarianisme yang mengalienasi eksistensinya dan masyarakatnya. Upaya intelektual yang dibuatnya ternyata mampu menghadirkan begitu banyak perspektif yang menyadarkan publik terutama berkaitan dengan tindakan dalam berpolitik.
PROFETISME KAUM INTELEKTUAL DI TENGAH KRITISISME REFORMASI POLITIK Maksimilianus Jemali
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v8i2.695

Abstract

Profetisme Kaum Intelektual di Tengah Kritisisme Reformasi Politik. Politik merupakan ruang penuh tawaran dan orientasi. Politik merangsang banyak orang untuk turut berpartisipasi secara intensif di dalamnya. Intensitas partisipasi tidak hanya terwujud dalam ranah intelektual (analisis-analisis dan diskusi) tetapi juga dalam konteks praksis. Dalam tataran tertentu, ada korelasi yang saling memberi dan menerima antara yang akademik dan yang dijalankan dalam praksis politik. Landasan analisis dan konteks praksis politik perlu diberi ruang yang intensif dan adekuat sehingga keberadaan politik dan maknanya membawa dampak yang positif bagi rakyat. Ideal intensi politik adalah kebaikan.
UPAYA PASTORAL UNTUK MENINGKATKAN PERAN KAUM PEREMPUAN DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA Maksimilianus Jemali
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.740

Abstract

Upaya Pastoral Untuk Meningkatkan Peran Kaum Perempuan dalam Kehidupan Menggereja. Gereja pada prinsipnya memiliki keterbukaan terhadap keterlibatan semua umat dalam pewartaan Kerajaan Allah. Gereja turut terlibat membela hak-hak kaum perempuan. Bersedia berada di samping mereka. Gereja tidak melupakan sejarah bahwa kaum perempuan telah ikut ambil bagian dalam pengembangan kehidupan jemaat. Kesadaran historis mengenai peran perempuan dalam liturgi Gereja perlu dimiliki oleh umat. Oleh kesadaran itu umat diharapkan berkembang sikapnya untuk menerima dan menghargai kehadiran perempuan dan laki-laki di wilayah liturgis. Gereja hendaknya memilih pelayan-pelayannya bukan berdasarkan gender. Melainkan, berdasarkan talenta, karisma, kemampuan untuk mewartakan Injil dengan baik kepada siapapun yang paling membutuhkan pewartaan itu. Sebagai komunitas yang menghayati hidup dalam kesetaaan, Gereja memiliki wibawa untuk memperjuangkan kesetaraan dan keadilan dalam masyarakat. Kita mesti mengakui bahwa akhir-akhir ini juga banyak perempuan berperan dalam pelayanan religius, juga pelayanan di sekitar altar.
Analysis Of Parents' Role In Shaping Children's Social Character In Pinggang Village Maria Selviani Dadik; Jemali, Maksimilianus; Eliterius Sennen
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v16i2.2402

Abstract

This study explores the role of parents in shaping the social character of children in Pinggang Village, Cibal District, Manggarai Regency. It addresses concerns regarding instances of childhood aggression, a perceived lack of social character development among children, and limited parental awareness of the importance of fostering social character. Employing a qualitative descriptive research methodology, the study utilized direct observation of children's activities in Pinggang Village. The findings highlight the critical need for parental guidance and support in the development of children's social character. This includes modeling positive behavior, providing early childhood education, and instilling core values such as honesty, empathy, politeness, and responsibility
THE ROLE OF SCHOOL COMMITTEE TOWARD THE IMPROVEMENT OF EDUCATION QUALITY AT SDI RIDIK HAWE Jemali, Maksimilianus; Yosefina Kurniawati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v17i1.2485

Abstract

This study aims to investigate the role of the school committee in improving the quality of education at Inpres Ridik Hawe Elementary School (SD Impres Redek Hawe). The research was conducted in academic year 2023/2024. Qualitative descriptive research method was employed in narrative form by analyzing non-numerical data. Observation, interview, and documentation were utilized to gather the data. The data were then interpreted following Miles and Huberman’s model of qualitative data analysis, involving three concurrent stages: reduction, data display, and conclusion drawing. To ensure the validity of the research findings, triangulation was conducted by comparing the data from different methods. Several crucial/prominent roles in such cases as guiding and advising the implementation of school policies, providing financial and logistic support, controlling transparency and accountabiliy as well as bridging the school to parents and local government. The study found that the school committee has a positive impact on the improvement of quality at SDI Redek Hawe.
Analisis Kemampuan Komunikatif Guru dalam Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa Kelas IV SDK Timung, Manggarai, Flores Maksimilianus Jemali; Plavianus Sandro Hatimurah; Fransiskus Sawan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 18 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v18i1.3356

Abstract

ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan komunikatif guru dalam mengonstruksi interaksi sosial siswa kelas IV di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Timung, Manggarai, Flores. Fenomena rendahnya interaksi sosial siswa, yang terefleksi melalui rendahnya partisipasi kelas, minimnya atensi terhadap instruksi guru, serta hambatan psikososial seperti kecemasan berkomunikasi dan rendahnya efikasi diri, menjadi latar belakang krusial penelitian ini. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dihimpun melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap guru, kepala sekolah, serta siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penguasaan kompetensi komunikasi verbal dan nonverbal guru secara integral berperan signifikan sebagai katalisator interaksi sosial siswa. Penggunaan diksi yang santun, kejelasan artikulasi, serta dukungan aspek nonverbal seperti kontak mata dan intonasi persuasif terbukti mampu menciptakan iklim pembelajaran yang inklusif. Dampak positif yang dihasilkan mencakup peningkatan keberanian berpendapat, penguatan kolaborasi kelompok, serta tumbuhnya empati sosial antar-siswa di lingkungan kelas.