Kemampuan komunikasi dan negosiasi merupakan kompetensi penting yang mendukung profesionalisme guru serta efektivitas kerja di lingkungan sekolah. Hasil analisis kebutuhan di SD Swasta Persa Medan menunjukkan bahwa guru dan tenaga kependidikan masih memerlukan penguatan kompetensi komunikasi interpersonal, komunikasi empatik, dan negosiasi untuk mendukung koordinasi kerja, penyelesaian konflik, serta interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi komunikasi dan negosiasi melalui pelatihan bertajuk Transformative Communication: Mengajar dengan Hati, Berkomunikasi dengan Empati. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, dan role play. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap 14 peserta yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, peserta menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan serta peningkatan kesadaran mengenai pentingnya komunikasi empatik, kemampuan mendengarkan secara aktif, dan penerapan prinsip negosiasi yang berorientasi pada solusi. Kegiatan ini terbukti memberikan dampak positif dalam mendukung pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan guna menciptakan lingkungan kerja sekolah yang lebih profesional, kolaboratif, dan harmonis.