Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas KWT Segara Muncar Melalui Pelatihan Pengemasan dan Pelabelan Pasta Bawang Putih Sembalun Dyah Ayu Suryaningrum; Daeva Mubarika Raisa; Ega Anzani; M. Alwi Shahab; Beta Rida Pasaribu
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 05 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpmws.v5i05.3465

Abstract

Kapasitas pengemasan dan pelabelan merupakan aspek penting dalam pengembangan produk pangan lokal, termasuk pasta bawang putih Sembalun yang diproduksi oleh KWT Segara Muncar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan anggota KWT dalam pengemasan dan pelabelan produk. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dengan melibatkan 18 anggota KWT. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif melalui koordinasi mitra, pre-test, penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata capaian peserta dari 56,2% pada pre-test menjadi 92,6% pada post-test. Pelatihan juga menghasilkan perbaikan praktik pengemasan melalui penggunaan label yang lebih informatif dan segel plastik pada tutup kemasan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dapat memperkuat kapasitas komunitas perempuan tani dalam mengembangkan produk pangan lokal yang lebih informatif, aman, dan bernilai tambah.
Peluang Pengembangan Usaha Koperasi Merah Putih Berbasis Potensi Lokal Di Wilayah Perkotaan: Studi Kasus Kota Mataram Dyah Ayu Suryaningrum; M. Alwi Shahab; Farah Ainun Jamil; Sab’ul Masani; Ega Anzani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9224

Abstract

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan program strategis pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Dalam konteks wilayah urban, pengembangan KDKMP perlu disesuaikan dengan karakter sosial ekonomi dan potensi lokal masing-masing wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi lokal, menganalisis peluang usaha, dan mengkaji arah pengembangan KDKMP di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan deskriptif-komparatif pada tiga kelurahan, yaitu Cakranegara Barat, Monjok Timur, dan Abian Tubuh Baru. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga kelurahan memiliki karakter potensi lokal yang berbeda. Cakranegara Barat memiliki peluang usaha pada sektor perdagangan, distribusi barang, dan jasa transportasi; Monjok Timur lebih relevan diarahkan pada dukungan UMKM, jasa, perdagangan, dan pemasaran digital; sedangkan Abian Tubuh Baru memiliki peluang pada distribusi produk lokal, sembako, tahu-tempe, tenun, kuliner, dan potensi wisata. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan usaha KDKMP di wilayah urban tidak dapat menggunakan model seragam, tetapi perlu dirancang secara kontekstual berdasarkan potensi lokal. KDKMP juga perlu diposisikan sebagai penguat ekosistem usaha warga, bukan pesaing usaha lokal. Pengembangan KDKMP berbasis potensi lokal berkontribusi terhadap penguatan ekonomi inklusif, pembangunan urban berkelanjutan, dan kemitraan antar-pemangku kepentingan.
How Is Household Food Security Assessed In Small Island Communities? A Narrative Review Dyah Ayu Suryaningrum; Shelly Sylvia Agustina; Daeva Mubarika Raisa; M. Alwi Shahab; Farah Ainun Jamil
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.801

Abstract

Household food security assessment in small island communities requires indicators that reflect the specific realities of island life. Small islands often face limited land and freshwater resources, dependence on external food supply, high transport costs, climate vulnerability, and shifting dietary patterns. This article aims to review how household food security is assessed in small island communities and to identify key indicators commonly used in the literature. Using a narrative review of Scopus-indexed publications, this study synthesizes indicators across four dimensions of food security: availability, access, utilization, and stability. The review shows that common indicators include local food production, fisheries resources, food import dependency, household income, food expenditure, dietary diversity, nutrition outcomes, climate shocks, and supply chain disruption. However, conventional assessments often overlook island-specific indicators such as dependence on mainland supply, sea transport access, food sharing, social networks, marine livelihood dependence, dietary transition, and freshwater constraints. The study suggests that household food security assessment in small islands should combine standard food security indicators with contextual indicators that capture geographic isolation, environmental uncertainty, and community-based coping mechanisms. Such an approach can support more accurate evidence and context-sensitive policy interventions for small island food systems.