Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peluang Pengembangan Usaha Koperasi Merah Putih Berbasis Potensi Lokal Di Wilayah Perkotaan: Studi Kasus Kota Mataram Dyah Ayu Suryaningrum; M. Alwi Shahab; Farah Ainun Jamil; Sab’ul Masani; Ega Anzani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9224

Abstract

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan program strategis pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Dalam konteks wilayah urban, pengembangan KDKMP perlu disesuaikan dengan karakter sosial ekonomi dan potensi lokal masing-masing wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi lokal, menganalisis peluang usaha, dan mengkaji arah pengembangan KDKMP di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan deskriptif-komparatif pada tiga kelurahan, yaitu Cakranegara Barat, Monjok Timur, dan Abian Tubuh Baru. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga kelurahan memiliki karakter potensi lokal yang berbeda. Cakranegara Barat memiliki peluang usaha pada sektor perdagangan, distribusi barang, dan jasa transportasi; Monjok Timur lebih relevan diarahkan pada dukungan UMKM, jasa, perdagangan, dan pemasaran digital; sedangkan Abian Tubuh Baru memiliki peluang pada distribusi produk lokal, sembako, tahu-tempe, tenun, kuliner, dan potensi wisata. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan usaha KDKMP di wilayah urban tidak dapat menggunakan model seragam, tetapi perlu dirancang secara kontekstual berdasarkan potensi lokal. KDKMP juga perlu diposisikan sebagai penguat ekosistem usaha warga, bukan pesaing usaha lokal. Pengembangan KDKMP berbasis potensi lokal berkontribusi terhadap penguatan ekonomi inklusif, pembangunan urban berkelanjutan, dan kemitraan antar-pemangku kepentingan.
KETAHANAN PANGAN BERAS DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN HARGA, CADANGAN PANGAN, DAN TEKANAN MAKROEKONOMI Sab’ul Masani; Dudi Septiadi; Efendy Efendy; Lalu Hizbulloh
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1673

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras riil, stok beras akhir tahun Bulog, jumlah impor beras, konsumsi beras, produksi beras, dan Indeks Harga Konsumen (IHK) terhadap ketahanan pangan beras di Indonesia. Penelitian menggunakan data deret waktu periode 1987–2024 yang dianalisis dengan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk mengidentifikasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang. Hasil uji stasioneritas menunjukkan seluruh variabel terintegrasi pada orde I(0) dan I(1), sedangkan Bounds Test mengonfirmasi adanya hubungan kointegrasi. Estimasi jangka panjang menunjukkan bahwa produksi beras berpengaruh positif, konsumsi beras berpengaruh negatif, dan impor beras berpengaruh positif terhadap ketahanan pangan, sementara HPP beras riil, stok beras Bulog, dan IHK tidak berpengaruh signifikan. Dalam jangka pendek, HPP, impor, produksi, konsumsi, stok beras Bulog, dan IHK berpengaruh signifikan terhadap dinamika ketahanan pangan. Koefisien error correction term yang bernilai negatif dan signifikan menunjukkan proses penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang berlangsung cepat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan beras perlu diprioritaskan melalui peningkatan produksi domestik, sedangkan kebijakan harga, cadangan beras pemerintah, dan impor berperan sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga.
PENGARUH PERAN WANITA UMKM DALAM MENINGKATKAN PARIWISATA BAHARI YANG BERKELANJUTAN DI KECAMATAN SEKOTONG I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi; Sab’ul Masani
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1740

Abstract

Wanita pelaku UMKM memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata bahari. Penelitian ini mengkaji secara lebih mendalam bagaimana pengaruh peran wanita UMKM dalam mendukung keberlanjutan pariwisata bahari di Kecamatan Sekotong, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana, Jumlah responden adalah sebanyak 36 responden dengan mencakup 3 desa wisata bahari yang ada di Kecamatan Sekotong. Hasil penelitian, pertama ditemukan bahwa peran wanita UMKM mempengaruhi dalam meningkatkan pariwisata bahari berkelanjutan. Kedua,Model persamaan menunjukkan bahwa koefisien regresi pariwisata bahari berkelanjutan adalah sebesar 0,506 mengindikasikan peningkatan setiap 1 satuan pada variabel independen yaitu peran wanita UMKM akan meningkat sebesar 0,506 satuan.
STABILISASI HARGA BERAS: PERAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN GUNCANGAN HARGA BERAS DUNIA Sab’ul Masani; I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1742

Abstract

Penelitian ini menganalisis stabilisasi harga beras di Indonesia dengan menempatkan kebijakan pemerintah dan guncangan harga beras dunia sebagai faktor utama pembentukan harga beras eceran riil. Data yang digunakan merupakan data runtut waktu tahunan periode 1984–2024, dengan pendekatan Autoregressive Distributed Lag–Error Correction Model (ARDL–ECM). Hasil uji stasioneritas menunjukkan bahwa variabel berada pada kombinasi orde integrasi I (0) dan I (1), sehingga memenuhi prasyarat estimasi ARDL. Model terpilih adalah ARDL (3,2,2,0,3,0,1). Hasil Bounds Test mengindikasikan adanya hubungan jangka panjang antar variabel, meskipun kekuatan kointegrasi lebih nyata pada taraf signifikansi 10%. Dalam jangka panjang, HPP, stok Bulog, harga beras dunia, dan IHK berpengaruh positif terhadap harga beras eceran, sedangkan impor dan harga gabah petani tidak signifikan. Koefisien ECM sebesar -0,807839 menunjukkan bahwa penyimpangan harga dari keseimbangan jangka panjang terkoreksi sekitar 80,78% dalam satu periode. Temuan ini menegaskan perlunya sinkronisasi HPP, cadangan beras, impor, dan pengendalian inflasi pangan dalam kebijakan stabilisasi harga beras.
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Ade Rezkika Nasution; Sab’ul Masani; Daeva Mubarika Raisa; Mohammad Alwi Shahab
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1492

Abstract

Salah satu tantangan dalam tercapainya ketahanan pangan penduduk adalah meningkatnya konsumsi dikarenakan tingginya pertumbuhan penduduk. Menurunnya luas lahan pertanian akibat alih fungsi lahan juga menjadi tantangan dalam tercapainya ketahanan pangan, khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat yang harus mengorbankan beberapa lahan pertaniannya untuk dijadikan hunian penduduk yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah produksi padi yang hilang akibat alih fungsi lahan sawah dan dampaknya terhadap ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa time series tahun 2014-2024. Metode penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis produksi padi yang hilang akibat alih fungsi lahan hingga ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, selanjutnya untuk menganalisis dampak alih fungsi lahan sawah terhadap ketahanan pangannya digunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2014 sampai dengan 2024, seluas 55,5 ribu ha lahan sawah di Provinsi Nusa Tenggara Barat beralih fungsi dan menyebabkan hilangnya produksi padi sebanyak 2,78 juta ton dengan rata-rata sebanyak 397,7 ribu ton setiap tahunnya. Selanjutnya untuk mengetahui dampak alih fungsi lahan sawah terhadap ketahanan pangan penduduk di Provinsi Nusa Tenggara Barat, diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai ketahanan pangan penduduk saat terjadi maupun tidak terjadi alih fungsi lahan.