Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Sekolah dan Implementasi Guru dalam Transformasi Pembelajaran PAI Berbasis Teknologi Digital di MAN 2 Kulonprogo Ansorul Alim; Sibawaihi Sibawaihi
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Takuana (April-June)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i1.309

Abstract

This study analyzes the strategy of integrating learning technology at MAN 2 Kulonprogo in balancing technological progress and Islamic values. Using a qualitative case study method with a change management approach and the TPACK framework, the study reveals three main findings. First, institutional strategies through the institutionalization of Jogja Madrasah Digital (JMD) and teacher training successfully transformed coercive regulations into a digital cultural habituation. Second, pedagogical TPACK implementation is applied through micro-learning strategies and multimedia visualization relevant to Generation Z student psychology. Third, digital evaluation transformation functions as a character education instrument to instill values of honesty (Siddiq) and accountability (Amanah) through a transparent system. It is concluded that the madrasah successfully positions technology as a wasilah (tool) that strengthens academic integrity and student morals, rather than merely modernizing tools.
Internalisasi Living Hadis tentang Pelaksanaan Shalat pada Waktunya dalam Kehidupan Religius Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Ansorul Alim; Amri Saputra; David Ricardo; Marhumah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.189

Abstract

This study analyzes the internalization, interpretation, and practice of the Living Hadith “Afdhalul a’māl aṣ-ṣalāh fī waqtihā” (performing prayer on time) among postgraduate students of Islamic Religious Education (PAI) at UIN Sunan Kalijaga, and identifies the influencing factors. Using a qualitative approach with a Living Hadith design, data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The hadith is understood not merely as ritual duty but as a moral value of discipline and time management, shaping a religious habitus. This appears in practices such as pausing classes for prayer, scheduling studies around prayer times, and using prayer for emotional regulation. Yet, gaps persist between ideals and practice due to overlapping schedules and cultural tendencies to delay prayer. The study concludes that the vitality of Living Hadith depends on both individual awareness and institutional support aligning academic systems with spiritual values.
Manajemen Strategis Pimpinan Sekolah di MAN 2 Kulon Progo dalam Mempersiapkan Implementasi Kurikulum Cinta: Pengabdian Ansorul Alim; Ridwan Faqih Sihono; Winda Islamitha Nurhamidah; Sabarudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4868

Abstract

Artikel ini menganalisis manajemen strategis pimpinan MAN 2 Kulon Progo dalam mempersiapkan transisi "Kurikulum Cinta". Kajian ini menjadi urgen untuk mengisi kekosongan literatur yang selama ini minim membahas fase kesiapan (readiness) sekolah dalam menghadapi disrupsi kebijakan pendidikan. Menggunakan metode kualitatif studi kasus, penelitian ini menitikberatkan pada dinamika manajerial dalam mengkondisikan ekosistem sekolah. Temuan penelitian menunjukkan adanya siklus manajemen strategis yang komprehensif, meliputi: (1) Formulasi melalui redefinisi visi "Ruh Pendidikan" dan perencanaan proaktif (strategic foresight); (2) Implementasi berbasis Servant Leadership lewat strategi "Superteam" dan habituasi budaya 5S; serta (3) Evaluasi proses menggunakan intervensi berjenjang dan komunikasi tatap muka guna meminimalisir bias digital. Penelitian menyimpulkan bahwa kesiapan implementasi kurikulum bukanlah fenomena yang tumbuh secara organik, melainkan hasil rekayasa manajemen strategis yang secara sadar menggeser pendekatan administratif-birokratis menuju pendekatan humanis.