Artikel ini menganalisis manajemen strategis pimpinan MAN 2 Kulon Progo dalam mempersiapkan transisi "Kurikulum Cinta". Kajian ini menjadi urgen untuk mengisi kekosongan literatur yang selama ini minim membahas fase kesiapan (readiness) sekolah dalam menghadapi disrupsi kebijakan pendidikan. Menggunakan metode kualitatif studi kasus, penelitian ini menitikberatkan pada dinamika manajerial dalam mengkondisikan ekosistem sekolah. Temuan penelitian menunjukkan adanya siklus manajemen strategis yang komprehensif, meliputi: (1) Formulasi melalui redefinisi visi "Ruh Pendidikan" dan perencanaan proaktif (strategic foresight); (2) Implementasi berbasis Servant Leadership lewat strategi "Superteam" dan habituasi budaya 5S; serta (3) Evaluasi proses menggunakan intervensi berjenjang dan komunikasi tatap muka guna meminimalisir bias digital. Penelitian menyimpulkan bahwa kesiapan implementasi kurikulum bukanlah fenomena yang tumbuh secara organik, melainkan hasil rekayasa manajemen strategis yang secara sadar menggeser pendekatan administratif-birokratis menuju pendekatan humanis.
Copyrights © 2026