Hendra Putra Dipanegara
Politeknik Negeri Tanah Laut

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI DAN PEMANFAATAN PASIR PUTIH (PASIR KUARSA) SEBAGAI AGREGAT HALUS DALAM KONSTRUKSI BETON : TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Muhammad Rizan Adam; Norminawati Dewi; Hendra Putra Dipanegara
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v4i2.72

Abstract

Pasir putih atau pasir kuarsa merupakan material mineral berbutir halus dengan kandungan silika (SiO₂) tinggi yang memiliki karakteristik fisis dan kimia unggul untuk diaplikasikan pada konstruksi, khususnya sebagai agregat halus dalam campuran beton. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis potensi serta performa teknis pasir kuarsa sebagai substitusi parsial maupun total terhadap agregat halus konvensional melalui telaah sistematis terhadap literatur nasional dan internasional. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa penggunaan pasir kuarsa mampu meningkatkan kekuatan tekan, ketahanan aus, dan densitas beton, serta mengurangi porositas apabila dikombinasikan dengan desain campuran yang tepat dan kontrol kadar impurities organik. Penggunaan aditif tertentu seperti superplasticizer dan silica fume ditemukan dapat memperbaiki workability sehingga beton tetap memenuhi syarat kemudahan pengerjaan meski kandungan pasir kuarsa tinggi. Selain aspek teknis, pemanfaatan pasir kuarsa sebagai material alternatif juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi ekonomi konstruksi dengan menekan kebutuhan transportasi material konvensional dan memperkuat kemandirian pasokan material lokal. Namun, optimalisasi pemanfaatannya masih memerlukan kajian keberlanjutan terkait dampak lingkungan penambangan, risiko reaksi alkali–silika jangka panjang, dan pengembangan standar teknis nasional yang lebih spesifik untuk material pasir kuarsa sebagai agregat konstruksi. Secara keseluruhan, temuan kajian ini menegaskan bahwa pasir putih/pasir kuarsa memiliki prospek besar sebagai material agregat halus dalam konstruksi beton yang unggul, ekonomis, dan berorientasi keberlanjutan, sehingga layak untuk ditingkatkan penggunaannya melalui riset lanjutan, inovasi teknologi, dan dukungan kebijakan sektor konstruksi.
Analisis Tren Penelitian Perkerasan Porous dan Permeable Pavement sebagai Solusi Drainase Perkotaan: Kajian Literatur Sistematis Muhammad Rizan Adam; Hendra Putra Dipanegara; Jerry Christian Poli
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Konstruksi (Mei)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perluasan permukaan kedap air yang dipicu oleh urbanisasi telah meningkatkan volume limpasan permukaan dan memperbesar risiko banjir perkotaan di Indonesia. Perkerasan porous dan permeable pavement merupakan salah satu solusi Low Impact Development (LID) yang memungkinkan infiltrasi air hujan secara in situ, sehingga mengurangi beban sistem drainase konvensional. Penelitian ini bertujuan memetakan tren penelitian, mengidentifikasi karakteristik kinerja berbagai jenis teknologi perkerasan porous, serta menentukan kesenjangan penelitian yang relevan bagi konteks iklim tropis selama periode 2015–2025 menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berpedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada tiga basis data—Scopus, Google Scholar, dan Garuda—menghasilkan 312 rekaman awal. Setelah proses seleksi bertahap, sebanyak 20 artikel diinklusi dalam sintesis akhir. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pervious concrete dan porous asphalt mendominasi penelitian global dengan kemampuan reduksi limpasan permukaan 26–98%, efisiensi penyisihan total suspended solids (TSS) hingga 60%, serta kontribusi terhadap penurunan konsentrasi logam berat dan senyawa nitrogen. Tantangan kritis yang teridentifikasi secara konsisten adalah penyumbatan (clogging) pada lapisan permukaan. Tiga kesenjangan penelitian utama mencakup: minimnya studi empiris jangka panjang di kawasan beriklim tropis, ketiadaan standar teknis nasional Indonesia, dan terbatasnya kajian analisis biaya siklus hidup. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan agenda penelitian perkerasan porous di Indonesia.