Paulus Un
Universitas Nusa Cendana Kupang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN JAHE DI DESA MBOHANG KECAMATAN LELAK KABUPATEN MANGGARAI Maria Alfira; Paulus Un; Yakobus C.W. Siubelan
Journal Education and Government Wiyata Vol 4 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/e-gov.v4i2.415

Abstract

Ginger is one of the plantation commodities with high economic value and is widely used as raw material for food industries, health drinks, and traditional medicine. Mbohang Village, Lelak District, Manggarai Regency is one of the areas with significant potential for ginger commodity development. However, the ginger marketing system in the area still faces several obstacles, such as farmers’ dependence on collectors, limited market access, and fluctuating prices that affect farmers’ income stability. This study aims to analyze internal and external factors influencing ginger marketing development and formulate marketing development strategies based on IFAS, EFAS, and SOAR analyses. The research employed a descriptive quantitative method using purposive sampling. A total of 40 respondents consisting of 36 ginger farmers and 4 collectors participated in the study. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. The results showed that the main strengths consisted of good product quality, increasing production quantity, good relationships between farmers and traders, and extensive business experience. Major opportunities included stable market demand, loyal customers, and strategic location. The IE matrix analysis indicated that the business position was in Quadrant I, meaning growth and build strategy. Strategies generated through SOAR analysis included improving marketing promotion, expanding market access, increasing production quality and quantity, and strengthening cooperation among farmers, traders, and the government. These strategies are expected to improve ginger product competitiveness and enhance farmers’ welfare in Mbohang Village.
DAMPAK SISTEM INTEGRATED CROP-LIVESTOCK-FORESTRY (ICLF) TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI DI DESA BABOTIN MAEMINA KECAMATAN BOTIN LEOBELE KABUPATEN MALAKA Maria Priskila Laka; Paulus Un; Yakobus C.W Siubelan
Journal Education and Government Wiyata Vol 4 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/e-gov.v4i2.416

Abstract

Sistem Integrated Crop-Livestock-Forestry (ICLF) merupakan pendekatan pertanian terpadu yang mengintegrasikan tanaman, ternak, dan kehutanan dalam satu sistem produksi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat penerapan sistem ICLF dan menganalisis pengaruhnya terhadap kesejahteraan petani di Desa Babotin Maemina Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif inferensial dengan metode survei terhadap 35 petani yang menerapkan sistem ICLF. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem ICLF berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan petani yang diukur melalui indikator pendapatan riil, pangsa pengeluaran pangan (PPP), dan good service ratio (GSR). Integrasi antara tanaman, ternak, dan kehutanan mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, memperluas sumber pendapatan rumah tangga, serta memperkuat ketahanan ekonomi petani pada wilayah lahan kering. Sistem ICLF juga berkontribusi terhadap pengurangan biaya produksi melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak dan pupuk organik. Dengan demikian, sistem ICLF dapat menjadi strategi pembangunan pertanian berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di wilayah semi-arid.
PERSEPSI PETANI TERHADAP INTEGRATED CROP-LIVESTOCK-FORESTRY (ICLF) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN LAENMANEN KABUPATEN MALAKA Veronika Al Tenawahang; Paulus Un; Siska Elvani
Journal Education and Government Wiyata Vol 4 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/e-gov.v4i2.417

Abstract

Sistem Integrated Crop-Livestock-Forestry (ICLF) merupakan pendekatan pertanian terpadu yang mengintegrasikan tanaman, ternak, dan kehutanan dalam satu sistem produksi untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya serta kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi petani terhadap sistem ICLF dan hubungan penerapan sistem tersebut dengan pendapatan petani di Kecamatan Laenmanen Kabupaten Malaka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 34 petani yang dipilih secara purposive sampling dari total populasi 78 petani ICLF. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap sistem ICLF berada pada kategori sangat baik. Sebagian besar petani memahami manfaat ICLF dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, diversifikasi usaha tani, peningkatan produktivitas, dan stabilitas pendapatan. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penerapan sistem ICLF dan pendapatan petani. Komponen ternak dan kehutanan memiliki hubungan sangat kuat terhadap pendapatan petani, sedangkan komponen tanaman memiliki hubungan kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin optimal penerapan ICLF maka semakin besar peluang peningkatan pendapatan petani. Oleh karena itu, dukungan penyuluhan, pelatihan teknis, dan pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan adopsi sistem ICLF secara optimal.