Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

OPTIMALISASI KONTEN MEDIA SOSIAL TIKTOK DAN INSTAGRAM SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL HOTEL: STUDI KASUS HOTEL 88 EMBONG MALANG SURABAYA Imelda Marcelina; Naufal Ikbaar; Risya Dinda Salsabilla; Maryana Naomi Sihombing; Hasna Nur Lina
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.78595

Abstract

Industri perhotelan menghadapi tantangan persaingan digital yang semakin intensif, di mana pemilihan platform dan strategi konten media sosial menjadi determinan kunci keberhasilan pemasaran. Penelitian ini mengkaji optimalisasi konten TikTok dan Instagram sebagai strategi komunikasi pemasaran digital Hotel 88 Embong Malang Surabaya, dengan fokus pada identifikasi format konten yang efektif dalam meningkatkan engagement audiens. Penelitian ini memberikan kontribusi baru berupa kerangka strategi konten berbasis karakteristik audiens Generasi Z untuk hotel skala menengah di kota-kota besar Indonesia yang belum banyak dikaji. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama program studi independen, dokumentasi konten media sosial, serta wawancara mendalam dengan tiga informan kunci: Social Media Officer, Front Desk Manager, dan Guest Relations Officer Hotel 88 Embong Malang. Validasi data dilakukan melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten behind the scene, edukasi destinasi sekitar hotel, dan testimoni pelanggan memperoleh rata-rata views 2,3 kali lebih tinggi dibandingkan konten promosi formal, dengan engagement rate konten TikTok mencapai 3,2% pascaimplementasi strategi, melampaui rata-rata industri perhotelan sebesar 3,0%. Pada Instagram, fitur Reels menghasilkan peningkatan reach hingga 40% dibandingkan postingan statis. Temuan ini menegaskan bahwa autentisitas dan relevansi budaya lokal merupakan faktor utama keberhasilan strategi konten digital hotel di konteks pasar Indonesia.
PARTICIPATORY SOFT SKILLS INTERVENTION FOR YOUTH EMPOWERMENT IN MULTICULTURAL RURAL COMMUNITIES: ADVANCING A PANCASILA VILLAGE MODEL IN INDONESIA Agung Stiawan; Aditya Chandra Setiawan; Raden Roro Maha Kalyana Mitta Anggoro; Hasna Nur Lina
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.162

Abstract

This study examines the effectiveness of a participatory soft skills intervention in strengthening youth capacity within a multicultural rural community to support the development of a Pancasila Village in Indonesia. The program was conducted in Sugihwaras Village, Lamongan Regency, over an eight-month period using a Participatory Action Research (PAR) framework. A total of 30 youth participants, along with village stakeholders, were actively involved in the intervention. The program integrated experiential learning strategies, including leadership training, communication skill development, multicultural dialogue, and conflict resolution simulations. Data were collected through a mixed-method approach, combining pre-test and post-test assessments, observations, and participant feedback. The findings indicate significant improvements across four key competencies: understanding of Pancasila values (from 58% to 85%), communication skills (60% to 88%), multicultural awareness (55% to 84%), and collaborative leadership (50% to 82%). These results demonstrate that experiential and participatory approaches effectively facilitate both cognitive and behavioral transformations among youth. Furthermore, the establishment of the “Pancasila Youth Community” reflects a transition from structured intervention to sustainable, community-driven social action. The study contributes to the literature by proposing an integrative model that combines soft skills development, civic value internalization, and participatory engagement as a unified framework for youth empowerment. This model offers both theoretical and practical implications, particularly for community-based education and social cohesion in diverse societies. Future research is recommended to explore the long-term sustainability and adaptability of this model across different socio-cultural contexts.
ANALISIS KOMUNIKASI MEDIA SOSIAL GEREJA DALAM MEMBANGUN PARTISIPASI MAHASISWA PERANTAU (STUDI KASUS : GEREJA MAWAR SHARON SURABAYA BARAT) David Ferdinand Sitorus; Hasna Nur Lina
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81306

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara gereja berkomunikasi dengan jemaatnya, termasuk dalam menjangkau mahasiswa perantau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi Instagram Gereja Mawar Sharon Surabaya Barat dalam membangun partisipasi mahasiswa perantau menggunakan perspektif Uses and Gratifications Theory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis isi konten Instagram dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berfungsi sebagai sumber informasi mengenai ibadah, kegiatan gereja, dan komunitas, sekaligus memberikan dukungan spiritual dan sosial. Meskipun interaksi digital masih cenderung berlangsung satu arah, Instagram berfungsi sebagai pintu awal yang membangun pengetahuan, ketertarikan, dan kesiapan untuk berpartisipasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi komunikasi digital gereja yang informatif, relevan, dan adaptif dalam meningkatkan partisipasi jemaat muda.
PENGARUH CELEBRITY ENDORSER TASYA FARASYA DI TIKTOK TERHADAP PERILAKU IMPULSE BUYING PRODUK CUSHION SOMETHINC DENGAN ORGANISM SEBAGAI MEDIASI (STUDI PADA KOMUNITAS X @OHMYBEAUTYBANK) Sara Sabilah Firdaus; Hasna Nur Lina
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81328

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mendorongperusahaan memanfaatkan celebrity endorser sebagai strategi komunikasi pemasaran untuk meningkatkan efektivitas promosiproduk. Salah satu dampak dari strategi tersebut adalah munculnyaperilaku impulse buying, yang dipengaruhi oleh stimulus pemasarandan proses psikologis konsumen. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis pengaruh celebrity endorser Tasya Farasya di TikTok terhadap perilaku impulse buying produk cushion Somethinc denganorganism sebagai variabel mediasi pada anggota komunitas X @ohmybeautybank. Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif dengan metode survei terhadap 220 responden yang dipilihmenggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan SPSS versi 25 dan uji Sobel untuk menguji pengaruh mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa celebrity endorser berpengaruh positifdan signifikan terhadap organism dengan koefisien jalur sebesar0,468. Organism juga berpengaruh positif dan signifikan terhadapimpulse buying dengan koefisien sebesar 0,324, sedangkan celebrity endorser berpengaruh langsung terhadap impulse buying dengankoefisien sebesar 0,408. Hasil uji Sobel menunjukkan bahwa organismmampu memediasi pengaruh celebrity endorser terhadap impulse buying secara signifikan, sehingga menunjukkan adanya mediasiparsial. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa efektivitascelebrity endorser dalam mendorong impulse buying tidak hanyaditentukan oleh karakteristik endorser, tetapi juga dipengaruhi oleh respons psikologis konsumen setelah menerima stimulus pemasaranmelalui TikTok.
Analisis Strategi Kreatif dalam Video Iklan Kampanye “Dirgahayu Republik Indonesia ke-80” Royal Residence Nasywa Danty Permana; Hasna Nur Lina
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81340

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi kreatif dalam video iklan kampanye "Dirgahayu Republik Indonesia ke-80" Royal Residence, kawasan hunian di Surabaya yang menghadirkan fasilitas enam tempat ibadah dari enam agama resmi di Indonesia dalam satu kawasan. Video yang dirilis pada 17 Agustus 2025 ini mengusung tema persatuan dalam keberagaman serta kontribusi Royal Residence bagi Indonesia, dan tidak berfokus pada promosi produk secara langsung melainkan pada pembangunan citra dan reputasi korporat. Penelitian menggunakan teori strategi kreatif Moriarty, Mitchell, dan Wells (2015) yang mencakup creative brief, strategi pesan, dan big idea sebagai kerangka analisis, dengan metode studi kasus kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Marketing Manager Royal Residence serta produser dan asisten produksi IGB Media, dilengkapi dokumentasi video kampanye. Hasil penelitian menunjukkan tujuan pesan didominasi oleh emotion, target pesan bersifat universal tanpa segmentasi khusus, serta positioning yang memosisikan Royal Residence sebagai merek properti bernilai sosial dan kebangsaan, melampaui identitas developer pada umumnya. Strategi pesan yang diterapkan adalah pendekatan heart yang dominan, dengan big idea berupa keberagaman dan kontribusi yang diterjemahkan konsisten ke seluruh elemen video.
Pengaruh Personal Branding Fathia Izzati Di Instagram Terhadap Loyalitas Fans Reality Club (Studi Pada Komunitas Goddess Rockstar) Afrian Ardiansyah; Hasna Nur Lina
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81371

Abstract

Perkembangan media sosial menggeser pola komunikasi industri musik independen, di mana citra personal musisi menjadi krusial dalam merawat basis penggemar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh personal branding Fathia Izzati di Instagram terhadap loyalitas fans Reality Club pada komunitas Goddess Rockstar. Pendekatan kuantitatif kausal digunakan dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring berbasis Skala Likert kepada 392 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria anggota komunitas Goddess Rockstar yang mengikuti akun @kittendust. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding Fathia Izzati berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas fans Reality Club, dengan kontribusi pengaruh sebesar 37,8%. Dimensi spesialisasi dan kepribadian yang autentik menjadi pendorong utama konversi dari pendengar biasa menjadi pembela merek (brand advocate). Sementara itu, sisa variasi loyalitas sebesar 62,2% dipengaruhi oleh faktor eksternal lain di luar model penelitian. Simpulan penelitian menegaskan bahwa semakin kuat dan konsisten karakter personal yang diproyeksikan oleh musisi, maka akan semakin tinggi pula komitmen loyalitas fans yang bergerak dari tahapan kognitif hingga aksi nyata. Disarankan bagi musisi untuk mempertahankan konsistensi interaksi organik dua arah di media sosial, sedangkan peneliti mendatang diharapkan dapat memperluas model dengan menambahkan variabel eksternal seperti kualitas pengalaman konser langsung (live music experience).
Direct Selling Sebagai Komunikasi Pemasaran Produk Rumah Tangga Kepada Pelanggan (Studi Kasus Pemasaran Produk Fit Alkaline Bottle PT FIT BSA) Aulia Fira Venata; Hasna Nur Lina
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81379

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh konsistensi PT FIT BSA dalam menerapkan direct selling sebagai satu-satunya strategi komunikasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi direct selling PT FIT BSA dalam memasarkan produk Fit Alkaline Bottle kepada pelanggan serta memahami pengalaman pelanggan selama proses berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta analisis menggunakan model AIDA sebagai kerangka utama yang didukung konsep marketing mix 4P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi direct selling PT FIT BSA dijalankan melalui tahapan terstruktur meliputi segmentasi wilayah, pemilihan tuan rumah, pengundangan berbasis insentif, demonstrasi produk langsung, penanganan keberatan, dan follow-up pascasesi. Direct selling terbukti masih relevan di era saat ini karena menawarkan nilai tersendiri melalui kepercayaan yang terbangun dari interaksi tatap muka, pengalaman demonstrasi produk secara langsung, serta komunikasi dua arah yang adaptif antara tenaga penjual dan pelanggan.
Pengaruh Strategi Live Streaming Terhadap Citra Merek YSL Beauty di Mata Audiens Muhammad Restu Aji Parameswara; Hasna Nur Lina
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81393

Abstract

Perkembangan fitur live streaming shopping pada platform TikTok telah dimanfaatkan sebagai strategi komunikasi pemasaran, termasuk oleh merek mewah seperti YSL Beauty Indonesia. Meskipun demikian, penggunaan live streaming pada merek mewah masih menimbulkan perdebatan karena dikhawatirkan dapat memengaruhi citra merek yang eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi live streaming shopping terhadap citra merek YSL Beauty Indonesia di mata audiens. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivistik dan metode survei. Data diperoleh melalui kuesioner terbuka yang disebarkan secara daring kepada 384 responden Generasi Z pengguna TikTok, kemudian dianalisis menggunakan metode kategorisasi dengan mengelompokkan jawaban berdasarkan kata kunci dan menghitung frekuensi kemunculannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas audiens memandang YSL Beauty sebagai merek yang mewah dan premium. Identitas visual, seperti logo, kemasan, dan desain produk, menjadi ciri khas utama yang memperkuat brand recognition, sedangkan kualitas produk dan formula dipersepsikan sebagai keunggulan yang membedakan YSL Beauty dari merek kosmetik lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi live streaming shopping mampu memperkuat citra merek melalui penyajian visual yang konsisten, komunikasi produk yang informatif, serta pengalaman siaran yang selaras dengan karakter merek mewah.
Peran Sivitas Akademika sebagai Ambassador Organik melalui User Generated Content di TikTok (Analisis Model SOME pada Universitas Negeri Surabaya) Muhammad Hakim Akmal; Hasna Nur Lina
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81428

Abstract

Perkembangan media sosial mendorong sivitas akademika berperan sebagai ambassador organik melalui User Generated Content (UGC) di TikTok dalam membangun citra perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sivitas akademika Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sebagai ambassador organik melalui UGC di TikTok menggunakan Model SOME (Share, Optimize, Manage, Engage). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa dan dosen aktif serta observasi terhadap konten UGC di TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sivitas akademika berperan sebagai ambassador organik secara sukarela berdasarkan pengalaman nyata tanpa penugasan formal dari institusi. Pada dimensi Share, konten yang dibagikan bersifat autentik dan mencerminkan pengalaman kampus. Dimensi Optimize ditunjukkan melalui pemanfaatan hashtag, tren, dan waktu unggah untuk meningkatkan jangkauan audiens. Pada dimensi Manage, informan membangun identitas digital melalui personal branding dan kurasi konten, sedangkan dimensi Engage terlihat dari interaksi dua arah yang memperkuat kedekatan dengan audiens. Penelitian ini juga menemukan perbedaan karakteristik antara mahasiswa dan dosen dalam merepresentasikan institusi melalui konten yang dihasilkan. Motivasi utama keterlibatan meliputi rasa bangga terhadap institusi, tanggung jawab moral, dan keinginan memberikan perspektif alternatif mengenai citra UNESA, meskipun dihadapkan pada tantangan berupa konsistensi produksi konten, keterbatasan waktu, komentar negatif, dan dinamika algoritma TikTok.
Strategi Directing dan Post-production Editing Dalam Iklan Digital Broth Series Crystal of the Sea untuk Penguatan Produck Awareness Ficko Aryaduta Prasetya Anoraga; Hasna Nur Lina
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75329

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam strategi directing dan post-production editing dalam produksi iklan digital untuk produk Broth Series Crystal of the Sea, yang bertujuan memperkuat product awareness di tengah perkembangan pemasaran digital. Proyek diterapkan melalui model Hierarchy of Effects pada tahap kognitif (pengetahuan tentang nutrisi ikan gabus dan ayam kampung) dan afektif (penciptaan ikatan emosional keluarga sehat), dengan produksi video berdurasi 60 detik untuk YouTube serta adaptasi 20 detik untuk Instagram Reels dan TikTok, mengusung tema "Pilihan Alami Keluarga Sehat". Proses mencakup pra-produksi (storyboard dan shot list), produksi (150 footage dengan sinematografi rule of thirds dan pencahayaan natural), serta pasca-produksi (editing Adobe Premiere Pro dengan color grading warm tone, lower thirds, dan sound design SFX), menghasilkan metrik unggul seperti reach rate TikTok 1230,14% (302.615 pengguna unik), engagement YouTube 38,61%, serta frequency Instagram 1,6 dari kampanye paid ads 10 hari.