Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENGGALI PANCASILA DARI KAMPUNG: PENGUATAN LITERASI PANCASILA DAN KEPEDULIAN SOSIAL PADA MASYARAKAT DESA BARENG SUGIHWARAS KABUPATEN BOJONEGORO Ahmad Nizar Hilmi; Bambang Sigit Widodo; Agung Stiawan; Silkania Swarizona
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.11631

Abstract

Penguatan literasi Pancasila terutama pada nilai-nilai toleransi dan kepedulian sosial melalui penelitian dan keterlibatan dunia pendidikan tinggi merupakan hal yang penting dalam penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia sebagai bangsa yang multietnik memiliki tantangan untuk berhadapan dengan konflik etno-religius di samping persoalan struktural lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Negeri Surabaya dalam lingkup Tri Dharma Perguruan Tinggi ini bertujuan untuk penguatan literasi Pancasila bagi masyarakat di Desa Bareng, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menggunakan metode pendidikan masyarakat berdasarkan analisis kebutuhan dan penelitian untuk memperkuat pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang ke-Pancasila-an, terutama pada aspek gotong royong dan kepedulian sosial. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2022. Pendekatan sosial yang dilakukan dengan melibatkan pakar sejarah di bidang politik dan Pancasila menghasilkan dampak yang positif kepada masyarakat desa dalam memahami Pancasila secara konsep dan konteks. Kegiatan ini penting sebagai sarana pendidikan kebangsaan dan karakter di tengah tantangan menjadi bangsa yang heterogen dan pluralis di masa kini dan masa mendatang.
Rekonstruksi Sejarah Lokal Desa Sajen di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto: Kajian Asal-Usul Kemasyarakatan, Struktur Pemerintahan dan Dinamika Perkembangannya Alya Eka Mareta Syahri; Safna Novia Rahmadhani; Faradish Rahma; Vivin Herlina; Irvansyah Nugraha; Fatima Assyakira Adra; Agung Stiawan
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4306

Abstract

Desa Sajen di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur menyimpan kekayaan sejarah lokal yang belum terdokumentasi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi asal-usul kemasyarakatan, struktur pemerintahan awal, dan dinamika perkembangan Desa Sajen dari masa pra-kolonial hingga era modern. Pendekatan kualitatif naratif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen. Narasumber utama meliputi perangkat desa, tetua adat, juru kunci situs, dan warga senior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama "Sajen" berasal dari dua narasi oral utama: narasi Majapahit yang berkaitan dengan ritual penyembuhan Putri Gangga Dara menggunakan sesajen, serta narasi Islami yang mengaitkan kata "sajji" (bahasa Arab untuk kayu jati) dengan pembangunan masjid oleh Walisongo. Struktur pemerintahan desa telah berkembang sejak abad ke-17, dengan sistem lurah tradisional yang bertransisi melalui masa kolonial Belanda (ketika dikenal sebagai "Patjet 1") hingga berganti nama resmi menjadi Desa Sajen pada tahun 1972. Situs-situs bersejarah seperti Punden Jrebeng dan Candi Cungkup/Kesimantengah menjadi bukti material warisan Majapahit yang masih aktif difungsikan dalam kehidupan ritual masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa Desa Sajen merupakan living heritage yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, agraris, dan sosial-ekologis secara berkelanjutan.
PARTICIPATORY SOFT SKILLS INTERVENTION FOR YOUTH EMPOWERMENT IN MULTICULTURAL RURAL COMMUNITIES: ADVANCING A PANCASILA VILLAGE MODEL IN INDONESIA Agung Stiawan; Aditya Chandra Setiawan; Raden Roro Maha Kalyana Mitta Anggoro; Hasna Nur Lina
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the effectiveness of a participatory soft skills intervention in strengthening youth capacity within a multicultural rural community to support the development of a Pancasila Village in Indonesia. The program was conducted in Sugihwaras Village, Lamongan Regency, over an eight-month period using a Participatory Action Research (PAR) framework. A total of 30 youth participants, along with village stakeholders, were actively involved in the intervention. The program integrated experiential learning strategies, including leadership training, communication skill development, multicultural dialogue, and conflict resolution simulations. Data were collected through a mixed-method approach, combining pre-test and post-test assessments, observations, and participant feedback. The findings indicate significant improvements across four key competencies: understanding of Pancasila values (from 58% to 85%), communication skills (60% to 88%), multicultural awareness (55% to 84%), and collaborative leadership (50% to 82%). These results demonstrate that experiential and participatory approaches effectively facilitate both cognitive and behavioral transformations among youth. Furthermore, the establishment of the “Pancasila Youth Community” reflects a transition from structured intervention to sustainable, community-driven social action. The study contributes to the literature by proposing an integrative model that combines soft skills development, civic value internalization, and participatory engagement as a unified framework for youth empowerment. This model offers both theoretical and practical implications, particularly for community-based education and social cohesion in diverse societies. Future research is recommended to explore the long-term sustainability and adaptability of this model across different socio-cultural contexts.
Penguatan Pemahaman Siswa terhadap Tiga Dosa Besar Dunia Pendidikan dengan Pendekatan Emotional Demonstration di Community Learning Centre HANIM Katon Galih Setyawan; Kusnul Khotimah; Ali Imron; Agung Stiawan; Niswatin Niswatin
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.398

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan guru di Community Learning Centre (CLC) Hanim, Kota Kinabalu, Malaysia, mengenai tiga dosa besar dalam dunia pendidikan, yaitu perundungan (bullying), intoleransi, dan kekerasan seksual. Sasaran kegiatan adalah siswa jenjang SMP dan guru yang bertugas di CLC tersebut. Metode pelaksanaan PKM dilakukan secara partisipatif dan edukatif melalui pendekatan emotional-demonstratif (emodemo), yang dikemas dalam rangkaian kegiatan berupa pretest, pemberian materi tematik, praktik emodemo, dan posttest. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep tiga dosa besar pendidikan, pelatihan mengidentifikasi kasus yang relevan, dan ajakan untuk menghapus praktik-praktik kekerasan dalam konteks pendidikan, termasuk isu pekerja anak. Hasil pretest menunjukkan tingkat pemahaman awal siswa masih relatif rendah dengan rata-rata skor 32,6. Setelah mengikuti kegiatan, hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata skor 73,6. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan berhasil dalam menyampaikan materi dan membangun kesadaran siswa. Kegiatan PKM ini menyimpulkan bahwa penyampaian nilai-nilai pendidikan antikekerasan melalui metode emodemo mampu membentuk pemahaman dan sikap positif siswa terhadap isu-isu krusial dalam dunia pendidikan. Selain itu, keterlibatan guru dalam kegiatan ini berpotensi mendorong keberlanjutan program melalui integrasi materi ke dalam proses pembelajaran reguler. PKM ini memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan budaya sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.