p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Educational Journal
Nila Kholishotul Ma'rufah
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosiologi Lembaga Pendidikan: Pendidikan Agama Inklusif dan Pembentukan Solidaritas Lintas Identitas di Madrasah Diniyah Ar-Rahman Nila Kholishotul Ma'rufah; Muh Hanif
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/yn990286

Abstract

Artikel ini dirancang untuk mengkaji pendidikan agama inklusif dan pembentukan solidaritas lintas identitas di Madrasah dalam perspektif sosiologi lembaga pendidikan. Fokus kajian diarahkan pada argumen bahwa pendidikan agama inklusif dapat memperkuat solidaritas lintas identitas dengan menempatkan agama sebagai sumber etika sosial, bukan alat eksklusi kelompok. Masalah ini penting karena lembaga pendidikan tidak hanya menjadi tempat transmisi pengetahuan, tetapi juga arena pembentukan relasi sosial, nilai, kepatuhan, identitas, dan peluang hidup peserta didik. Penelitian dirancang dengan pendekatan kualitatif lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data utama diarahkan untuk membaca tiga bukti empiris: praktik pembelajaran agama yang menekankan kemanusiaan, keadilan, dan penghargaan perbedaan.; kegiatan sosial bersama lintas kelas, organisasi, agama, atau latar budaya.; serta wawancara siswa tentang perubahan pandangan terhadap kelompok berbeda. Secara konseptual, artikel ini bertumpu pada pendidikan agama inklusif, solidaritas lintas identitas, dan etika sosial keagamaan sebagai pisau baca. Kontribusi artikel terletak pada penyusunan penjelasan empiris yang menghubungkan praktik keseharian lembaga pendidikan dengan struktur sosial yang lebih luas. Dengan demikian, tulisan ini diharapkan membantu mahasiswa menyusun artikel yang tidak sekadar deskriptif, tetapi analitis, argumentatif, dan relevan bagi pengembangan mutu pendidikan Islam.  
Akal yang Terluka, Nafsu yang Berkuasa : Membaca Krisis Moral Zaman Sekarang Lewat Filsafat Ibnu Sina Nila Kholishotul Ma'rufah; Shobrun Jamil; Hargafirsta Surya Alfaiq; Sopi Nazwa Kamila
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8pmj7346

Abstract

Krisis moral merupakan fenomena yang terus muncul dalam berbagai peradaban manusia, termasuk dalam masyarakat modern yang ditandai oleh percepatan teknologi, perubahan sosial, dan transformasi nilai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep krisis moral melalui perspektif filsafat moral Ibnu Sina, seorang filsuf besar dalam tradisi Islam klasik yang dikenal di Barat sebagai Avicenna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), menelaah karya-karya utama Ibnu Sina seperti Al-Shifa, Al-Najat, dan Al-Isharat wa al-Tanbihat, serta literatur sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam pandangan Ibnu Sina, krisis moral bukan sekadar penyimpangan perilaku, melainkan ketidakseimbangan struktur jiwa manusia. Moralitas, menurutnya, berakar pada keharmonisan antara akal (‘aql), nafs (jiwa), dan kehendak (iradah). Ketika daya syahwat dan daya amarah mendominasi tanpa kendali akal, maka lahirlah penyimpangan moral. Pendidikan dan pembiasaan etis menjadi solusi utama untuk membangun kembali keseimbangan tersebut. Relevansi pemikiran Ibnu Sina terhadap kondisi kontemporer menunjukkan bahwa krisis moral modern sejatinya adalah krisis rasionalitas dan krisis orientasi jiwa. Dengan demikian, rekonstruksi moral menurut Ibnu Sina menuntut revitalisasi fungsi akal sebagai pengarah utama kehidupan manusia.