Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Collaborative Governance in the Enforcement of Illegal Parking (A Study on the Enforcement of Illegal Fees at Minimarkets in Surabaya City) Diaz Dwi Apriansyah; Deby Febriyan Eprilianto; Muhammad Farid Ma’ruf; Revienda Anita Fitrie
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 10 (2026): May 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20273015

Abstract

This study was motivated by the continued occurrence of illegal parking and illegal fees at minimarkets in Surabaya prior to enforcement efforts by the Surabaya City Government. These conditions indicate that parking management and coordination among the parties involved have not been functioning optimally. This study aims to analyze Collaborative Governance in the enforcement against illegal parking and illegal fees at minimarkets in Surabaya. This study employs a qualitative descriptive method, utilizing data collection techniques such as interviews, observations, documentation, and literature review. The analysis is conducted using Ansell and Gash’s (2008) Collaborative Governance theory. The findings reveal that the initial phase of parking enforcement still faces various challenges, including illegal parking fees, inadequate supervision, and inconsistent implementation of parking regulations on the ground. Facilitative leadership and institutional design have been implemented through coordination and task distribution among agencies, but still require strengthening in the implementation of sustainable cooperation. In the collaboration process, face-to-face dialogue, trust-building, commitment to the process, and shared understanding have been established through surprise inspections and direct communication in the field. Additionally, preliminary results indicate initial changes, such as the use of official uniforms by parking attendants and adjustments to parking operations at minimarkets. However, the ongoing collaboration still requires strengthening to ensure it proceeds more consistently and sustainably.
Analisis Efisiensi Anggaran dalam Perspektif Akuntabilitas Publik (Studi Kasus di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tipe A2 Bojonegoro) Alifia Ayu Fitriana; Muhammad Farid Ma’ruf; Galih Wahyu Pradana; Revienda Anita Fitrie
Publika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v14n1.p257-268

Abstract

Pertumbuhan ekonomi nasional dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren yang fluktuatif dan turut dipengaruhi berbagai tantangan dalam pengelolaan keuangan negara. Maraknya penyalahgunaan anggaran, seperti praktik korupsi, berdampak pada inefisiensi tata kelola fiskal. Di sisi lain, pemerintah pada tahun 2025 menetapkan program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis yang memerlukan tambahan anggaran. Berbagai kondisi tersebut melatarbelakangi disahkannya kebijakan efisiensi anggaran berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Kebijakan ini berlaku di seluruh Kementerian/Lembaga, salah satunya pada instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan di bawah naungan Kementerian Keuangan yaitu Kantor Pelayanan Perbendaharan Negara (KPPN) Tipe A2 Bojonegoro. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan efisiensi anggaran dari sudut pandang akuntabilitas publik. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPPN Tipe A2 Bojonegoro telah memenuhi indikator efisiensi anggaran dari dimensi akuntabilitas publik dalam pengelolaan keuangan negara. Meskipun demikian, masih terdapat kendala pada penggunaan aplikasi Digipay terhadap para Satuan Kerja (Satker) sebagai pengguna layanannya.
Analisis Tata Kelola Tanah Kas Desa dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (Padesa) di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo Azwara Izzamar Rofie; Deby Febriyan Eprilianto; Galih Wahyu Pradana; Revienda Anita Fitrie
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 7 (2026): August 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21704502

Abstract

This study aims to analyze the governance of Village Treasury Land (Tanah Kas Desa/TKD) covering an area of approximately 19 hectares in increasing Village Original Income (Pendapatan Asli Desa/PADesa) in Lebo Village, Sidoarjo District, Sidoarjo Regency. The analytical framework is based on nine good governance principles according to Mardiasmo (2018): accountability, transparency, participation, rule of law, responsiveness, efficiency and effectiveness, consensus orientation, equity, and strategic vision. This study adopts a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection was conducted through in-depth interviews with village government officials, the Village BPD, tenants, and community members, alongside field observations and documentation. The findings indicate that TKD governance in Lebo Village remains dominated by conventional agricultural and commercial leasing schemes. The implementation of good governance principles is not yet optimal, as evidenced by limited transparency and public participation due to leasing mechanisms lacking open bidding. In terms of economic contribution, the growth rate of Lebo Village's PADesa shows a decelerating trend with potential stagnation, reflecting sub-optimal execution of efficiency, effectiveness, and strategic vision in diversifying productive land use. Therefore, a transformation in TKD management policy toward a more transparent, participatory, and innovative model is necessary to maximize village fiscal independence and enhance community welfare.