Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Kelas Adaptif Untuk Menciptakan Lingkungan Belajar Musik Inklusi Yang Kondusif Kanzul Fikri; Maria Margaretha Tawa; Maria Yosefa Pignatelin Riu; Yulianus Arsenius Valentinus Pele
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i1.133

Abstract

Pembelajaran musik di kelas inklusi membutuhkan pengelolaan kelas yang fleksibel agar seluruh peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan aktif. Perbedaan kemampuan, minat, dan cara belajar siswa menuntut guru untuk menerapkan manajemen kelas yang adaptif, khususnya dalam kegiatan musik yang melibatkan praktik, kerja kelompok, dan ekspresi diri. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen kelas adaptif dalam pembelajaran musik inklusi guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Manajemen kelas adaptif diterapkan melalui pengaturan tempat duduk yang fleksibel, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, penyesuaian aturan kelas, serta pendekatan guru yang responsif terhadap kebutuhan siswa. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan manajemen kelas adaptif mampu meningkatkan keterlibatan siswa, menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan, serta mendukung proses pembelajaran musik secara lebih efektif.
PENDAMPINGAN MUSIK INKLUSIF BERBASIS SENI PARTISIPATORIS BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI BAJAWA, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR Ferdinandus Bate Dopo; Dedy Setyawan; Hermania Bupu; Kanzul Fikri; Sena Radya Iswara Samino; Maria Klarita Sidu; Maria Margaretha Tawa
Haga : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Haga: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/haga.v5i1.4788

Abstract

The involvement of children with special needs in public music practices remains limited and tends to be confined to special education environments, indicating a gap between musical experiences in schools and social participation in society. This community service project aims to develop inclusive music mentoring practices based on participatory art to foster the participation of 33 students from SLB Negeri Bajawa in outdoor musical activities. The mentoring process ran for eight weeks through stages of initial observation, sound stimulus delivery, response development, group activities, and performance at the Inclusive Music Stage. Evaluation was conducted through observation, field notes, and documentation. Results show that participant involvement developed gradually, marked not by musical technical skills but by increased social interaction, responsiveness to sound stimuli, and the courage to perform in public spaces. Program sustainability is crucial to ensure that the developments achieved can continue consistently.