Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMUDA BERKARAKTER: MENDORONG PERUBAHAN POSITIF DAN MENGATASI KENAKALAN REMAJA DI KECAMATAN WAWO Wahyu Mulyadi; Umar Umar; Ilham Ilham; Ainunsa’biah Ainunsa’biah
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v3i2.3238

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menyelidiki strategi yang efektif dalam mengurangi tingkat kenakalan remaja. Dalam era modern, masalah kenakalan remaja menjadi perhatian serius bagi banyak pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat umum. Dengan menggunakan metode participatory Action Research (PAR), kami menganalisis data dari sejumlah remaja yang terlibat dalam perilaku kenakalan. Pengabdian ini menyoroti beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku kenakalan remaja, termasuk lingkungan keluarga, Lingkungan social/ masyarakat, pendidikan, dan kebijakan publik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan yang melibatkan pendekatan holistik, yang melibatkan kerjasama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, mampu memberikan dampak yang signifikan dalam mengurangi tingkat kenakalan remaja. Program-program intervensi yang fokus pada pembangunan keterampilan sosial, peningkatan kesadaran diri, dan penguatan hubungan antar individu telah terbukti berhasil dalam mengubah perilaku remaja yang bermasalah dalam kehidupan sosilanya
Penerapan Senam Fantasi Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini Di Paud Qonita Kota Bima Nurbaiti Islamiah; Wahyu Mulyadi; Nurul Zuhriyah
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i5.2486

Abstract

Perkembangan motorik kasar anak usia dini di PAUD Qonita Kota Bima belum menunjukkan capaian yang optimal. Hal ini terlihat dari masih adanya anak yang mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan melompat, menjaga keseimbangan tubuh, mengikuti irama, serta kurang percaya diri saat mengikuti aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak melalui kegiatan senam fantasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 15 anak kelompok B berusia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian unjuk kerja, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan secara bertahap, yaitu pada tahap prasiklus sebanyak 40% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB), kemudian meningkat menjadi 60% pada Siklus I, dan mencapai 80% pada Siklus II sehingga melampaui indikator keberhasilan sebesar 75%. Peningkatan juga tampak pada kemampuan gerak lokomotor, keseimbangan, koordinasi, gerak berirama, keberanian, serta partisipasi aktif anak dalam pembelajaran. Dengan demikian, senam fantasi dapat dinyatakan efektif untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia dini.
Implementasi Literasi Budaya Melalui Cerita Rakyat Dalam Menumbuhkan Nilai Karakter Anak Usia Dini Yati; Wahyu Mulyadi; Masita
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i6.2561

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penggambaran penerapan literasi budaya melalui aktivitas cerita rakyat sebagai upaya menumbuhkan nilai-nilai karakter pada anak usia dini di PAUD Alam J.A Warraihan Kota Bima. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta kajian dokumentasi yang dilaksanakan pada Maret hingga Mei 2026. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan literasi budaya dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Aktivitas storytelling interaktif dinilai efektif dalam mengembangkan berbagai nilai karakter, antara lain kejujuran, tanggung jawab, empati, kerja keras, keberanian, sikap hormat, serta kecintaan terhadap budaya lokal. Penanaman karakter berlangsung melalui proses pengenalan dan peneladanan tokoh cerita, pemaknaan pesan moral melalui diskusi, serta pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Faktor yang mendukung keberhasilan kegiatan ini mencakup kreativitas guru, keterlibatan orang tua, dan suasana belajar yang kondusif. Sementara itu, kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan anak dalam memahami cerita, serta pengaruh penggunaan gawai. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan adanya pelatihan storytelling secara berkelanjutan bagi guru serta penguatan kerja sama antara sekolah dan orang tua.