Mahmudah Mahmudah
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Women’s Productivity through Digital Transformation in Local Food Businesses in Fulfilling the Aspects of Maqashid Sharia in Bangsalsari Village, Jember Regency Wilda Hayatun Nufus; Mahmudah Mahmudah; M.F. Hidayatullah
The Eastasouth Journal of Social Science and Humanities Vol. 3 No. 03 (2026): The Eastasouth Journal of Social Science and Humanities (ESSSH)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/esssh.v3i03.1038

Abstract

This study aims to analyze the productivity of women in local food businesses after the implementation of digital transformation and its relevance to the fulfillment of maqashid sharia aspects in Bangsalsari Village, Jember Regency. The study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The findings indicate that digital transformation through social media, e-commerce, and digital payment systems has significantly increased women’s productivity in terms of product quality, production quantity, marketing effectiveness, and time efficiency. In addition, digital transformation contributes to improving family welfare, expanding market access, and strengthening women’s economic independence. From the maqashid sharia perspective, these improvements reflect the fulfillment of hifz al-mal, hifz al-nafs, hifz al-‘aql, hifz al-nasl, and hifz al-din. The study concludes that digital transformation not only enhances economic productivity but also supports sustainable welfare based on Islamic values.
Analisis Komparatif Lembaga Sertifikasi Halal Dalam Mendukung Harmonisasi Standar Halal Global: Sebuah Systematic Literature Review Ahmad Saef Alfath; Abdul Rokhim; Mahmudah Mahmudah
EKOMAN: Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen Vol. 4 No. 1 (2026): EKOMAN: Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/ekoman.v4i1.477

Abstract

Harmonisasi standar halal menjadi isu strategis dalam perdagangan global seiring meningkatnya permintaan produk halal lintas negara. Namun, keberagaman sistem kelembagaan, regulasi, dan standar teknis sertifikasi halal masih menimbulkan fragmentasi yang berpotensi menjadi hambatan non-tarif dalam perdagangan internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif karakteristik lembaga sertifikasi halal di berbagai negara serta mengidentifikasi tantangan dan peluang harmonisasi standar halal global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Penelusuran literatur dilakukan pada berbagai basis data ilmiah bereputasi menggunakan kerangka PICo dan mengikuti alur PRISMA 2020. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis melalui Reflexive Thematic Analysis untuk mengidentifikasi pola dan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu model kelembagaan sertifikasi halal, perbedaan standar teknis halal, harmonisasi standar halal global, tata kelola regulasi halal, dan transformasi digital dalam sistem sertifikasi halal. Temuan menunjukkan bahwa negara mayoritas Muslim cenderung menerapkan model sertifikasi berbasis pemerintah, sedangkan negara minoritas Muslim lebih banyak mengandalkan lembaga independen. Perbedaan regulasi, interpretasi fikih, dan kapasitas kelembagaan menjadi faktor utama yang menghambat harmonisasi standar, meskipun berbagai upaya telah dilakukan melalui mekanisme Mutual Recognition Arrangement dan akreditasi internasional. Penelitian ini berkontribusi memperkaya kajian mengenai tata kelola sertifikasi halal global dengan menawarkan sintesis komparatif lintas negara berdasarkan perspektif teori regulasi dan teori institusional. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya penguatan kerja sama internasional, pengembangan sistem akreditasi yang lebih terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi dan daya saing industri halal di pasar global.