p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Serina Abdimas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGEMBANGAN PRODUK PUDDING BALLS UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK KONSUMEN Angel Tangkilisan; Nastasya Cindy Hidajat
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37528

Abstract

Along with the development of modern times, food no longer serves only as a basic necessity but has also become a part of lifestyle and a reflection of people’s tastes. One type of food that is currently popular is dessert. The growing trend in the culinary industry has made desserts one of the most favored products in the market due to their delicious flavors and attractive serving style. This activity aims to develop an innovative dessert product in the form of pudding balls that focus not only on taste but also on visual presentation and serving style to enhance consumer appeal. The innovation process involved several stages, including product concept development, flavor testing, production, packaging, and sales. The product was developed in various flavor variants such as chocolate, mango, matcha, strawberry, and taro, combined with creamy fla and diverse topping options. Product sales were conducted online through a pre-order system, employing social media such as Instagram for promotion and communication with consumers. The results showed that all flavor variants received positive responses from consumers. The production and packaging processes emphasized visual appeal and practicality to maintain product quality. Overall, this activity successfully produced an innovative and attractive pudding balls dessert that aligns with modern culinary trends. Innovation in visual aspects and flavor variety plays an important role in increasing consumer interest and enhancing the product’s competitiveness in the market. Seiring dengan perkembangan zaman, makanan tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan selera masyarakat. Salah satu jenis makanan yang kini sedang popular adalah makanan penutup atau dessert. Adanya perkembangan tren kuliner, menjadikan dessert sebagai salah satu produk yang digemari di pasaran karena cita rasanya yang lezat dan tampilannya yang menarik. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan inovasi produk dessert berupa pudding balls yang tidak hanya unggul dalam rasa, tetapi juga berinovasi pada visual dan penyajiannya untuk meningkatkan daya tarik konsumen serta menciptakan produk yang memiliki ciri khas berbeda dari produk pada umumnya. Inovasi dilakukan melalui tahapan perencanaan konsep produk, uji coba rasa, produksi, pengemasan, dan penjualan. Produk dikembangkan dalam berbagai varian rasa seperti coklat, mangga, matcha, stroberi, dan taro, dipadukan dengan fla dan pilihan topping yang beragam. Penjualan produk dilakukan secara daring melalui sistem pre-order dengan memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan konsumen. Hasil pelaksanaan menunjukkan seluruh varian rasa memperoleh tanggapan positif dari konsumen. Proses produksi dan pengemasan memperhatikan aspek tampilan dan kepraktisan agar kualitas produk tetap terjaga. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mewujudkan produk pudding balls yang inovatif, menarik, dan sesuai dengan tren kuliner modern. Inovasi pada aspek visual dan variasi rasa menjadi factor penting yang berperan dalam meningkatkan minat beli serta nilai saing produk di pasaran.
PENYUSUNAN LAPORAN TITIK IMPAS (BEP) PADA CORNER STREET NOODLE RESTO Rini Tri Hastuti; Angel Tangkilisan; Angelina; Kimberly Jesslyn Kaslim
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37702

Abstract

Every business activity or business ideally has a plan so that the business income (revenue) is able to cover the business expenses (expenses) so that it makes a profit (profit). Business profits can be estimated if you know or calculate the break even value of the business. The benefits of BEP are very important for business actors because they can help determine the break-even point between total production costs and the amount of income, analogously BEP can help companies know when they can return their capital. The partner for this PKM activity is a culinary business. The problem found during the observation was that the partner had not calculated BEP, so far they had only made sales reports and profit and loss reports routinely. This PKM helps partners overcome this problem. The method of implementing PKM is by providing assistance, training and simulation of calculating the partner's BEP business. The results of the PKM implementation show that partners understand the concept of calculating BEP both in terms of theoretical understanding and technical calculations. The results of this training and simulation are expected to enable partners to make plans and profit targets in the next period. The output targets to be achieved from this training activity are: Mandatory outputs in the form of publications in the Serina, HKI, Modul journals. Setiap kegiatan usaha atau bisnis idealnya memiliki perencanaan yang baik agar pendapatan (revenue) mampu menutupi beban usaha (expense) sehingga memperoleh keuntungan (profit). Keuntungan usaha dapat diestimasi dengan mengetahui nilai Break Even Point (BEP). Manfaat BEP sangat penting bagi pelaku usaha karena membantu mengetahui titik impas antara total biaya produksi dan jumlah pendapatan yang diperoleh. Dengan mengetahui BEP, perusahaan dapat memahami kapan usaha mencapai kondisi balik modal serta menentukan target penjualan dan laba pada periode berikutnya. Mitra dalam kegiatan PKM ini merupakan sebuah usaha kuliner. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa mitra belum pernah melakukan perhitungan BEP. Selama ini mitra hanya membuat laporan penjualan dan laporan laba rugi secara rutin tanpa melakukan analisis titik impas usaha. Oleh karena itu, kegiatan PKM dilakukan untuk membantu mitra mengatasi permasalahan tersebut melalui pendampingan, pelatihan, dan simulasi penghitungan BEP. Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan bahwa mitra memahami konsep perhitungan BEP, baik secara teori maupun teknis penghitungan. Melalui pelatihan dan simulasi ini, diharapkan mitra mampu membuat perencanaan usaha serta menentukan target laba pada periode selanjutnya. Target luaran kegiatan ini meliputi publikasi pada jurnal Serina, HKI, dan penyusunan modul pelatihan bagi mitra usaha. Pelatihan ini juga memberikan wawasan kepada mitra mengenai pentingnya pengendalian biaya, penetapan harga jual, serta penyusunan strategi usaha yang lebih terarah dan berkelanjutan di masa depan.