Di era modern yang menuntut kemandirian aktivitas luar ruang, keterampilan teknis dalam instalasi hunian sementara dan manajemen sanitasi menjadi kompetensi krusial bagi praktisi olahraga rekreasi yang sering kali terabaikan oleh ketergantungan pada fasilitas instan. Masalah riil yang dihadapi mahasiswa PJKR sebagai mitra adalah rendahnya literasi topografi yang menyebabkan kesalahan fatal dalam pemilihan titik tenda dan pengabaian prosedur sanitasi, di mana 90% peserta sebelumnya hanya menganggap perkemahan sebagai rekreasi tanpa pemahaman risiko lingkungan. Pengabdian ini penting dilakukan untuk mentransformasi aspek kognitif dan motorik mitra melalui pendekatan saintifik yang lebih rigid dibanding pelatihan konvensional. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan akurasi instalasi tenda dome dan efektivitas manajemen sanitasi berbasis analisis variabel topografi kawasan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi hilirisasi riset, pelatihan teknis plotting koordinat, serta pendampingan praktik lapangan yang melibatkan lebih dari 100 mahasiswa PJKR dengan instrumen evaluasi berupa Integrated Logbook. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan mahasiswa dalam mengoreksi deviasi lokasi tenda hingga toleransi ±3 meter dan kepatuhan total terhadap protokol sanitasi meskipun terdapat hambatan berupa kendala anggaran tak terduga dan area blank spot. Kesimpulan program ini menunjukkan keberlanjutan melalui standarisasi logbook sebagai SOP wajib dan pendaftaran HAKI untuk melindungi orisinalitas prosedur lapangan.
Copyrights © 2026