Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PENERAPAN DAGUSIBU OBAT PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KABUPATEN MALANG Noor Annisa Susanto; Tri Danang Kurniawan
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mensosialisasikan program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) obat dengan benar. Pengetahuan yang cukup tentang DAGUSIBU diharapkan dapat mendukung penerapan pelaksanaan DAGUSIBU yang benar di masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Malang. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian terdiri dari 2 variabel yaitu tingkat pengetahuan dan penerapan dagusibu obat. Instrument penelitian berupa kuesioner dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 75 responden. Analisa statistik pada penelitian ini menggunakan pearson correlation untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan penerapan dagusibu obat di masyarakat Kabupaten Malang. Hasil: Uji korelasi antara tingkat pengetahuan dan penerapan menggunakan SPSS adalah signifikan (Sig. 0,008) < dari ? 0,01. Dimana nilai koefisien r sebesar 0,305 menunjukkan tingkat hubungan yang rendah antara tingkat pengetahuan dan penerapan dagusibu obat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan penerapan dagusibu obat pada masyarakat di wilayah Kabupaten Malang, adapun tingkat hubungan antara pengetahuan dan penerapan dagusibu obat termasuk dalam kategori rendah. Kata kunci: pengetahuan, penerapan, dagusibu
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PENERAPAN DAGUSIBU OBAT PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KABUPATEN MALANG Noor Annisa Susanto; Tri Danang Kurniawan
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v8i2.2943

Abstract

Latar Belakang: Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mensosialisasikan program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) obat dengan benar. Pengetahuan yang cukup tentang DAGUSIBU diharapkan dapat mendukung penerapan pelaksanaan DAGUSIBU yang benar di masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Malang. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian terdiri dari 2 variabel yaitu tingkat pengetahuan dan penerapan dagusibu obat. Instrument penelitian berupa kuesioner dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 75 responden. Analisa statistik pada penelitian ini menggunakan pearson correlation untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan penerapan dagusibu obat di masyarakat Kabupaten Malang. Hasil: Uji korelasi antara tingkat pengetahuan dan penerapan menggunakan SPSS adalah signifikan (Sig. 0,008) < dari ? 0,01. Dimana nilai koefisien r sebesar 0,305 menunjukkan tingkat hubungan yang rendah antara tingkat pengetahuan dan penerapan dagusibu obat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan penerapan dagusibu obat pada masyarakat di wilayah Kabupaten Malang, adapun tingkat hubungan antara pengetahuan dan penerapan dagusibu obat termasuk dalam kategori rendah. Kata kunci: pengetahuan, penerapan, dagusibu
PENGARUH LAMA SONIKASI TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SIRSAK GUNUNG (Annona montana Macf.) Kurniawan, Tri Danang; Hikmawati, Hikmawati; Elfia, Mega
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 4 (2024): Vol. 6 No. 4 Edisi 2 Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i4.2472

Abstract

Daun sirsak gunung (Annona montana Macfad.) masih jarang diketahui oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Daun sirsak gunung memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat digunakan sebagai pengobatan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama sonikasi terhadap kadar total flavonoid pada ekstrak daun sirsak gunung. Metode penenlitian ini dilakukan ekstraksi menggunakan sonikasi dengan frekuensi 20 kHz -10 mHz dan pelarut etanol 70% dengan lama waktu ekstraksi 10, 20 dan 30 menit. Kemudian dilakukan uji Shinoda dan penentuan kadar flavonoid total. Hasil penelitian ini diperoleh sampel positif mengandung flavonoid, ditunjukkan dengan warna merah lembayung dan penetapan kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak daun sirsak gunung pada menit ke- 10 sebesar 6,383 ± 2,109 mgQE/g ekstrak, pada menit ke- 20 sebesar 7,601 ± 0,720 mgQE/g ekstrak dan pada menit ke-30 sebesar 8,257 ± 0,184 mgQE/g ekstrak. Kesimpulan pada hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa kadar flavonoid total yang tertinggi diperoleh pada menit ke-30 yakni sebesar 8,257 ± 0,184 mgQE/g ekstrak. Kata kunci: Daun sirsak gunung, ekstraksi , flavonoid, sonikasi
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN NANOEMULGEL ZINK OKSIDA DENGAN VARIASI KONSENTRASI CARBOPOL-940 SEBAGAI GELLING AGENT Maryanti, Evi; Arifin, Muhammad; Perma Sari, Rose Intan; Wirahmi, Nori; Putri, Dwi Kurnia; Kurniawan, Tri Danang
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v5i1.41163

Abstract

Sediaan nanoemulgel merupakan sediaan topikal dengan kombinasi antara fasa nanoemulsi dan basis hydrogel. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan formulasi dan evaluasi sediaan nanoemulgel berbahan aktif nanopartikel ZnO (NPs ZnO) dengan variasi konsentrasi carbopol-940. NPs ZnO yang digunakan disintesis dengan metode sonokimia. Formulasi nanoemulgel dibuat dengan variasi konsentrasi carbopol-940: 0,5%, 1%, dan 1,5%. NPs ZnO yang dihasilkan memiliki kemurnian yang tinggi dengan ukuran kristal sebesar 11,929 nm. Hasil formulasi nanoemulgel dari ketiga formula (F1, F2, dan F3) memiliki tipe emulsi minyak dalam air (a/m), dengan F1 dan F2 memenuhi kriteria nilai daya sebar, pH, dan viskositas, sedangkan F3 tidak memenuhi kriteria daya sebar. Nilai daya sebar, derajat keasaman (pH), uji viskositas dari nanoemulgel berbahan aktif NPs ZnO dipengaruhi oleh konsentrasi carbopol-940.
Antioxidant Activity Of Body Lotion Formula Containing Rosella Petal Extract (Hibiscus sabdariffa) And Calamansi Orange Peel Essential Oil (Citrofortunella microcarpa) Suci Rahmawati; Oky Hermansyah; Rose Intan Perma Sari; Yendha Dwi Rolitta; Dwi Kurnia Putri; Tri Danang Kurniawan
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1262

Abstract

Rosella petals contain anthocyanins, and calamansi orange peel essential oil contains limonene, both of which are antioxidant compounds. Antioxidants capture free radicals, allowing them to serve as active ingredients in preventing premature aging in skincare products such as body lotions. This study was aimed to formulate and test the antioxidant activity of body lotion containing roselle petal extract (Hibiscus sabdariffa L.) and calamansi orange peel essential oil (Citrofortunella microcarpa). Roselle petal extract was obtained through maceration using 96% ethanol solvent and calamansi essential oil was obtained through distillation using aquadest as the solvent. The body lotion was formulated in three variations (F1, F2, and F3) with differing concentrations of roselle extract and calamansi essential oil, respectively: F1 (1% and 3%), F2 (2% and 5%), and F3 (4% and 7%). The formulations were evaluated their physical properties (organoleptic characteristics, homogeneity, pH, spread ability, viscosity, and stability) and also antioxidant activity. The evaluation results were indicated that all formulations met physical standards but were unstable under heat. F1, F2, and F3 were semi-solid, homogeneous, pink in color, and had a distinctive calamansi aroma. The antioxidant evaluation yielded IC₅₀ values of 89.9 ppm, 81.7 ppm, and 69.7 ppm for F1, F2, and F3, respectively. The results was showed that F3 formula had the highest antioxidant activity. This study was demonstrated that increasing the concentration of the combination of roselle petal extract and calamansi essential oil enhanced the antioxidant activity of the body lotion formulations.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Masyarakat pada Penggunaan Antibiotik di Kelurahan Pondok Besi Kota Bengkulu Miftahuljannah Miftahuljannah; Oky Hermansyah; Maria Eka Patri Yulianti; Tri Danang Kurniawan; Rose Intan Perma Sari
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i2.7891

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge and attitudes of the community towards antibiotic use in Pondok Besi Village, Bengkulu City. This study used a quantitative method with an observational analytical design through a cross-sectional approach. The study sample consisted of 104 respondents obtained using proportional cluster random sampling technique. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability, then analyzed using Univariate and Univariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents had a good level of knowledge (48.1%) and a good attitude (51.0%) towards antibiotic use. The Univariate analysis showed a significant relationship between knowledge and attitudes of the community, where respondents with better knowledge tended to have more positive attitudes towards antibiotic use. These findings indicate that knowledge plays an important role in shaping public attitudes towards the rational use of antibiotics. Therefore, continuous improvement of health education is essential to strengthen understanding and shape appropriate attitudes towards antibiotic use to prevent antimicrobial resistance at the community level.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Kopi Robusta dan Serai Wangi terhadap Escherichia coli Ibrahim Ayattulah; Suci Rahmawati; Dwi Kurnia Putri; Tri Danang Kurniawan; Rose Intan Perma Sari
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i2.7972

Abstract

Antibacterial activity of a combination of 70% ethanol extracts of Robusta coffee peel (Coffea canephora) and citronella grass (Cymbopogon nardus) against Escherichia coli was evaluated using the disc diffusion (Kirby–Bauer) method. The extracts were obtained through maceration with 70% ethanol and combined in a 1:1 ratio at concentrations of 10%, 20%, 40%, 60%, and 80%. The parameter observed was the diameter of the inhibition zone formed around the discs. The results showed no antibacterial activity at concentrations of 10% and 20%. At 40%, the inhibition zone was 4.87 mm (weak category), increasing to 5.43 mm (moderate category) at 60% and 7.53 mm (moderate category) at 80%. The positive control (ciprofloxacin) exhibited an inhibition zone of 23.31 mm (very strong category), while the negative control (DMSO) showed no inhibition. Statistical analysis using One Way ANOVA indicated significant differences among treatments (p<0.05). In conclusion, the combination of 70% ethanol extracts of Robusta coffee peel and citronella grass demonstrated concentration-dependent antibacterial activity against Escherichia coli, although the activity remained in the weak to moderate category.
Formulation and Evaluation of Micellar Water Containing Green Tea Leaf Extract (Camellia sinensis L.) Savitri Cantika; Tri Danang Kurniawan; Dwi Kurnia Putri; Dwi Dominica; Suci Rahmawati
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13651

Abstract

The use of natural ingredients in the cosmetics sector is currently growing, this study aims to formulate micellar water products from green tea leaf extract (Camellia sinensis L.). Green tea leaves are known to contain various active compounds such as flavonoids, saponins, alkaloids, and tannins that have antioxidant, anti-inflammatory, and antimicrobial properties, so they have potential in the formulation of micellar water products. Micellar water products have two surfactant parts that act hydrophilic which attracts water and hydrophobic parts that attract oil, so they can clean the face without needing to be rinsed which is able to remove dirt particles on the face. The extraction method used is maceration with 96% ethanol solvent and in the formulation of extract concentration variations used include 0.6%, 0.75%, and 0.9% with PEG-7 Glyceryl Cocoate surfactant of 0.2%. Based on observations in the physical evaluation of the preparation, the results of the four formulas are liquid, odorless and have a distinctive tea odor, clear color, transparent light brown, reddish brown, and reddish dark brown. The preparation with an average pH value of 5.12 - 6.44 has met the requirements of SNI-4380-1996 for topical use, while the viscosity results have an average of 1.5-1.24 cPs. The results of the irritation test showed no irritation from the four formulas that have been made. The results of the hedonic test showed that F3 was preferred by panelists in terms of aroma and texture, while for color F2 was preferred by panelists.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea Canephora) dan Bunga Kecombrang (Etlingera Elatior) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Halimatus Sadiah; Suci Rahmawati; Tri Danang Kurniawan; Ikhsan Ikhsan; Dwi Kurnia Putri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13347

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan, sehingga diperlukan alternatif antibakteri dari bahan alam. Kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan bunga kecombrang (Etlingera elatior) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol kulit buah kopi robusta dan bunga kecombrang terhadap Staphylococcus aureus. Metode penelitian meliputi ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% serta uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi, dengan kategori daya hambat dari lemah hingga kuat. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol kulit buah kopi robusta dan bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan efektivitas terbaik pada konsentrasi tinggi.
FORMULASI DAN EVALUASI MICELLAR WATER DARI EKSTRAK DAUN SIRIH CINA (Peperomia pellucida L.) Mesha Sevia Putri; Tri Danang Kurniawan; Samwilson Slamet; Putri Mulia; Dwi Kurnia Putri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13536

Abstract

Perkembangan produk pembersih wajah menunjukkan peningkatan yang signifikan, salah satunya micellar water yang memiliki keunggulan praktis dan efektif dalam mengangkat kotoran serta sisa make up. Daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) merupakan salah satu bahan alami yang berpotensi digunakan sebagai zat aktif dalam kosmetik karena diketahui mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin serta memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun sirih cina dapat diformulasikan menjadi sediaan micellar water serta menentukan formula yang paling optimal berdasarkan evaluasi fisik dan tingkat kesukaan panelis. Pada penelitian ini dilakukan variasi konsentrasi ekstrak yaitu F0 (0%), F1 (3%), F2 (5%), dan F3 (7%). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Berdasarkan hasil uji organoleptik seluruh formula berbentuk cair dan jernih, dengan perbedaan warna dan aroma yang semakin meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Hasil pengujian pH menunjukkan nilai berkisar antara 4,49–6,40 yang masih memenuhi persyaratan pH kulit menurut SNI-16-4399-1996. Uji viskositas menunjukkan peningkatan nilai seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak, namun masih mendekati viskositas air sehingga sesuai dengan karakteristik micellar water. Uji iritasi terhadap 10 panelis menunjukkan bahwa seluruh formula tidak menimbulkan iritasi. Uji daya bersih menunjukkan bahwa formula F2 dan F3 memiliki kemampuan pembersihan terbaik. Sementara itu, uji hedonik menunjukkan bahwa formula F2 (5%) merupakan formula yang paling disukai panelis berdasarkan parameter warna, tekstur, dan aroma. Pada penelitian ini sediaan micellar water dengan formula terbaik adalah F2 (5%) hal ini berdasarkan tingkat penerimaan panelis dan memiliki efektivitas pembersihan terbaik.