Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PENERAPAN DAGUSIBU OBAT PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KABUPATEN MALANG Noor Annisa Susanto; Tri Danang Kurniawan
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mensosialisasikan program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) obat dengan benar. Pengetahuan yang cukup tentang DAGUSIBU diharapkan dapat mendukung penerapan pelaksanaan DAGUSIBU yang benar di masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Malang. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian terdiri dari 2 variabel yaitu tingkat pengetahuan dan penerapan dagusibu obat. Instrument penelitian berupa kuesioner dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 75 responden. Analisa statistik pada penelitian ini menggunakan pearson correlation untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan penerapan dagusibu obat di masyarakat Kabupaten Malang. Hasil: Uji korelasi antara tingkat pengetahuan dan penerapan menggunakan SPSS adalah signifikan (Sig. 0,008) < dari ? 0,01. Dimana nilai koefisien r sebesar 0,305 menunjukkan tingkat hubungan yang rendah antara tingkat pengetahuan dan penerapan dagusibu obat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan penerapan dagusibu obat pada masyarakat di wilayah Kabupaten Malang, adapun tingkat hubungan antara pengetahuan dan penerapan dagusibu obat termasuk dalam kategori rendah. Kata kunci: pengetahuan, penerapan, dagusibu
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PENERAPAN DAGUSIBU OBAT PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KABUPATEN MALANG Noor Annisa Susanto; Tri Danang Kurniawan
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v8i2.2943

Abstract

Latar Belakang: Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mensosialisasikan program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) obat dengan benar. Pengetahuan yang cukup tentang DAGUSIBU diharapkan dapat mendukung penerapan pelaksanaan DAGUSIBU yang benar di masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Malang. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian terdiri dari 2 variabel yaitu tingkat pengetahuan dan penerapan dagusibu obat. Instrument penelitian berupa kuesioner dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 75 responden. Analisa statistik pada penelitian ini menggunakan pearson correlation untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan penerapan dagusibu obat di masyarakat Kabupaten Malang. Hasil: Uji korelasi antara tingkat pengetahuan dan penerapan menggunakan SPSS adalah signifikan (Sig. 0,008) < dari ? 0,01. Dimana nilai koefisien r sebesar 0,305 menunjukkan tingkat hubungan yang rendah antara tingkat pengetahuan dan penerapan dagusibu obat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan penerapan dagusibu obat pada masyarakat di wilayah Kabupaten Malang, adapun tingkat hubungan antara pengetahuan dan penerapan dagusibu obat termasuk dalam kategori rendah. Kata kunci: pengetahuan, penerapan, dagusibu
PENGARUH LAMA SONIKASI TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SIRSAK GUNUNG (Annona montana Macf.) Kurniawan, Tri Danang; Hikmawati, Hikmawati; Elfia, Mega
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 4 (2024): Vol. 6 No. 4 Edisi 2 Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i4.2472

Abstract

Daun sirsak gunung (Annona montana Macfad.) masih jarang diketahui oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Daun sirsak gunung memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat digunakan sebagai pengobatan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama sonikasi terhadap kadar total flavonoid pada ekstrak daun sirsak gunung. Metode penenlitian ini dilakukan ekstraksi menggunakan sonikasi dengan frekuensi 20 kHz -10 mHz dan pelarut etanol 70% dengan lama waktu ekstraksi 10, 20 dan 30 menit. Kemudian dilakukan uji Shinoda dan penentuan kadar flavonoid total. Hasil penelitian ini diperoleh sampel positif mengandung flavonoid, ditunjukkan dengan warna merah lembayung dan penetapan kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak daun sirsak gunung pada menit ke- 10 sebesar 6,383 ± 2,109 mgQE/g ekstrak, pada menit ke- 20 sebesar 7,601 ± 0,720 mgQE/g ekstrak dan pada menit ke-30 sebesar 8,257 ± 0,184 mgQE/g ekstrak. Kesimpulan pada hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa kadar flavonoid total yang tertinggi diperoleh pada menit ke-30 yakni sebesar 8,257 ± 0,184 mgQE/g ekstrak. Kata kunci: Daun sirsak gunung, ekstraksi , flavonoid, sonikasi
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN NANOEMULGEL ZINK OKSIDA DENGAN VARIASI KONSENTRASI CARBOPOL-940 SEBAGAI GELLING AGENT Maryanti, Evi; Arifin, Muhammad; Perma Sari, Rose Intan; Wirahmi, Nori; Putri, Dwi Kurnia; Kurniawan, Tri Danang
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v5i1.41163

Abstract

Sediaan nanoemulgel merupakan sediaan topikal dengan kombinasi antara fasa nanoemulsi dan basis hydrogel. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan formulasi dan evaluasi sediaan nanoemulgel berbahan aktif nanopartikel ZnO (NPs ZnO) dengan variasi konsentrasi carbopol-940. NPs ZnO yang digunakan disintesis dengan metode sonokimia. Formulasi nanoemulgel dibuat dengan variasi konsentrasi carbopol-940: 0,5%, 1%, dan 1,5%. NPs ZnO yang dihasilkan memiliki kemurnian yang tinggi dengan ukuran kristal sebesar 11,929 nm. Hasil formulasi nanoemulgel dari ketiga formula (F1, F2, dan F3) memiliki tipe emulsi minyak dalam air (a/m), dengan F1 dan F2 memenuhi kriteria nilai daya sebar, pH, dan viskositas, sedangkan F3 tidak memenuhi kriteria daya sebar. Nilai daya sebar, derajat keasaman (pH), uji viskositas dari nanoemulgel berbahan aktif NPs ZnO dipengaruhi oleh konsentrasi carbopol-940.
Comparison study of vitamin c content in various brands of calamansi syrup from Bengkulu City using UV-Vis Spectrophotometry Nathasyah, Mauliani Dwi; Mulia, Putri; Slamet, Samwilson; Kurniawan, Tri Danang; Hardini, Tika
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i2.2120

Abstract

Calamansi oranges are a good source of vitamin C with high content of 27.43/100 g. Calamansi oranges are commonly processed into calamansi syrup. Calamansi syrup is one of flagship products of Bengkulu City, but information regarding the vitamin C content is not listed on the product packaging. This study aims to compare the vitamin C content of calamansi syrup from various brands in Bengkulu City using UV-Vis spectrophotometry. The study involves five samples of calamansi syrup from different brands. Qualitative analysis was conducted using 0.1% KMnO4, Iodine, and FeSO4 reagents, which showed that all five samples tested positive for containing vitamin C. The determination of the maximum wavelength was done at 265 nm with the regression equation y = 0.0659x + 0.0631 and R2 value of 0.9923. The vitamin C content obtained was 1.681% for Sample A, 5.880% for Sample B, 2.342% for Sample C, 1.979% for Sample D, and 2.478% for Sample E. The Kruskal-Wallis statistical analysis showed a significant difference among the samples (p < 0.05), indicating that the vitamin C content varies among the different brands. In conclusion, the five brands of calamansi syrup available in Bengkulu City contain vitamin C with varying levels.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Masyarakat pada Penggunaan Antibiotik di Kelurahan Pondok Besi Kota Bengkulu Miftahuljannah, Miftahuljannah; Oky Hermansyah; Yulianti, Maria Eka Patri; Kurniawan, Tri Danang; Sari, Rose Intan Perma
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i2.7891

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge and attitudes of the community towards antibiotic use in Pondok Besi Village, Bengkulu City. This study used a quantitative method with an observational analytical design through a cross-sectional approach. The study sample consisted of 104 respondents obtained using proportional cluster random sampling technique. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability, then analyzed using Univariate and Univariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents had a good level of knowledge (48.1%) and a good attitude (51.0%) towards antibiotic use. The Univariate analysis showed a significant relationship between knowledge and attitudes of the community, where respondents with better knowledge tended to have more positive attitudes towards antibiotic use. These findings indicate that knowledge plays an important role in shaping public attitudes towards the rational use of antibiotics. Therefore, continuous improvement of health education is essential to strengthen understanding and shape appropriate attitudes towards antibiotic use to prevent antimicrobial resistance at the community level.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Kopi Robusta dan Serai Wangi terhadap Escherichia coli Ibrahim Ayattulah; Suci Rahmawati; Dwi Kurnia Putri; Tri Danang Kurniawan; Rose Intan Perma Sari
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i2.7972

Abstract

Antibacterial activity of a combination of 70% ethanol extracts of Robusta coffee peel (Coffea canephora) and citronella grass (Cymbopogon nardus) against Escherichia coli was evaluated using the disc diffusion (Kirby–Bauer) method. The extracts were obtained through maceration with 70% ethanol and combined in a 1:1 ratio at concentrations of 10%, 20%, 40%, 60%, and 80%. The parameter observed was the diameter of the inhibition zone formed around the discs. The results showed no antibacterial activity at concentrations of 10% and 20%. At 40%, the inhibition zone was 4.87 mm (weak category), increasing to 5.43 mm (moderate category) at 60% and 7.53 mm (moderate category) at 80%. The positive control (ciprofloxacin) exhibited an inhibition zone of 23.31 mm (very strong category), while the negative control (DMSO) showed no inhibition. Statistical analysis using One Way ANOVA indicated significant differences among treatments (p<0.05). In conclusion, the combination of 70% ethanol extracts of Robusta coffee peel and citronella grass demonstrated concentration-dependent antibacterial activity against Escherichia coli, although the activity remained in the weak to moderate category.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea Canephora) dan Bunga Kecombrang (Etlingera Elatior) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Sadiah, Halimatus; Rahmawati, Suci; Kurniawan, Tri Danang; Ikhsan, Ikhsan; Putri, Dwi Kurnia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13347

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan, sehingga diperlukan alternatif antibakteri dari bahan alam. Kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan bunga kecombrang (Etlingera elatior) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol kulit buah kopi robusta dan bunga kecombrang terhadap Staphylococcus aureus. Metode penelitian meliputi ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% serta uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi, dengan kategori daya hambat dari lemah hingga kuat. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol kulit buah kopi robusta dan bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan efektivitas terbaik pada konsentrasi tinggi.