Suci Rahmawati
Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aktivitas Analgetik Gel Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis osbeck) pada Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Riska Pebri Anggela; Oktoviani Oktoviani; Samwilson Slamet; Suci Rahmawati; Afifah Fauziyyah
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2487

Abstract

Nyeri merupakan keluhan yang sering dialami masyarakat dan pengobatannya umumnya menggunakan analgetik sintetis yang berpotensi menimbulkan efek samping. Jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis osbeck) merupakan komoditas unggulan dari Bengkulu yang mengandung senyawa flavonoid dengan potensi sebagai analgetik alami. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek analgetik sediaan gel ekstrak kulit buah Jeruk Gerga Lebong pada mencit putih jantan (Mus musculus) menggunakan metode hot plate. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 5 kelompok perlakuan: kelompok kontrol negatif (gel basis HPMC), kelompok kontrol positif (gel Voltaren), dan 3 kelompok uji dengan konsentrasi gel ekstrak 5%, 15%, dan 25%. Setiap kelompok terdiri dari 6 ekor mencit. Hasil penelitian menggunakan SPSS uji One way Anova dan Kruskal Wallis menunjukkan bahwa sediaan gel ekstrak kulit Jeruk Gerga Lebong memiliki efek analgetik yang signifikan (p < 0,05) dengan efek optimal dicapai pada konsentrasi 25% pada menit ke-60 dengan rata-rata waktu latensi respon nyeri yaitu 12,21 ± 1,48. Kesimpulannya, sediaan gel ekstrak kulit Jeruk Gerga Lebong memiliki aktivitas analgetik terhadap mencit dan konsentrasi 25% memberikan efek analgetik yang paling optimal.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Insyani Baroqah; Rose Intan Perma Sari; Marisadonna Asteria; Suci Rahmawati; Dwi Kurnia Putri
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2405

Abstract

Kebutuhan akan sediaan topikal yang stabil, nyaman digunakan, dan memiliki karakteristik fisik yang baik masih menjadi tantangan dalam pengembangan formulasi berbasis bahan alam. Daun angsana (Pterocarpus indicus Willd.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, dan tanin yang berpotensi dimanfaatkan, namun pemanfaatannya dalam bentuk sediaan emulgel masih terbatas. Oleh karena itu, emulgel dipilih karena mampu menggabungkan keunggulan emulsi dan gel sehingga meningkatkan stabilitas dan kenyamanan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi karakteristik fisik emulgel ekstrak etanol 96% daun angsana dengan variasi konsentrasi. Empat formula dibuat, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (5%), dan F3 (10%), kemudian diuji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, tipe emulsi, dan hedonik. Hasil menunjukkan seluruh formula berbentuk semi padat, homogen, dengan warna yang semakin pekat seiring peningkatan konsentrasi. Nilai pH F1 (6,0) berada dalam rentang pH kulit, sedangkan F3 (4,6) mendekati batas bawah. Daya sebar F1 (6,5 cm) memenuhi standar, sementara F3 (5,0 cm) berada pada batas bawah. Viskositas F1 (12020,55±123,92 cP) memenuhi standar, sedangkan F3 (±8000 cP) lebih rendah sehingga cenderung lebih encer. Seluruh formula bertipe minyak dalam air (M/A), dan uji hedonik menunjukkan F1 paling disukai. Dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak memengaruhi karakteristik fisik emulgel daun angsana. Formula F1 (1%) merupakan formula paling optimal dan menunjukkan performa terbaik, sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan topikal berbasis bahan alam.
Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Jahe Putih (Zingiber officinale) terhadap Aktivitas Bakteri Escherichia coli dengan Metode Difusi Cakram Sandika Al Zikri; Suci Rahmawati; Putri Mulia; Oky Hermansyah; Rizki Oktarini
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2412

Abstract

Mikroorganisme seperti Escherichia coli merupakan salah satu penyebab utama diare. Bakteri ini sebenarnya merupakan flora normal yang hidup dalam saluran pencernaan manusia dan hewan berdarah panas, namun dalam kondisi tertentu dapat menjadi patogen. Peningkatan kasus infeksi diare yang disebabkan oleh bakteri ini sering dikaitkan dengan penggunaan antibiotik yang tidak tepat, sehingga memicu terjadinya resistensi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibakteri yang berasal dari bahan alam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan uji aktivitas antibakteri metode difusi cakram. Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi menggunakan etanol 70% hingga menghasilkan ekstrak kental. Kombinasi ekstrak dibuat dengan perbandingan 1:1 pada berbagai konsentrasi, yaitu 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80%. Pengujian dilakukan pada media Mueller Hinton Agar dengan ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Aktivitas antibakteri diukur berdasarkan diameter zona hambat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji One Way ANOVA serta uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10% dan 20% tidak terbentuk zona hambat. Aktivitas antibakteri mulai terlihat pada konsentrasi 40%, 60%, dan 80% dengan rata-rata zona hambat masing-masing sebesar 6,30 mm; 7,08 mm; dan 8,57 mm yang tergolong kategori sedang. Kontrol positif menunjukkan daya hambat sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli yang bersifat dose-dependent, dengan aktivitas terbaik pada konsentrasi 80%, meskipun masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif.
Formulasi dan Evaluasi Sifat Fisik Gel Ekstrak Etanol Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Berbasis HPMC Nesa Triany; Rose Intan Perma Sari; Suci Rahmawati; Putri Mulia; Dwi Kurnia Putri
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2460

Abstract

Daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) merupakan bagian dari tanaman cengkeh famili Myrtaceae yang mengandung senyawa bioaktif flavonoid dan eugenol dengan aktivitas antioksidan, namun pemanfaatannya masih terbatas dan sering menjadi limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula gel ekstrak etanol 96% daun cengkeh dengan karakteristik fisik paling optimal berdasarkan evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan uji hedonik. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Sediaan gel diformulasikan dalam empat variasi konsentrasi ekstrak, yaitu  F0 (0%), F1 (4%), F2 (8%), F3 (12%) menggunakan basis HPMC. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan hedonik dengan tiga kali replikasi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula berbentuk semi padat, homogen, dan memenuhi standar mutu sediaan gel. Nilai pH berada pada rentang 5,53-6,50, viskositas 29.628-43.534 cPs, serta daya sebar 5,18-5,73 cm. Peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan viskositas menurun dan daya sebar meningkat. Berdasarkan hasil evaluasi fisik dan uji hedonik, F1 (4%) merupakan formula paling optimal karena memiliki konsistensi yang baik, warna lebih diterima panelis, serta tingkat kesukaan tertinggi.