Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Web-Based Software Development as Information Media and Digital Bulletin to Improve the Quality of Educational Services Widya Febrianti; Ririn; Fany Ayu Hasanah; Adriel Malvin; Berliana Denita; Widiatry
International Journal of Technology and Education Research Vol. 4 No. 02 (2026): International Journal of Technology and Education Research (IJETER)
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v4i02.3529

Abstract

e rapid and transparent delivery of information is a key pillar in improving the quality of education in schools. However, there are currently significant limitations in the process of distributing information from schools to parents or guardians. Furthermore, the lack of an official forum for collecting suggestions and criticism from parents/guardians hinders schools in continuously evaluating and improving educational services. This research aims to develop a digital platform that integrates a school information center with a digital bulletin feature as a forum for aspirations. This software development was carried out usingThe prototype method encompasses the stages of requirements analysis, system modeling, system design, and functionality testing. This method allows for ongoing interaction between developers and stakeholders to ensure the digital bulletin features meet field needs. This research is expected to improve the quality of school information distribution and strengthen synergy between the institution and parents
Sistem Informasi Tempat Pariwisata Alam di Kota Palangka Raya TEPAPAR Berbasis Web Menggunakan Metode Waterfall Amruhu Giwang Aggoro; Nur Anita; Bintang Dayma Putri; Cindy Ochachelsea; Yoshua David Yongren; Widiatry
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i1.1091

Abstract

Pariwisata alam memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, namun pengelolaannya kerap terkendala oleh minimnya ketersediaan informasi yang terpusat dan mudah diakses. Di Kota Palangka Raya, promosi destinasi wisata alam sebagian besar masih dilakukan secara konvensional atau tersebar di berbagai platform media sosial yang tidak terintegrasi. Hal ini menyulitkan calon pengunjung untuk mendapatkan informasi detail, merencanakan perjalanan, hingga melakukan reservasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Tempat Pariwisata Alam di Kota Palangka Raya (TEPAPAR) berbasis web sebagai solusi digital yang komprehensif. Pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall yang terdiri dari tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah platform web yang menyajikan informasi detail wisata, galeri interaktif, fitur review dan rating, hingga pengelolaan reservasi kunjungan secara daring. Kehadiran sistem TEPAPAR diharapkan mampu menjadi jembatan informasi yang efektif antara pengelola wisata dan pengunjung, meningkatkan visibilitas pariwisata alam Palangka Raya, serta mempermudah proses administrasi dan manajemen kunjungan secara terstruktur.
Pengembangan Sistem Deteksi Stunting Balita Berbasis Web Menggunakan Pendekatan OOAD dan Standar Z-Score WHO Ahyath; Muhammat Zahrani2; Alfitra Rayadi; Sbastyan Gilberth Zhafif Arnowo; Widiatry
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i2.1327

Abstract

Masalah utama penelitian ini adalah tingginya prevalensi stunting balita di Indonesia yang mencapai 19,8 persen pada tahun 2024 serta kurangnya sistem pemantauan gizi digital yang dibangun dengan rekayasa perangkat lunak terstruktur. Solusi yang ditawarkan dari permasalahan tersebut adalah pengembangan platform StanGuard yaitu sebuah sistem informasi deteksi dini stunting berbasis web. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan sistem deteksi stunting yang akurat menggunakan pendekatan Object-Oriented Analysis and Design atau OOAD. Pendekatan OOAD dipilih untuk memastikan arsitektur perangkat lunak yang modular dan terukur. Penentuan status gizi pada sistem ini diintegrasikan langsung dengan algoritma perhitungan berstandar Z-Score dari World Health Organization guna menjamin keakuratan hasil diagnosis awal. Pengujian fungsionalitas sistem dilakukan melalui metode Black-box Testing menggunakan teknik Equivalence Partitioning dan Boundary Value Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem beroperasi dengan tingkat keberhasilan 100 persen dalam memvalidasi input pengguna serta mengelola rentang nilai batas usia balita antara 0 hingga 60 bulan secara presisi. Sistem ini berhasil mengklasifikasikan status gizi secara valid sesuai parameter medis. Penggabungan metode OOAD dan algoritma Z-Score WHO terbukti menciptakan sistem pemantauan yang efisien untuk mendukung percepatan penurunan stunting
Pelatihan Pemanfaatan Platform Video Conference untuk Mendukung Pembelajaran Hybrid bagi Siswa SMP Negeri 6 Palangka Raya Nova Noor Kamala Sari; Ressa Priskila; Widiatry; Viktor Handrianus Pranatawijaya; Putu Bagus Adidyana Anugrah Putra; Efrans Christian; Septian Geges; Novera Kristianti; Tomas Leonardo; Purmasari
Jurnal Atma Inovasia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v6i2.12707

Abstract

The community service activity entitled “Training on the Use of Video Conference Platforms for Students of SMP Negeri 6 Palangka Raya” was conducted with the main objective of enhancing students’ digital literacy, particularly in utilizing online learning applications such as Google Meet and Zoom. The identified problem was the students’ limited technical skills in operating these platforms, which could hinder their active participation in both hybrid and online learning. To address this issue, the program was designed as a hands-on training that included the introduction of basic features, simulations of virtual classrooms, and guidance on digital ethics in online interactions. Through this approach, students not only acquired fundamental technical skills but also improved their confidence in participating in online learning and developed a sense of responsibility in using technology. Therefore, this activity provides a tangible contribution to supporting students’ readiness in facing the increasingly digitalized educational landscape
Analisis Kualitas dan Penerapan Software Quality Assurance Pada Spotify Menggunakan ISO/IEC 9126 Jhansen Trinidat; Fathan Kevin Adhitya; Widiatry
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/r08fqz17

Abstract

Spotify merupakan platform layanan streaming musik dan audio digital yang menyediakan akses ke jutaan konten audio dan dituntut untuk memiliki kualitas perangkat lunak yang tinggi guna menunjang pengalaman pengguna yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas perangkat lunak Spotify melalui pendekatan Software Quality Assurance (SQA) dengan menggunakan standar internasional ISO/IEC 9126, yang mencakup enam karakteristik utama yaitu functionality, reliability, usability, efficiency, maintainability, dan portability. Metode pengujian dilakukan menggunakan pendekatan fungsional seperti black-box testing untuk functionality, WAPT untuk reliability, System Usability Scale (SUS) untuk usability, serta GTMetrix untuk mengukur efficiency pada aspek kinerja aplikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Spotify memiliki tingkat kualitas yang tinggi pada sebagian besar karakteristik yang diuji, dengan performa yang stabil, antarmuka mudah digunakan, serta kompatibilitas yang baik pada berbagai perangkat. Meskipun demikian, sejumlah tantangan seperti kebutuhan pemeliharaan berkelanjutan dan kompleksitas sistem berskala besar masih menjadi perhatian dalam proses pengembangan. Berdasarkan temuan ini, penerapan SQA berbasis ISO/IEC 9126 dinilai efektif dalam membantu evaluasi kualitas perangkat lunak Spotify secara sistematis serta dapat menjadi acuan untuk peningkatan kualitas layanan digital sejenis.