Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil belajar siswa yang memperoleh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Pop Up Book, PBL tanpa Pop Up Book, dan pembelajaran konvensional terhadap keterampilan berpikir kritis dan kesadaran demokratis dalam pembelajaran PPKn di SMP Negeri 01 Lebong. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel berjumlah 96 siswa kelas VIII yang terbagi dalam tiga kelompok, masing-masing 32 siswa. Kelas VIII A memperoleh PBL berbantuan Pop Up Book, VIII B memperoleh PBL, dan VIII C memperoleh pembelajaran konvensional. Data keterampilan berpikir kritis diperoleh melalui tes uraian, sedangkan kesadaran demokratis melalui angket. Analisis dilakukan menggunakan uji prasyarat dan One Way ANOVA. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis dengan nilai signifikansi 0,007 < 0,05. Rata-rata posttest tertinggi diperoleh kelompok PBL berbantuan Pop Up Book sebesar 23,38, diikuti PBL sebesar 21,75 dan kontrol sebesar 19,38. Sementara itu, kesadaran demokratis tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai signifikansi 0,268 > 0,05. Temuan menunjukkan bahwa integrasi PBL dan Pop Up Book lebih menonjol dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis, sedangkan kesadaran demokratis memerlukan pembiasaan dan penguatan yang berkelanjutan.