Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Zakat Behavior in Urban Communities: A Sharia-Oriented Phenomenological Study Susiyanto; Mikho Ardinata; Muhammad Faiz Isra; Arief Dwi Saputra; Alfina Rahmatia
AL-ISTINBATH : Jurnal Hukum Islam Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jhi.v11i1.15260

Abstract

This study advances the understanding of zakat behavior by challenging dominant behavioral approaches particularly those grounded in the Theory of Planned Behavior which reduce compliance to measurable determinants while overlooking its legal and experiential dimensions. Adopting a socio-legal Islamic law perspective, this research employs an interpretive phenomenological approach to examine how muzakki experience, interpret, and enact zakat as a binding religious obligation in contemporary urban contexts. Data were collected through in-depth interviews with 15 informants and analyzed using a systematic thematic coding process. The findings reveal that zakat behavior is fundamentally meaning-driven, rooted in experiential religiosity as an internalized moral and spiritual awareness. Institutional trust emerges not as a direct determinant, but as an interpretive mediator through which individuals assess the legitimacy of formal and informal zakat practices, resulting in hybrid distribution patterns. Critically, maqasid al-shariah operates as a practical framework of legal reasoning, guiding compliance based on the perceived realization of maslahah, adl, and tazkiyah, rather than procedural adherence alone. By integrating phenomenological insights with socio-legal analysis, this study reconceptualizes zakat behavior as a meaning-driven, legally interpreted, and socially embedded process. It contributes to the literature by moving beyond determinant-based models toward an integrative framework that bridges Islamic legal theory and empirical behavior. Practically, the findings underscore the need for maqasid-oriented governance and hybrid zakat management strategies that enhance institutional legitimacy by aligning formal systems with lived religious expectations.
SOSIALISASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI SMA NEGERI 3 BENGKULU UTARA Ebit; Ahmad Dasan; Mikho Ardinata; Muhammad Faiz Isra
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i2.9454

Abstract

UU No.30 tahun 2002 pasal 13 menyatakan bahwa KPK memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap jenjang pendidikan.Upaya penyelenggaraan program pendidikan antikorupsi ditindak lanjuti dengan dilakukannya kerjasama antara Depdiknas dengan beberapa lembaga pendidikan (SD, SMP, SMA) maupun perguruan tinggi. Pelajarakan menjadi generasi penerus bangsa sehingga harus dikenalkan penerapan nilai-nilai pendidikan antikorupsi mulai dari hal-hal kecil dari contoh kebiasaan sehari-hari yang ternyata bisa menjadi bibit melakukan perbuatan yang mengarah pada perbuatan korupsi tanpa mereka menyadarinya, misalnya mencontek ketikaujian, membolos, mengumpulkan tugas tidak tepat waktu, datang terlambat kesekolah dan lain -lainnya. Untuk membudayakan pendidikan antikorupsi dikalangan pelajar, maka diperlukan kerja sama yang baik dari semua pihak termasuk pendidik untuk menjadi role model bagi siswanya dengan berprilaku antikorupsi. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SMA negeri 3 Bengkulu Utara metode pelaksanaan sosialisasi tentang penanaman nilai-nilai antikorupsi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Karakteristik remaja berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan (77,3%) dan laki-laki (22,7%.) Pengetahuan tentang penanaman nilai-nilai antikorupsi sebelum pre test tentang korupsi itu sebagian besar berpengetahuan cukup (15%) dan setelah sosialisasi sebagian besar mengalami peningkatan menjadi berpengetahuan baik (66.91%). Penanaman nilai-nilai anti korupsi dikalangan pelajar merupakan hal yang penting untuk dilakukan supaya membiasakan diri agar pelajar melakukan hal-hal benar tidak bertentangan dengan nilai-nilai anti korupsi karena permasalahan korupsi di Indonesia sangat mengakhawatirkan dengan kasus tiap tahunnya meningkat.
Pengaruh Penggunaan Video Pembelajaran Berbasis Teknologi terhadap Motivasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam: The Influence of Using Technology-Based Learning Videos on Student Learning Motivation in Islamic Religious Education Subjects Noveriyanto; Muhammad Faiz Isra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i8.5899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan video pembelajaran berbasis teknologi terhadap motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada siswa sekolah menengah atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel frekuensi penggunaan, jenis video, serta durasi dan interaktivitas video memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap motivasi belajar siswa. Dalam konteks penelitian ini, kemudahan akses teknologi dan lingkungan belajar tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran, khususnya penggunaan video, dapat meningkatkan keterlibatan dan minat siswa terhadap materi yang diajarkan. Penelitian ini menyarankan pentingnya perancangan konten video yang berkualitas dan penggunaan strategi pembelajaran yang efektif untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan praktik pendidikan dan kebijakan yang mendukung penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa secara keseluruhan.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN EDUKASI KESEHATAN DAN MEMBENTUK PERILAKU POSITIF ANAK SEKOLAH DASAR Andry Sartika; Juli Andri; Iis Suryani; Muhammad Faiz Isra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 6 No. 1 (2026): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya penggunaan media sosial pada anak sekolah dasar memberikan peluang sekaligus tantangan dalam pembentukan perilaku kesehatan. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kesehatan, namun penggunaan yang tidak bijaksana berisiko menimbulkan kecanduan gawai, cyberbullying, penyebaran hoaks, serta penurunan konsentrasi belajar. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang mampu mengarahkan pemanfaatan media sosial secara positif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai penggunaan media sosial yang sehat, aman, dan bertanggung jawab serta mengoptimalkan fungsinya sebagai media edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 31 Sri Kuncoro, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan interaktif melalui penyuluhan, diskusi, tanya jawab, pemutaran video edukasi, serta pemanfaatan media slide presentasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan sesi tanya jawab untuk menilai pemahaman peserta setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai dampak positif dan negatif media sosial, pentingnya menjaga privasi digital, menghindari cyberbullying dan hoaks, serta kemampuan memanfaatkan media sosial sebagai sumber informasi kesehatan yang benar. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi yang interaktif mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Berdasarkan kegiatan ini disimpulkan bahwa media sosial berpotensi menjadi sarana promosi kesehatan yang efektif dalam membentuk perilaku positif anak sekolah dasar apabila didukung oleh strategi edukasi yang tepat. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan perlu diperkuat melalui program edukasi kesehatan berbasis media digital yang berkelanjutan untuk meningkatkan literasi kesehatan dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab.