Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN GIZI MELALUI EDUKASI PENTINGNYA SARAPAN PAGI PADA SISWA SMK NEGERI 3 KOTA BENGKULU Hasan Husin; Emi Kosvianti; Agus Ramon; Iis Suryani
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i2.9443

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sarapan sehat pada siswa SMK Negeri 3 Kota Bengkulu melalui edukasi gizi dan praktik sarapan bersama. Kegiatan ini didasarkan pada tingginya angka remaja yang melewatkan sarapan, yang berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, stamina, serta risiko gangguan kesehatan jangka panjang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, pemutaran video edukatif, serta praktik sarapan bersama sebagai bentuk experiential learning. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas X dan XI serta guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai manfaat sarapan bergizi, kemampuan mengidentifikasi menu pagi yang sehat, serta perubahan sikap positif terhadap kebiasaan sarapan sebelum berangkat sekolah. Keterlibatan guru sebagai role model dan dukungan sekolah turut memperkuat internalisasi perilaku makan sehat. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukasi gizi yang terstruktur, melibatkan pengalaman langsung, dan didukung lingkungan sekolah mampu menjadi strategi efektif dalam membentuk perilaku sarapan sehat pada remaja. Diharapkan program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas belajar siswa.
EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH DAN PEMBUATAN PERCONTOHAN LUBANG SAMPAH ORGANIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DUSUN 2 DESA SRIKUNCORO Iis Suryani; Emi Kosvianti; Andry Sartika; Eni Khairani
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v6i1.11118

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal masih menjadi permasalahan kesehatan lingkungan di berbagai wilayah, termasuk di Dusun 2 Desa Srikuncoro. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, diketahui masyarakat masih mengelola sampah dengan cara dibakar sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap pembakaran. Selain itu, rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah organik menyebabkan pengelolaan sampah belum dilakukan secara ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah melalui edukasi serta memberikan contoh penerapan Lubang Sampah Organik (LSO) sebagai alternatif pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan di Dusun 2 Desa Srikuncoro, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah dengan menggunakan metode edukatif dan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan percontohan LSO bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif dalam diskusi maupun praktik pembuatan LSO. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, dampak pembakaran sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta manfaat pemanfaatan sampah organik melalui LSO. Demonstrasi pembuatan LSO juga memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dan direplikasi oleh masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Kegiatan ini dapat disimpulkan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Untuk menjamin keberlanjutan program, diperlukan pendampingan secara berkala serta dukungan pemerintah desa dan puskesmas agar penerapan LSO dan pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
MENINGKATKAN KESADARAN ANTI-BULLYING PADA SISWA SD MUHAMMADIYAH 01 KOTA BENGKULU Fahri Nurozak Alfazari; Bayu Sutejo; Rizki Fadilah; Iis Suryani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 5 No. 3 (2025): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jimakukerta.v5i3.9200

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah 01 Kota Bengkulu dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying serta membangun sikap empati, solidaritas, dan rasa saling menghargai sejak dini. Fenomena bullying, meskipun sering kali dianggap ringan, namun terbukti memiliki dampak serius terhadap kondisi psikologis, sosial, dan akademik anak. Hasil observasi awal menunjukkan adanya perilaku mengejek, meremehkan, dan mengucilkan teman sebaya di sekolah. Walaupun belum berkembang menjadi kekerasan fisik, kondisi ini penting segera diatasi agar tidak menimbulkan perundungan yang lebih berat. Metode kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu koordinasi dengan pihak sekolah, observasi awal terhadap siswa, penyampaian materi edukatif dengan media poster dan video, diskusi interaktif, simulasi atau role play sebagai praktik pembelajaran. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari siswa dan dukungan penuh guru. Hasilnya, siswa lebih memahami pengertian, bentuk, serta dampak bullying, dan mulai menunjukkan perubahan sikap dalam berinteraksi sehari-hari. Guru juga semakin peka dalam mendeteksi gejala bullying serta berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan. kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga menumbuhkan budaya sekolah yang ramah anak dan bebas bullying. Sebagai tindak lanjut, penulis menyarankan sekolah dapat membentuk kelompok Duta Anti-Bullying yang bertugas sebagai agen perubahan di sekolah.
Hubungan Pengetahuan dan Peran Orang Tua terhadap Perilaku Seksual Remaja Muhammad Bagus Andrianto; Yufita Dewi; Padila Padila; Juli Andri; Iis Suryani
Jurnal Kesmas Asclepius Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v6i1.8702

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan peran orang tua terhadap perilaku seksual remaja. Penelitian ini merupakan penelitian. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini merupakan mahasiswa semester II Program Studi Kesehatan Fakultas Kesehan Universitas Muhammadiyah Bengkulu dengan sampel berjumlah sebanyak 96 responden yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitas, untuk kemudian data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang terkait perilaku seksual (62,5%) dengan peran orang tua dalam perkembangan remaja yang masih kurang (67,7%) serta terdapat sebanyak 82,3% remaja telah melakukan perilaku seksual. Analisis lebih lanjut menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value 0,629) terhadap perilaku seksual remaja, namun terdapat hubungan antara peran orang tua (p-value 0,022) terhadap perilaku seksual. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam mencegah perilaku seksual yang tidak sehat atau berisiko pada remaja. Dukungan positif dan pendidikan seks yang benar dari orang tua dapat membantu remaja memperoleh pengetahuan yang akurat tentang kesehatan seksual, mengembangkan sikap yang positif dan mencegah perilaku seksual yang tidak sesuai. Kata Kunci: Pengetahuan, Peran Orang Tua, Perilaku Seksual Remaja
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR Wulan Angraini; Henni Febriawati; Iis Suryani; Sarkawi; Tresna Fatmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 1 (2024): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan sampah rumah tangga untuk dijadikan pupuk organik cair merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk memitigasi dampak buruk limbah tersebut terhadap lingkungan. Memanfaatkan sampah rumah tangga sebagai sumber daya utama untuk pembuatan pupuk organik cair memungkinkan individu menciptakan produk berharga yang secara efektif meningkatkan kesuburan tanah dan mendorong perkembangan tanaman. Inisiatif pengabdian masyarakat ini menggunakan teknik edukasi untuk memberikan panduan mengenai konversi sampah rumah tangga menjadi pupuk organik cair secara tepat dan akurat. Kegiatan ini meliputi sesi penyuluhan mengenai tata cara pengolahan yang tepat, sesi pelatihan produksi pupuk organik cair, serta pengenalan manfaat dan nilai ekonomis produk tersebut. Temuan proyek pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai produksi pupuk organik cair. Pengetahuan baru ini memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang merugikan lingkungan. Disamping itu, terjadi peningkatan keterampilan masyarakat sehingga mampu membuat pupuk organik cair secara mandiri. Diharapkan adanya dukungan dan tindak lanjut dari pihak terkait dalam memfasilitasi masyarakat dapat mengaplikasikan keterampilan yang telah diperoleh. Selain itu, pihak terkait juga dapat membantu dalam meningkatkan akses pasar bagi produk pupuk organik cair yang dihasilkan oleh masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dalam jangka panjang, diharapkan adanya program pembelajaran yang terus menerus bagi masyarakat dalam mengembangkan keterampilan pembuatan pupuk organik cair, sehingga dapat meningkatkan kualitas produk dan inovasi dalam penggunaan pupuk organik cair yang lebih luas.Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat, pupuk organik cair, sampah rumah tangga.
Application Of Al-Qur'an Murotal Therapy to Reduce Pain Intensity in Post-Laparotomy Patients Andry Sartika; Mardani Salman; Iis Suryani
JOSING: Journal of Nursing and Health Vol. 6 No. 2 (2026): JOSING: Journal of Nursing and Health
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/1gevsn40

Abstract

This study aim was to explain Askeps with the application of Al-Qur'an murotal therapy to reduce pain intensity in post-laparotomy patients in the Azzahra Room’s Hospital PKU Muhammadiyah Gamping Jogyakarta. This research design uses case study method. The sampling method used is purposive sampling. The sample taken is one respondent, namely Mrs. Y, a post-laparotomy patient in the Azzahra Room’s Hospital PKU Muhammadiyah Gamping Jogyakarta in August 2022. The research data were taken as primary data by conducting direct assessments of the assisted patients. Existing data were analyzed using explanatory and time series analysis. The conclusion, showed that the application of Al-Qur'an murotal therapy can reduce pain intensity in post-laparotomy patients.    Keywords : Al-Qur'an Murotal Therapy, Pain Intensity and Post-Patient        Laparotomy Surgery
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN EDUKASI KESEHATAN DAN MEMBENTUK PERILAKU POSITIF ANAK SEKOLAH DASAR Andry Sartika; Juli Andri; Iis Suryani; Muhammad Faiz Isra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 6 No. 1 (2026): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya penggunaan media sosial pada anak sekolah dasar memberikan peluang sekaligus tantangan dalam pembentukan perilaku kesehatan. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kesehatan, namun penggunaan yang tidak bijaksana berisiko menimbulkan kecanduan gawai, cyberbullying, penyebaran hoaks, serta penurunan konsentrasi belajar. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang mampu mengarahkan pemanfaatan media sosial secara positif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai penggunaan media sosial yang sehat, aman, dan bertanggung jawab serta mengoptimalkan fungsinya sebagai media edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 31 Sri Kuncoro, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan interaktif melalui penyuluhan, diskusi, tanya jawab, pemutaran video edukasi, serta pemanfaatan media slide presentasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan sesi tanya jawab untuk menilai pemahaman peserta setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai dampak positif dan negatif media sosial, pentingnya menjaga privasi digital, menghindari cyberbullying dan hoaks, serta kemampuan memanfaatkan media sosial sebagai sumber informasi kesehatan yang benar. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi yang interaktif mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Berdasarkan kegiatan ini disimpulkan bahwa media sosial berpotensi menjadi sarana promosi kesehatan yang efektif dalam membentuk perilaku positif anak sekolah dasar apabila didukung oleh strategi edukasi yang tepat. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan perlu diperkuat melalui program edukasi kesehatan berbasis media digital yang berkelanjutan untuk meningkatkan literasi kesehatan dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab.
PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI EDUKASI DAN PRAKTIK CUCI TANGAN PADA SANTRI TPQ DESA SIDO LUHUR Novia Gena Rahmadhani; Risnanosanti; Iis Suryani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 6 No. 2 (2026): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan bagian penting dalam upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan anak termasuk santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang memiliki aktivitas dan interaksi tinggi sehingga membutuhkan pembiasaan perilaku kebersihan diri, khususnya mencuci tangan dengan benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam menerapkan PHBS melalui edukasi dan praktik mencuci tangan. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, tanya jawab, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi. Edukasi diberikan dengan bahasa sederhana dan komunikatif mengenai konsep PHBS, pentingnya kebersihan tangan, waktu yang tepat untuk mencuci tangan, penggunaan sabun dan air mengalir, serta tahapan mencuci tangan yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa santri mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif selama proses edukasi maupun praktik. Santri mampu memahami pentingnya mencuci tangan dan menunjukkan kemampuan dalam mengikuti tahapan mencuci tangan dengan benar setelah memperoleh demonstrasi dan pendampingan. Praktik langsung juga membantu mengidentifikasi dan memperbaiki beberapa kesalahan dalam proses mencuci tangan, sehingga pengetahuan dapat diterapkan menjadi keterampilan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi edukasi dan praktik langsung efektif digunakan sebagai pendekatan dalam pembelajaran PHBS pada anak. Disarankan agar pengelola TPQ melakukan pembiasaan PHBS secara rutin, didukung ketersediaan sarana cuci tangan serta keterlibatan keluarga, sehingga perilaku hidup bersih dan sehat dapat diterapkan secara berkelanjutan.