Sukiyat Sukiyat
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN STRATEGI INQUIRY LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMKN 1 LANGGAM KABUPATEN PELALAWAN Torang Febriadi; Lina Sri Suryani; Nurliana Nurliana; Miftah Ulya; Sukiyat Sukiyat
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v13i1.1199

Abstract

Pembelaran aktif dalam proses pembelajaran, pada hakikatnya mengoptimalkan seluruh potensi siswa untuk berkembang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang bermaksud menerapkan strategi inquiry learning guna meningkatkan keaktifan belajar siswa. Melibatkan 30 siswa pada Sekoah Menengah Kejuruan Negeri 1 Langgam Kabupaten Pelalawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan strategi inquiry learning telah berhasil terlaksana dengan sangat baik. yakni pada siklus pertama mencapai 85%, dan meningkat menjadi 90% pada siklus kedua. Jumlah indikator yang sudah terlaksana “sangat baik” adalah 9 indikator, dan yang tergolong “baik” juga 6 indikator. Tidak adalagi indikator yang tergolong “kurang baik” apalagi “tidak baik”. Penggunaan strategi inquiry leraning berhasil meningkatkan keaktifan belajar siswa. Peningkatan terlihat dengan naiknya nilai rata-rata keaktifan belajar siswa mulai dari sebelum tindakan yakni nilai rata-rata hanya 75. Temuan penelitian dari penerapan strategi inquiri learning dalam upaya peningkatan keaktifan belajar siswa di SMKN 1 Langgam Kabupaten Pelalawan adalah (1) Memperhatikan unsur-unsur pembelajaran strategi inquiry learning merupakan salah satu model coopetavie learning. (2) Menerapkan prinsip belajar aktif. (3) Memaksimalkan faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa ke arah yang positif.
Hadith Commentary on Popular Islamic Website in Indonesia: Methodology, Discursive, and Social Practices Tarmizi Tarmizi; Ayu Ariska; Muhammad Fajri; Sukiyat Sukiyat
Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Vol 7, No 2 (2025): Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mashdar.v7i2.12670

Abstract

This study examines the methodology of hadith commentary on two prominent Indonesian Islamic websites: hadispedia.id and markazsunnah.com, and analyses the discursive and social practices embedded within such commentary, employing Norman Fairclough's critical discourse analysis (CDA) as its analytical framework. Using a qualitative approach that integrates purposive content analysis, classical hadith commentary methodology (tahlili–ijmali–muqarin typology), and Fairclough's three-level CDA model (text, discursive practice, social practice), the study identifies distinct and internally coherent methodological tendencies at each platform. Hadispedia.id applies the tahlili (analytical) method for hadith on legal themes and the ijmali (synoptic) method for hadith on ethics, consistently contextualising commentary in accessible language suited to a diverse, multi-platform readership. Markazsunnah.com applies the tahlili method consistently across all themes, drawing on classical commentary sources in a systematic scholarly structure suited to a scholarly-oriented readership. At the level of discursive practice, differences in the institutional backgrounds of site administrators, digital distribution ecologies, and modes of reader engagement are shown to shape methodological choices and presentational styles. At the level of social practice, digital hadith commentary serves as a tool for sharing Islamic teachings, promoting mainstream Islamic beliefs, negotiating academic authority in the online religious space, and building social connections through regular interaction with audiences. The study finds that digital hadith commentary is not a neutral platform; instead, it actively influences the way hadith scholarship is understood and creates idealised views of the Muslim audience. This study advances the literature on contemporary hadith scholarship by offering an integrated analytical procedure bridging classical Islamic methodology and CDA to illuminate the socio-religious implications of digital hadith dissemination.