Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan dan Integrasi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional di Indonesia Riski Febria Nurita; Djawahir Hejazziey
Bhirawa Law Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the historical development and forms of integration of Islamic law within Indonesia’s national legal system in the framework of a pluralistic rule-of-law state. As a country with a plural legal system, Indonesia has experienced a long and complex dynamic in accommodating Islamic law, ranging from the era of Islamic kingdoms, the colonial period with restrictive legal policies, to the post-independence and reform eras, which have provided broader space for the application of sharia values. This study employs a normative legal research method using statutory, conceptual, historical, and philosophical approaches through library-based research analyzed qualitatively in a descriptive-analytical manner. The findings show that the integration of Islamic law into the national legal system is not merely formal-symbolic, but substantive in nature through the internalization of Islamic values within Pancasila and the Preamble of the 1945 Constitution, particularly the principles of divinity, justice, and humanity. Normatively, this integration is manifested in various legal products, such as family law, religious courts, Islamic economics, Islamic philanthropy, and special regional arrangements such as in Aceh. Furthermore, the development of Islamic law also indicates a transformation trend toward a maqasid al-shariah approach, strengthening Islamic economics, harmonization with international law, and adaptation to technological developments. Thus, Islamic law functions as one of the sources of values and materials in the development of Indonesia’s national legal system, while remaining consistent with the principles of the Pancasila state and legal pluralism.
Mekanisme dan Corak Pembentukan Hukum Islam di Indonesia Nurul Hakim; Agung Heri Wahyudi; Ahmad Fauzi; Djawahir Hejazziey; Rinwanto Rinwanto
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v7i2.4676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme dan corak pembentukan hukum Islam di Indonesia dalam konteks perkembangan sosial, politik, budaya, dan dinamika masyarakat modern. Hukum Islam di Indonesia berkembang tidak hanya melalui jalur normatif keagamaan, tetapi juga melalui proses legislasi negara, fatwa lembaga keagamaan, putusan peradilan agama, serta praktik sosial masyarakat Muslim yang hidup sebagai living law. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, regulasi, dan berbagai literatur terkait hukum Islam kontemporer di Indonesia. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah hubungan antara negara, otoritas keagamaan, budaya lokal, dan kebutuhan masyarakat dalam pembentukan hukum Islam nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pembentukan hukum Islam di Indonesia berlangsung melalui interaksi yang dinamis antara negara, ulama, lembaga sosial keagamaan, dan masyarakat. Proses tersebut melahirkan corak hukum Islam Indonesia yang substantif, moderat, adaptif, dan kontekstual. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa faktor politik, budaya lokal, ekonomi syariah, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial masyarakat sangat memengaruhi arah pembentukan hukum Islam di Indonesia. Dalam konteks pemberantasan korupsi, hukum Islam juga memiliki peran penting sebagai instrumen etika sosial melalui penguatan prinsip amanah, keadilan, dan kemaslahatan publik. Hukum Islam di Indonesia terus berkembang sebagai sistem hukum yang responsif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar syariat Islam.